
flasback
brak...
suara pintu yang dibuka dengan keras.
Seorang pria muda didalam ruangan itupun nampak terkejut mendengar pintu ruangannya dibuka dengan keras,kedua mata tajamnya yang tadi fokus pada benda persegi yang ada dihapannya seketika mengalihkan tatapanya menuju ke asal suara.
Tatapan tajamnya berubah lembut saat tau siapa yang membuka ruangannya dengan keras ,meski ada sedikit tanda tanya kenapa adik manisnya ini terlihat marah.
"ada apa dek?kenapa membuka pintu dengan keras?"pria muda itu melangkah mendekati gadis munggil itu yang tak lain tak bukan adalah adik manisnya yaitu Jeny Aurora Wijaya,gadis yang dengan sepenuh jiwa ia jaga dan sayangi.
bruk...
Jeny melempar berkas pada Ryan kakaknya.
"apa maksudnya semua ini kak?"tanya Jeny dengan bergetar.
Ryan membaca berkas yang dilempar oleh adik kesayanganya.
Deg..
__ADS_1
Jatung Ryan seakan berhenti melihat isi berkas itu.
bagaimana Jeny bisa mendapatkan berkas ini,bukankah aku sudah menyuruh staf untuk menghancurkannya bathi Ryan.
"apa maksud semuai ini kak?"tanya Jeny dengan bibir yang bergetar menahan amarah.
"Princes,kakak bisa jelaskan ini"jawab Ryan lembut.
"kenapa,semua berkas itu berisi semua nama teman-teman ku,yang dekat dengan ku saat inidan nama teman-teman ku yang tiba-tibah menjauh dari ku.Apa kakak mengatur semua orang yang ada di dekatku atau bahkan semua kegiatan yang aku lakukan selama ini sudah kakak atur dan dalam pengawasan kakak?"tanya Jeny lagi dengan nafas memburu.
Ryan hanya diam mendengar cecaran dari adik kesayangannya,Ryan harus menatapa kata yang tepat untuk menjelaskan pada sang adik kesayangan.
"turunkan nada bicara mu princes,ini dikantor almarhum bunda tak pernah mengajarimu untuk meninggikan suaramu dihadapan orang yang lebih tua"tekan Ryan dengan nada rendah tapi tegas.
"iya, semua berkas itu adalah semua nama-nama orang yang ada disekitarmu baik dulu maupun sekarang,orang yang saat ini berada disekitarmu berarti dia layak dan aman untuk berada disampingmu ,dan orang yang tiba-tiba menjauh darimu berarti mereka tidak baik untuk berada disekitarmu,kau mengerti.Semua kegiatanmu memang semua dalam pantau kakak.Kakak mel..."
"kakak jahat,kakak merenggut kebebasanku"potong Jeny cepat,
Jeny segera keluar dari ruangan Ryan kakaknya dengan hati yang hancur.
Setelah kejadian itu,Jeny mendiamkan kakaknya.Jeny sama kali tidak mau berbicara dengan kakaknya Ryan.
__ADS_1
ceklek
Suara pintu dibuka secara perlahan,langkah kaki tegap milik Ryan melangkah perlahan memasukki kamar Adiknya yang beberapa hari ini mendiamkan dirinya.
Melihat adiknya yang nampak tidur,Ryan pun melanjutkan langkahnya mendekati ranjang empuk milik adik kesayangnya itu.Ryan duduk disisi ranjang Jeny,dielusnya kepala sang adik dengan sayang.
" sampai kapan kamu mau mendiamkan kakak hem?maaf..maaf..maafkan kakak,princes!kakak tidak bermaksud untuk merenggut kebebasanmu,kakak hanya ingin kau aman dan terlindungi,kakak tidak ingin kehilangan lagi,cukup ayah dan bunda yang pergi meninggalkan kakak.Kakak tidak akan sanggup jika hal buruk itu juga terjadi padamu."ucap Ryan denagn suara serak menahan tangis.
"Seadainya waktu itu kakak punya kekuatan seperti saat ini pasti kakak juga bisa menjaga ayah bunda dengan baik,tapi apalah daya waktu itu kakak tidak punya kekuatan yang cukup untuk melakukan itu.Tau kah kamu princes,kejadiaan naas yang terjadi pada ayah bunda bukan murni karena kecelakan lalulintas biasa,semua itu karena ada orang disekitar ayah bunda yang berkhianat,dan berakhir mencelakai mereka.Kakak tidak ingin itu terjadi padamu princes,maka dari itu kakak menseleksi semua orang yang berada disekitarmu.Mengertilah princes kakak sangat menyanyangimu melebih diri kakak sendiri"lanjut Ryan.
Dibenarkan kan selimut yang menyelimuti sang adik,dikecupnya kening sang adik dengan penub kasih sayang.
"sweet dream princess kakak, iam sorry wiil you broken heart and I love you"
Setelah itu Ryan keluar dengan perlahan dari kamar adik kesayangannya,tanpa Ryan sadari Jeny membuka kedua mata indahnya,sebenarnya Jeny belum benar-benar tidur ,Jeny mendengar dengan jelas semua perkataan dari sang kakak,bahkan suara kakaknya yang menahan isakkan tangis pun Jeny dengar.
"maafkan aku kak,karena marah padamu.aku juga menyanyangimu,terima kasih telah menjagaku"gumam Jeny lirih.
flasback off
bersambung...
__ADS_1