
Disebuah club malam ,seorang pria tengah melampias kan segala rasa yang ada pada dirinya.
"kenapa kau mudah mengakhiri ini Jen"rancau Rendy dengan terus menuang wine kedalam gelas.
"sudah mas,hentikan kamu udah mabuk"cegah Linda pada Rendy.
"diam kau wanita sialan,"hardik Rendy.
"MAS.."teriak Linda tidak terima mendengar hinaan Rendy.
"APA..sudah kubilang nikmati saja posisimu saat ini jangan melebihi batasan mu.Kau sudah bisa hidup mewah enak itu harusnya cukup!"teriak Rendy yang mulai hilang kendali.
Tanpa memperdulikan Linda yang menangis karena kata-katanya Rendy pergi meninggalkan club malam itu.
🌸
🌸
🌸
Disebuah kamar yamg kental bernuasa grilly seorang wanita tengah nenatap sendu foto yang ada diatas nakas.
__ADS_1
"Ayah,bunda,kakak,,aku kembali!Hari ini aku mengambil langkah besar dalam hidupku.Apa ayah,bunda ,dan kakak tau,mungkin sebentar lagi princes kalian akan menjadi seorang janda.Status yang sering dipandang rendah oleh orang diluar sana.Ayah,aku butuh usapan tanganku dikepalaku dan berkata semuanya akan baik-baik saja princes.hiks..hiks..bunda,aku butuh masakkan darimu dan kau berkata makanlah sayang kamu butuh tenaga untuk bangkit hiks..hiks..kakak aku butuh pelukankanmu dan pasti kau akan mengatakan,kakak akan mengajar orang yang menyakitimu hiks..hiks..hiks...a..ku...membutuhkan kalian,ini rasanya sangat sakit..."suara lirih Jeny memenuhi ruangan itu,dadanya terasa sesak meski ia sudah memukul dadanya berulang kali untuk menghilangkan rasa sesak itu,namun rasanya masih begitu sesak didada.
Luna yang setia menunggu nona muda tidak tahan lagi melihat nona mudanya menagis pilu,direngkuhnya tubub Jeny kedalam pelukanya.
Dielusnya kepala nona mudanya itu dan berkata"semua akan baik-baik saja princes,setelah ini makanlah yang banyak karna kamu butuh tenaga untuk bangkit,kakak akan menghajar orang yang menyakitimu"
Luna mencoba mewujudkan semua yang diucapkan Jeny tadi,Luna mencoba berperan sebagai ayah,bunda, dan seorang kakak untuk Jeny sang nona muda.
Mendengar perkataan Luna,Jeny semakin mengeratkan pelukanya pada sang sekertaris,tangisannya semakin pecah mendegar kata-kata sekertarisnya yang selalu setia berada disampingnya.
Terdengar denguran halus dari Jeny,mungkin karena lelah menangis Jent tertidur.Luna segera memindah kan Jeny keatas ranjang.Diselimutinya tubuh Jeny agar tidak kedinginan.Tak lupa iya mengatur suhu ruangan agar tidur sang nona muda tetap nyaman.
Luna pun pergi meninggalkan kamar sang nona muda.
Ya saat ini Jeny pulang ke mansion utamwa Wijaya grup.Mansion yang sudah beberapa tahun ini ia tinggalkan demi mengikuti sang suami.
🌸
🌸
🌸
__ADS_1
"selamat malam nona Luna"sapa pelayan di Mansion Rendy Hutomo.
"malam,apa tuan Rendy Hutomo belum pulang?"
"belum nona"
"begitu ya baiklah,saya kesini hanya ingin mengambil barang-barang nona muda Jeny."
Sang pelayan tampak bingung tapi tak urung ia pun mengijikan sang sekertaris nona mudanya untuk mengambil barang yang dimaksud.
"baik nona,silahakan!"
Lunapun masuk bersama beberapa pelayan yang dibawa dari Mansion Wijaya.
Luna berjalan keatas menuju kamar utama yang biasa ditempati Jeny dan suaminya Rendy Hutomo.
Luna mengambil semua barang milik pribadi Jeny saja,sedang barang-barang pemberian dari Rendy tetap ia tinggalkan tetap berada dimansion milik Rendy.
Setelah selesai Luna pun pergi meninggalkan Mansion tersebut.
bersambung....
__ADS_1