Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
membahas kesembuhan Ryan


__ADS_3

"ngomong-ngomong soal kakakmu,seringlah ajak dia berbicara,meski dia dalam keadaan koma,tapi aku yakin dia mampu mendengarnya.sering mengajak pasien koma berbicara sangat bagus untuk merangsang syaraf -syaraf diotaknya agar tidak mati.dan kemungkinan untuk sadar akan semakin besar"jelas Raihan.


"benarkah ?"tanya Jeny bersemangat.


"hem,tentu saja,maka dari itu seringlah ajak kakakmu untuk berbicara"jawab RAIHAN.


"tunggu kenapa kau bisa seyakin itu Rai?"


"apa kau lupa kalau sekarang aku adalah dokter yang merawat kakak mu Ryan?"


"benarkah?"tanya Jeny sambil menyergitkan dahinya.


"apa kau tidak tau,kalau sekarang aku yang merawat kakakmu?"


"tidak!"


"sekertaris Luna tidak cerita padamu?"


"tidak,mungkin Kak Luna lupa,terlalu banyak yang dia pikirkan"jelas Jeny.


tanpa terasa mereka sampai direstoran yang dipilih oleh Raihan,Restoran yang memiliki konsep garden ,begitu indah memanjakan mata,di setiap sudut resto ini banyak bunga-bunga,sehingga seperti makan malam ditaman bunga.,ditambah atap resto yang transparan hingga melihatkan indahnya langit malam yang bertabur bintang.

__ADS_1


Raihan mengajak Jeny untuk masuk,Raihan sengaja memilih resto bertema garden ini untuk makan malam pertamanya bersama Jeny karena akan terasa lebih hidup dan nyaman tentunya.


"selamat datang diresto kami tuan dan nona"resepsionis resto.


"hem,reservasi atas nama Rai"ucap Raihan.


"baik tuan mari saya antar"


Raihan dan Jeny pun melangkah mengikuti resepsionis resto tadi.


"silahkan tuan"


Raihan menarikan kursi untuk Jeny duduki.


"duduklah"ucap Raihan


"terimaksih"saut Jeny tersenyum lembut.Senyum yang membuat seorang Raihan Adiguna jatuh cinta pada seorang Janda CEO ini.


Tak selang berapa lama pelayan memberikan buku menu pada Raihan dan Jeny.


"kau ingin makan apa Ra?"tanya Raihan lembut.

__ADS_1


"steak saja dan orange jus tanpa gula!"


"kami pesan itu masing-masing satu"ucap Raihan pada pelayan.


Pelayan yang sudah mencatat pesanan mereka pun segera undur diri.


"Rai,mengulang pembahasan tentang kondisi kakak ku tadi,berapa persen kakak bisa sadar dari komanya?"tanya Jeny serius.


"kalau melihat dari riwayat medis kakak mu ,kakakmu bukan mengalami lumpuh otak jadi kemungkinan sadar masih tetap ada meski tidak besar,maaf aku harus katakan ini,kemungkinan kakakmu sadar hanya sekitar 10% sampai 20% ,tapi bukankah didunia ini segala kemungkinan itu ada meski itu kecil tapi tetap harus diperjuangkan bukan"jawab Raihan menjelaskan memberi harapan pada Jeny tentang kesembuhan kakaknya.


Jeny hanya mampu mengela nafas pasrah mendengar penjelasan dari Raihan.


"apakah perlu dibawa keluar negri Rai?"tanya Jeny.


"secara medis sebenarnya aku ingun merujuknya ke negara J karna disana lebih dari kita,tapi berarti disini buruk Ra,tapi melihat kesibukkan mu aku tidak yakin kamu akan mengijinkan"jawab Raihan.


Lagi-lagi Jeny hanya mampu pasrah,karena jika kakaknya dibawa keluar negri jujur dirinya tidak mampu,bukan masalah uang tapi waktu.Karena jika kakaknya Ryan dibawa keluar negri dia tidak akan bisa menunggu kakaknya dalam waktu lama,karna Wijaya grup tidak mungkin ia tinggalkan.Dan sekertaris Luna jika tidak mungkin,dirinya tidak bisa memegang Wijaya grup tanpa sekertaris Luna disisinya.Dan jika kakaknya sendirian dirawat diluar negri dirinya juga tidak tega.Jeny belum punya orang kepercayaan penuh untuk menjaga kakaknya.


"jadi karena lelaki ini kau,mengkhianati putra ku?"


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2