
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat,akhirnya Rendy dan Jeny sampai ke mansion yang mereka tempati.Mansion ini milik Rendy,sedang mansion Jeny yaitu rumah utama keluarga Wijaya ia biarkan kosong hanya para pelayan yang menghuni mansion Wijaya yang bertugas untuk mengurus mansion tersebut.
Deretan pelayan menyambut kedatangan sang tuan rumah.
"selamat datang tuan muda ,nona muda.."sambut para pelayan.
"terimakasih.."jawab Jeny ramah,sedangkan Rendy hanya cuek saja.
Jeny sangat disegani dan disayangi oleh para pelayan dimansion itu karena sifat Jeny yang ramah dan tidak memandang rendah seseorang.
Dimata para pelayan Jeny adalah sosok istro yang sempurna,ditengah kesibuknya menjadi seoramg CEO.Jeny selalu melakukan tugasnya sebagai seorang istri.Meski tidak diketahui suaminya.
Karna ketika Jeny melakukan itu sang suami pasti belum terjaga.
"apa yang aku minta sudah disiapkan bi?"tanya Jeny pada salah satu pelayan.
"sudah nona.."jawab sang pelayan.
"terimakasih,saya akan keatas dulu jika waktunya makan malam tiba tolong panggil kami dikamar"titah Jeny lembut.
"ayo mas,kita kekamar,mas bisa membersihkan diri dan istirahat dulu sebelum jam makan malam"ajak Jeny.
"baiklah..ayo..!"Rendy berjalan mendahului Jeny istrinya.
"tolong bilang bagian loundry,baju tuan yang kotor dikoper biar saya sendiri yang mencuci!"titah Jeny pada kepala pelayan.
"baik nona"
Didalam kamar utama
ceklek
Suara pintu yang terbuka Rendy keluar dengan handuk yang melilit dipingangnya,dan rambut yang masih sedikit basah.
"sudah selesai mas?"
"hem.."
__ADS_1
Jeny mendekat kearah Rendy,diambilnya handuk kecil yang dipegang Rendy untuk mengeringkan rambutnya.
"kemari kan handuknya mas,kubantu mengeringkan rambut mu"
Rendy menuruti keinginan istrinya Jeny,ia duduk dikursi depan meja rias.
Ada apa dengannya tumben sekali bathin Rendy.
"bagaimana pekerjaanmu disana mas?apa semuanya berjalan lancar?"dengan tangan Jeny yang masih mengeringkan rambut Rendy
"ya..semua berjalan lancar dan sesuai rencana."
"syukurlah,,semoga setiap langkahmu Tuhan berkahi dan mudah kan mas."doa tulus Jeny untuk sang suami diiringi senyum manis ia berikan untuk sang suami.
deg..
kenapa dada ku terasa sesak mendengarnya bilang seperti itu bathin Rendy.
"sudah selesai mas,aku sudah siapkan bajumu pakailah jika sesuai dengan selera mas,jika tidak mas bisa mengantinya."
"baiklah,,mas ganti baju dulu"
Sendang Jeny memandang pungung Rendy yang mulai menjauh dengan tatapan nanar dan perasaan yang tak menentu.
Sejak tadi ia berusaha mati-matian untuk mengendalikan perasaannya,ia ingin terlihat baik-baik saja didepan suaminya.
Kalau boleh jujur hatinya sakit saat melihat lengan suaminya digelayuti manja oleh wanita lain,dan suaminya itu tampak mengkhawatirkan sang sekertaris.
Semoga rasa mu untukku tidak berubah mas, semoga rasa itu masih sama mas.Semoga yang kau lakukan saat ini hanya pelampiasan saja,tapi jika memang rasa itu tak lagi sama ,aku bisa apa mas bathin Jeny penuh harap.
Jeny berjalan kearah balkon kamar dipandangnya langit yang ternyata terlihat gelap tanpa ada bulan dan bintang yang menghiasi.
"kenapa diluar?"
"sudah selesai mas?"Jeny terdiam melihat baju yang dikenakan suaminya tak sama dengan yang ia siapkan.
Suaminya terlihat memakai pakai sedikit formal,seperti akan keluar rumah.
__ADS_1
Jeny terdiam memandangi suaminya.
"mas ada keperluan mendadak ,mas harus keluar,tidak apa-apa kan kamu makan malam sendirian"Rendy menjelaskan melihat istrinya yang terdiam melihat penampilanya.
"oh..dengan siapa mas?"
"klien mas minta bertemu sekarang karna dia besok sudah akan kembali ke negaranya"
"em..begitu ya,mau aku temani?"tawar Jeny.
"tidak usah kamu pasti lelah istirahatlah."tolak Rendy.
Jeny terdiam mendengar penolakan Rendy.
"bolehkah aku memelukmu mas?"
Rendy tercengung mendengar pertanyaan Jeny istrinya.
Ada apa dengan jeny,kenapa dia meminta izin untuk memelukku bukannya aku suaminya bathin Rendy bingung akan sikap Jeny.
Tak mau terlalu pusing Rendy hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Mendapat ijin dari Rendy,Jeny pun berjalan kearah Rendy.
hup..
Dipeluknya tubuh tegap sang suami ditengelamkanya kepalanya didada bidang sang suami.Dipejamnya kedua mata indahnya didengarkannya detang jatung sang suami.
Ternyata detak jantungmu untukku sudah tak lagi sama mas,detak jantungmu sudah tak sama lagi.Rasanya sudah tak sama lagi.Pelukannmu sudah berbeda ,Inikah tandanya bahwa rasa mu sudah tak sama lagi bathin Jeny
Merasa cukup,Jeny pun melepas pelukanya.
"pergilah mas!"
Rendy hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah Rendy keluar dari kamar,Jeny mengambil ponselnya diatas nakas.Di dialnya nomor seseorang.
__ADS_1
"ikuti kemanapun suamiku pergi.."
bersambung...