
Diruang VVIP rumah sakit
"kakak bagaimana kabar mu hari ini hem"
"kak,dulu kau selalu bilang padaku,apapun masalahku,aku harus mengadu padamu,karna nanti kakak yang aka menyelesaikanya,benar begitukan"ucap Jeny pada kakaknya masih setia memejamkan matanya.
Jeny menarik nafasnya dengan berat ,ia mencoba mengendalikan tangisan agar tidak pecah.
"tapi kenapa sekarang kakak masih betah untuk tidur,?"suara Jeny terdengar bergetar.
"dia menyakitiku kak,dia menghancurkan hatiku..hiks..hiks..dia menghianati cintaku kak,dia..hiks..hiks..bermain api dibelakang ku,apa salahku kak?apa salahku hingga dia melakukan itu padaku?hiks..hiks..katamu dia pria yang baik,pria yang mampu menjagaku tapi kenapa dia melakukan ini padaku?hiks..hikss."dengan diiringi tangisanJeny mengadu masalahnya pada kakaknya yang tengah koma.
"apa kakak akan menghajarnya..hiks..hiks..kakak bilang akan menghajar setiap orang yang menyakitiku kan? hiks..hiks..hiks..tapi kenapa sekarang kakak masih tidur...hikss..aku membutuhkan mu kak...hiks..hiks...kumohon bangunlah kak..bangun..aku ingin kau menghajarnya..hiks..hiks..aku juga ingin kau memelukku seperti dulu lagi memelukku saat aku terluka,aku membutuhkanmu kak..kumohon bangunlah ..hiks..hiks..hiks"suara tangis Jeny terdengar semakin menyesakkan dada.
Tanpa Jeny sadari ada seorang pria yang tanpa sengaja mendengar keluh kesah dan tangisan Jeny.Pria yang memakai jas dokter itu terdiam terpaku diambang pintu ,saat akan memasuki ruangan pasien.Tanpa sengaja ia mendengar semua isi hati Jeny.
Ternyata benar dibalik senyummu tadi ada luka yang kau simpan bathin pria itu yang ternyata bernama Raihan sang dokter.
Raihan mengurungkan niatnya untuk mengechek kondisi Ryan melihat Jeny yang masih ada disana.
__ADS_1
Akhirnya Raihan memutuskan untuk pergi.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Disebuah apartemen
"bukan kah aku sudah bilang jangan menghubungi dulu"sang pria.
"aku merindukanmu mas."ujar Linda manja.
Ya orang itu adalah Rendy yang sedang berada diapartemen yang sedang ditempati Linda,apartemen yang memang Rendy beli untuk Linda agar memudahkan untuk mereka untuk bercumbu dari pada dihotel.
"kita baru saja bertemu Lin,"dengan suara yang sedikit kesal.
"kita baru saja menghabiskan waktu bersama Lin,aku bahkan baru beberapa jam berada di mansionku,ini bisa membuat Jeny istriku curiga"
"sudah ku bilang mas,aku ingin selalu bersamamu"dengan suara yang semakin merajuk.
"ingat posisimu Lin,jangan melewati batasan mu"Rendy berucap dengan tegas.
__ADS_1
"aku ingin lepas dari posisi ini mas,"
"apa maksud mu?"
"aku ingin kamu menceraikan istrimu dan menikahiku mas"
"apa kau sudah tidak waras Lin,jangan bicara sembarangan!"hardik Rendy.
Rendy terkejut mendengar permintaa Linda yang meminta dirinya untuk menceraikan Jeny istrinya.
Didalam diri Rendy sebenarnya masih sangat mencintai Jeny tapi karna sekarang Jeny yang memilih menjadi seorang CEO mengantikan kakaknya membuat Jeny sedikit berubah karena keadaan.Jeny memang sudah tak bermanja-manja lagi pada Rendy suaminya dan Jeny memang tidak bisa maksimal melayani Rendy.
Dan ditambah lagi kesuksesan yang diraih Jeny sast ini membuat oramg memandang sebelah mata pada dirinya sebagai suami Jeny.Karna itulah Rendy mencari pelampiasan.
"aku memang sudah tak waras mas,karna aku ingin bersamamu"
"kurasa kau lelah makanya bicara ngawur istrirahatlah aku akan pulang"
Rendy beranjak menuju pintu keluar,tapi saat tangannya memegang handel pintu untuk ia buka,gerakan tangannya terhenti mendengar ancaman Linda.
__ADS_1
"jika kau pulang malam ini,aku akan beberkan pada istrimu tentang hubungan kita.."
bersambung...