
"aku sudah disini kak Lun"saut Jeny.
Meski hanya mengunakan dres sederhan bermotif bunga sakura yang panjangnya sampai lutut,tapi Jeny nampak cantik dan begitu elegan dimata Raihan.
"kau sudah siap Ra?"tanya Raihan lembut.
"hem.."jawab Jeny.
"kami pamit dulu sekertaris Luna"pamit Raihan.
"ingat pesan saya tuan Raihan"Luna mengingatkan.
"tentu sekertaris Luba,akan saya ingat pesan anda"ucap Raihan yakin.
"aku pergi dulu kak Lun"pamit Jeny pada Luna.
__ADS_1
"ya,bersenang-senanglah princes,nikmati makan malam mu"ucap Luna ,mengelus pucuk kepala Jeny dengan sayang.Jeny membalas dengan memeluk Luna sebagai tanda pamit.
Yang melihat interaksi keduanya ,nampak jelas bahwa banyak pancaran kasih sayang antara keduanya.Hubungan sekertaris Luna dan Jeny bukan hanya sekedar seorang sekertaris dengan nona mudanya tapi lebih dari itu.Mereka terlihat saking menyanyangi layaknya saudara kandung bahkan hampir terlihat seperti seorang ibu pada putrinya.
Raihan yang melihat itu,jadi memahami satu hal ,mengapa seorang sekertaris Luna begitu menjaga nona mudanya yaitu karena ikatan diantar keduanya bagai ibu dan anak.Bukan lagi sekedar atasan dan bawahan.
"ayo Rai"ajak Jeny membuyarakan lamunan Raihan.
"permisi sekertaris Luna"Pamit Raihan sambil sedikit menundukan kepalanya.
Didalam mobil selama perjalanan menuju restoran yang akan mereka datangi.Raihan mengajak Jeny mengobrol.
"apa sekertaris Luna juga tinggal di mansion Wijaya Ra?"tanya Raihan hati-hati takut menyinggung sang pujaan hati.
"ya,setelah aku bercerai dulu,mulai saat itu Kak Luna tinggal bersamaku di mansion Wijaya,mansion penuh kenangan indah didalamnya aku tinggalkan karna dulu aku ikut suami"jawab Jeny sendu.
__ADS_1
"maaf jika pertanyaanku membuatmu sedih Ra"ucap Raihan penuh dengan nada penyesalan.
"tidak apa2 Rai,itu sudah berlalu"saut Jeny tersenyum tipis.
"yang aku lihat hubungan kalian sangat dekat,saat hanya berdua bukan seperti sekertaris dan atasan justru lebih seperti kakak adik kandung!"ucap Raihan.
"heem,Kak Luna bukan hanya sekertaris bagiku tapi dia lebih dari itu,dia kakak,teman dan juga seperti ibuku.Kau ingat saat alergiku kambuh dia mengomel karna aku tidak bisa menjaga diriku,dan saat melihat wajah khawatirnya aku merasa bersalah,aku seperti manusia yang tak tau diuntung.Apa kau tau Rai,aku adalah penghalang kebahagiannya tapi dia masih bisa menyanyangiku dengan tulus."tutur Jeny.
"tunggu Ra,aku sedikit bingung dengan pernyataanmu,apa maksudnya bahwa dirimu adalah penghalang kebahagian sekertaris Luna?"tanya Raihan bingung.
"huft,Sekertaris Luna sebenarnya adalah kekasih dari kakak kandungku Ryan ,mereka menjalin hubungan menjaling hubungan mulai saat dari bangku kuliah,sampai aku menikah diusiaku 21 tahun.Kau bisa bayangkan berapa lama mereka menjalin kasih Rai,tapi mereka belum bisa membawa hubungan mereka ke dalam ikatan suci pernikahan karena adanya diriku?"jawab Jeny dengan suara yang sendu.
"kenapa karena adanya dirimu penyebab mereka tidak bisa menikah secepatnya,apa kau tidak setuju dengan hubungan mereka waktu itu?"tanya Raihan semakin dibuat penasaran.
Jeny menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa bukan itu penyebabnya bukan karena dirinya tidak setuju akan hubungan asmara yamg dijalin kakaknya.Bahkan dirinya baru mengetahui kalau kakak laki-laki satu-satunya itu memiliki kekasih saat dirinya akan lulus dari kuliah,dan Jeny pun mengetahui perjalanan cinta kakaknya saat kakak laki-lakinya itu koma,ia mengetahui itu dari bubu catatan pribadi kakaknya yang ia temukan di kamar kakak lelakinya itu.
__ADS_1
"ini semua karena sumpah.."