
Setelah selesai berbicara dengan sekertaris Luna tadi,akhirnya Jeny memilih untuk langsung ke kamarnya untuk melepas lelah.Baru saja ia merebahkan tubuhnya dikasur empuknya,ponselnya bergetar tanda ada pesam masuk.
from no +6282365708787
sudah tidur Ra?
"Rai,dari mana dia tau no telfonku"gumam Jeny pelan,Jeny langsung tau siapa pengirim pesan itu karena hanya Rai yang memanggil dirinya dengan nama Rara.
Jeny pun segera membalas pesan singkat itu.
to +6282365708787
belum Rai,ada apa?
Seteleha membalas pesan itu tak selang beberapa lama ponsel Jejy berdering.
kring...kringg..kring..
Jeny mengakat telf itu.
"halo.."jawab Jeny
"hai Ra,apa aku menganggu waktu istirahatmu?"
__ADS_1
"em,tidak juga Rai,ada apa?"
"Ra,maaf sepertinya besok aku tidak bisa menemanimu untuk bertemu Kai dan teman-temanya untuk bertemu bang Jono,besok siang ternyata aku ada jadwal operasi"ucap Raihan dengan penuh nada penyesalan karena tidak bisa menemani sang pujaan hati dari seberang telfon sana.
"tidak apa-apa Rai,aku bisa pergi sendiri ,semoga operasimu besok berjalan lancar"
"terima kasih Ra,tapi tolong kabari aku perkembangan selanjutnya tentang rumah singgah itu"
"iya,nanti aku ceritakan pertemuanku dengan bang Jono tentang pembahasan rumah singgah itu"
"selamat tidur Rara,mimpi indah"ucap Raihan disebrang sana.
"hem,selamat istirahat Rai"balas Jeny.
Setelah bicara dengan Rai ditelfon ,Jeny memutuskan untuk tidur.
Jika Jeny Aurora Wijaya tengah masuk ke alam mimpi berbeda dengan sang pria tampan nan cerdas yang banyak diburu oleh wanita lanjang diluar sana yaitu Raihan Adiguna tengah membicarakan hal serius pada seseorang dihadapanya.
"bagaimana,kau sudah mendapatkannya?"tanya Raihan serius.
"sudah tuan,ini"sambil menyerahkan sebuah flasdis
"apa informasi yang kau dapat?"
__ADS_1
"garis besarnya adalah dia dulunya juga anak panti,karna panti yang ia huni terkena gusur,dan seluruh anak-anak panti lepas begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab,sedang anak-anak jalanan itu dulu masih balita ketika panti itu digusur,dan tidak aa satupun yang mau menagung anak-anak itu,makanya Jono membawa anak-anak itu dan membesarkan mereka, selebihnya ada dalam flasdisk itu tuan."terang informan itu.
"baiklah,aku akan melihatnya nanti,untuk besok tetap ikuti kemanapun Raraku pergi!"titah Raihan tegas.
"baik tuan"
"jangan sampai ketahuan oleh pengawal bayangan yang dikirim oleh sekertaris Luna,pastikan mereka tidak tau kehadiranmu"peringatan Raihan.
"baik tuan,saya akan pastikan itu"jawab orang suruhan Raihan mantap.
"sekarang kau boleh pwrgi dan beristirahatlah."
"baik tuan permisi,saya undur diri"pamit sang bawahan dengan sedikit membukukan badannya sebagai tanda hormat dan pamit.
Ya sejak Jeny mengatakan ingin bertemu dengan seseorang yang bernama bang Jono itu,Raihan segera bergerak cepat untuk mencari tau siapa laki-laki yang diceritakan oleh anak-anak jalanan itu.Raihan ingin memastikan bahwa Jeny aman bertemu dengan orang itu,makanya ia segera menyuruh orang kepercayaannya untuk mendaota informasi tentang bang Jono.
Sejujurnya Raihan ingin sekali menemani Jeny untuk bertemu Bang Jono dan membahas rumah singgah untuk anak-anak jalanan itu,taoi apalah daya kewajibanya sebagai seorang dokter menuntutnya untuk tetap profesional bagaimanaoun dirinya sudah terikat sumpah kedokteran yang ia jalani.
"kuharap kau selalu baik-baik saja Ra,dan Tuhan selalu melindungi setiap langkah mu"doa tulus Raihan untuk wanita pengikat hatinya.
Entah kapan seorang Raihan Adiguna akan mengukapkan perasaannya.
bersambung...
__ADS_1