Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Apa yang terjadi padamu?


__ADS_3

"Jen,kamu baik-baik saja!"tanya Raihan yang khawatir melihat wajah Jeny yang tampak gelisah dan sedikit pucat.


"bisakah ,kamu tepikan mobilnya Rai?"tanya Jeny.


Tanpa kata Raihan segera menghentikan mobil yang ia kendarai ke pinggir jalan.


Setelah mobil berhenti Jeny segera keluar dari mobil.


hoek..hoek...


Suara Jeny yang ingin muntah,tapi tak kunjung muntah,semakin membuat Jeny tersiksa.


"Jen,kamu baik-baik saja?"tanya Raihan khawatir,melihat Jeny akan muntah tapi tak kunjung ada yang dimuntahkan.


"Apa kita perlu ke rumah sakit Jen?"tanya Raihan lagi dengan panik.Mendadak otak pintarnya seorang dokter Raihan menjadi bodoh karena terlalu khawatir melihat wajah pucat Jeny.


Tin..Tin..


Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat dibelakang mobil milik Jeny.


Seorang wanita berpakaian serba hitam turun dari mobil sedan hitam itu dan bergegas berlari kearah Jeny yang tengah membungkuk seakan ingin muntah tapi tak ada yang keluar dari perutnya hanya keringat dingin dan wajah pucat yang nampak diwajah cantiknya.


"nona anda baik-baik saja"Luna segera merengkuh tubuh nona mudanya.


Ya wanita yang datang dengan mobil sedan itu adalah Luna sang sekertaris.

__ADS_1


"siapa anda ?apa yang anda lakukan pada nona muda saya?"cecar Luna pada Raihan tak lupa tatapan tajam ia berikan pada Raihan.


"a..ku..ti..dak..melakukan apapun"jawab Raihan terbata.Ia juga masih bingung dan panik melihat keadaan Jeny.


"apa yang kau berikan pada no..?"cecar Luna tapi sebelum ia selesai bicara sudah dihentikan oleh Jeny.


"sudah kak Lun,ayo kita pulang"ucap Jeny lirih tapi masih dapat didengar oleh Luna.


"baik nona"saut Luna


Luna segera memapah Jeny masuk kedalam mobilnya.


"tolong minta supir mengatar tuan Rai kak Lun"titah Jeny lemah.


"tuan Rai,siapa dia nona?"tanya Luna.


"baik"


Setelah Luna mengantar Jeny masuk kedalam mobilnya,Luna bergegas menyuruh sopir yang datang bersamanya tadi untuk mengantar pria yang dimaksud sang nona muda,banyak pertanyaan yang ada dikepala Luna saat ini.Tapi ia urungkan untuk bertanya apa yang terjadi pada sang nona.


Yang bisa Luna pastikan saat ini adalah sang nona muda sepertinya telah melanggar pantangan makanan dan minuman yang harusnya tidak dia dikonsumsi.


Setelah mengatakan pada sopir,Luna bergegas masuk kemobil yang dibawa Jeny,Luna bergegas memacu kuda besi itu tanpa berpamitan atau basa-basi lagi pada Raihan.


Sedang Raihan yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada Jeny hanya diam mematung ditempatnya,matanya tak lepas menatap mobil yang ditumpangi Jeny yang mulai menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


Apa yang terjadi padamu Jen?kenapa kau tiba-tiba terlihat kesakitan seperti itu bathin Raihan.


"mari tuan,saya akan mengantar anda"sebuah suara membuyarkan lamunan Raihan.


"ah..iya pak,terima kasih"saut Raihan.


Raihan pun berjalan mengikuti kemana langkah pria itu membawanya.Pak sopir membukan pintu untuk Raihan.


"silahkan tuan"


"ya.."Raihan masuk kedalam mobil.


Pak sopir pun segera masuk dibalik kemudi,dan segera melajukan mobil sedan hitam tadi yang dia bawa saat bersama sekertaris Luna.


Didalam mobil Raihan masih terdiam termenung.


"kemana saya harus mengatar anda tuan"tanya sopir itu.


"oh..ke alamat jalan xx ,pak"jawab Raihan.


"baik tuan"


Raihan kembali mengingat Jeny.


*Apa yang terjadi padamu Jen?

__ADS_1


bersambung*


__ADS_2