Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
meyakinkan


__ADS_3

"jika nanti saat sudah bertemu denganku dan ternyata ibumu menolak aku sebagai calon istrimu maka saat itu juga aku mundur,aku menolak lamaran mu,tapi..."


"tapi apa Ra?"potong Raihan cepat.


"please,jangan membuatku takut dan berfikir buruk tentang keputusanmu nanti"lanjut Raihan memohon.


"seperti kataku tadi jika ibumu menolakku maka aku akan mundur,dan itu arti aku menolak lamaranmu tapi jika ibumu menerima aku sebagai calon istrimu maka jawaban untuk lamaran mu adalah iya"ucap Jeny lembut.


"benarkah,jadi jawabanmu tergantung mama ku begitu?"tanya Raihan senang.


"hm"Jeny menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"yes,aku yakin mama pasti setuju dengan pilihanku" ucap Raihan girang ,sampai ia, mengenpal kan tangan keudara.


"tapi.."potong Jeny.


"tapi apa lagi sweety?"tawar Raihan reda mendengar kata tapi dari mulut mungil wanita pujaanya itu.

__ADS_1


"tapi berjanjilah Rai ,kalau kau tidak boleh memaksa ibumu untuk menerimaku,kamu tidak boleh memaksakan kehendakmu terhadap ibu mu bisa kah kau berjanji Rai?"


"aku berjanji,aku tidak akan memaksa mamaku Ra,percayalah!,dan aku yakin jika mama pasti suka dengan pilihan putra tampannya ini"ucap Raihan tersenyum.


Jeny pun tertular senyuman dari si dokter tampan Raihan Adiguna.


"satu lagi Rai"


"apa lagi sweety?"


"berjanjilah jika nanti ibu mu menolakku maka terimalah dengan lapang dada dan jangan membencinya,ikuti keputusan ibumu.apa kamu mau berjanji akan hal itu Rai?"


"Jeny Aurora Wijaya,kenapa lagi..lagi..lagi kamu mengatakan hal yang mengisyaratkan seolah-olah hubungan kita ini tidak akan berhasil,kenapa?"


"kita harus siap dengan segala kemungkinan Rai,termasuk kemungkinan terburuk sekalipun.hanya itu,kita tidak tau kedepan akan seperti apa bukan?aku tidak mau karena diriku hubunganmu dengan ibu mu menjadi tidak baik,jika ibumu menolakku aku sebagai calon istrimu ,aku tidak ingin itu,jadi ku mohon mengertilah Rai,"Jeny menjeda ucapan nya sejenak melohat Raihan yang hanya terdiam.


"Rai,bisa kah kau berjanji akan hal itu!"pinta Jeny.

__ADS_1


Raihan menatap dalam kedua mata indah milih wanita yamg telah mengisi hatinya ini.


aku memang tidak.salah memilihmu Jeny Aurora Wijaya belum jadi istriku saja ,kau sudah memikirkan perasaan mama ku,ucapanmu semakin membuatku yakin akan pilihanku untuk menjaadikan dirimu pendamping diriku bathin Raihan.


"dengarkan ini Jeny Aurora Wijaya,aku berjanji tidak akan membenci mamaku jika beliau menolakmu sebagai menantunya tapi aku akan meyakinkan beliau bahwa Jeny Aurora Wijaya adalah wanita yang tepat untuk seorang Raihan Adiguna,kau mengerti"


"Rai,jan.."Raihan menutup bibir mungil Jeny dengan jari telunjuknya.


"sst..tidak ada penolakan,tidak ada negoisasi lagi Nona Jeny Aurora Wijaya,keputusan ku sudah bulat,kita tunggu hasilnya besok malam saat kau sudah bertemu mama ku,mengerti!"ucap Raihan tegas namun lembut.


Dan Jeny hanya mampu diam tak berkata apapun.


"ayo kita habiskan minuman coklat ini ,lalu pulang,aku tidak mau kena amukan dari sekertaris Luna nanti jika mengatarmu pulang melebihi batas waktu yang ditentukan."ucap Raihan memecah keheningan.


"memang Kak Luna memberi batas waktu untukmu?"tanya Jeny karna seingatnya sekertaris Luna tidak berpesan apapun pada dirinya.


"hm,dia melebihi dia benar-benar seorang sekertaris yang posesif"gerutu Raihan.

__ADS_1


bersambung...


"


__ADS_2