
tak..tak..tak..
Suara langkah seseorang beradu dengan lantai keramik membelah lorong rumah sakit yang terlihat sepi pengunjung karena memang ini adalah lorong kamar rawat VVIP.
"selamat malam nona"seorang perawat menyapa Jeny disertai sedikit membungkukan badannya sebagai tanda hormat.
"selamat malam..bagaimana hari ini"tanya Jeny dengan tatapan memandang kakaknya yang masih setia memejamkan matanta sejak 3tahun lalu,sejak kecelakaan naas itu terjadi tepat setelah tiga bulan ia menikah.
"masih sama seperti hari-hari sebelumnya nona,tuan muda Ryan belum menujukan berubahan yang berarti"jelas perawat menjaga Ryan.
"hufh..begitu ya.."saut Jeny dengan suara yang begitu sendu.
"istiralahat..aku yang akan menjaga kakakku"titah Jeny pada perawat tersebut.
__ADS_1
"baik nona..saya undur diri..selamat malam"disertai sedikit membungkukan badan sebagai tanda hormat.
"kak Lun,pulanglah malam ini aku akan menginap disini,kakak bisa pulang dan beristirahat."titah Jeny pada Luna sekertarisnya.
"jika nona menginap,saya juga akan menginap"dengan iris matanya melirik laki-laki tampan yang memegang hatinya saat ini masih tengah berjuang antara hidup dan mati.
aku datang apa kau merasakan kehadiran ku bathin Luna.
"baiklah terserah kak Luna,kakak bisa menempati kamar biasanya"ucap Jeny lesu.
"hem..selamat malam kak Lun"ucap Jeny lembut diiringin senyum tipis dibibirnya.
"selamat malam juga nona.."balas Luna tersenyum tulus pada sang nona muda Wijaya.
__ADS_1
selamat malam juga mas,aku merindukanmu,ku mohon cepatlah bangun dati tidur panjang mu bathin Luna memandang kekasihnya yang masih setia menutup mata.
Ya Luna dan Ryan adalah sepasang kekasih.Meski tak banyak yang tau tentang hubungan mereka.Mereka sudah lama merajut kasih sejak kuliah, tapi belum bisa menikah karna terhalang janji sang kekasih yang belum mau menikah jika sang adik belum menikah dan Luna pun sanggup untuk menunggu.Karna Luna tau,Ryan sang kekasih begitu menyanyangi adiknya yaitu Jeny karna hanya Jenylah satu-satunya keluarganya saat ini,kedua orang tua Ryan dan jeny meninggal saat umur Ryan 21tahun dan Jeny saat itu baru 15tahun.
Sejak saat itu diumur yang masih sangat muda Ryan mengantikan Ayahnya yaitu tuan Wijaya memimpin WIJAYA GRUP.Meski usia Ryan masih muda saat itu tapi ia sudah mampu untuk memimpin perusahaan sebesar itu karena sejak masih remaja tuan Wijaya sudah mengenalkan perusahaan pada Ryan.
Luna bersedia menunggu sampai Jeny sang adik menikah,dan saat itu datang,Ryan dan Luna sudah merencanakan masa depan mereka yaitu untuk meresmikan jalinan asmara yang telah lama mereka Rajut tapi apalah daya takdir Tuhan tak sejalan dengan keinginan dua sejoli ini.Tepat setelah 3 bulan adiknya menikah,Ryan justru mengalami kecelakaan naas itu hingga menyebabkan Ryan koma sampai saat ini.
Kesetian Luna terhadap Ryan dan keluarga Wijaya tidak perlu diragukan lagi.Karna keluarga Wijaya lah Luna bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya yang hanya seorang anak panti dan berkat kecerdasaanya lah ia bisa berkarir di Wijaya grup.
Dan jangan tanyakan kesetianya pada Ryan kekasihnya sekaligus atasanya itu.Cintanya yang begitu besar pada Ryan tak bisa membuat dia berpaling kepada pria manapun.Terbukti Luna tetap setia menunggu Ryan dari dulu.
Itulah Luna ambaresa.
__ADS_1
bersambung