Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Kenalan


__ADS_3

"Anda mau pesan apa nona?"tanya Raihan pada Jeny yang masih terdiam karna masih merasajeny malu akan tindakannya tadi dipemakaman yang tiba-tiba memeluk Raihan saat mendengar suara petir.


Ya saat ini Raihan dan Jeny sedang berada disalah satu tempat makan terdejat dari tempat pemakaman tadi.Raihan menumpang mobil Jeny karna tiba-tiba salah satu ban mobilnya kempes.


"em..apa saja tuan,terserah anda."jawab Jeny.


"em..baiklah bagaimana kalau mie kuah saja dan teh panas sepertinya cocok untuk cuaca saat ini"tawar Raihan.


Saat ini memang Raihan dan Jeny hanya berada dirumah makan sederhana,jadi tidak ada menu yang istimewa dirumah makan tersebut.


Jeny terdian sesaat,kemudian ia menganggukan kepalanya tanda setuju.


Raihan memanggil salah satu pelayan dirumah makan tersebut.


"mas.."panggil Raihan.


Seorang pelayan laki-laki berjalan kearah Raihan.


"ya pak mau pesan apa?"tanya pelayan sopan.


"mie kuah 2 dan teh pas 2"jawab Raihan menyebutkan pesanannya.


"baik mas..ditunggu pesanannya"ucap sang pelayan setelah usai mencatat pesanan Raihan tadi.Pelayan itupun berlalu,.


Sekarang tinggal Raihan dan Jeny.Keduanya saling terdiam beberapa saat sampai suara Raihan memecah keheningan diantara keduanya.


"ehem..maaf sebelumnya kita belum berkenalan nona, rasanya aneh kalau kita duduk disatu meja taphai tidak tau nama masing-masing.Kenalkan nama saya Raihan"ucap Raihan dengan tanganya ia ulurkan.


"ah..iya anda benar tuan,saya Jeny,salam kenal tuan"Jawan Jeny dengan menjabat tangan Raihan yang diulurkan kepadanya.


"baiklah nona Jeny,bolehkah saya hanya memanggil dengan sebutan nama saja"ijin Raihan.


"terserah anda tuan senyaman anda saja mau memanggil saya apa"ucap Jeny ramah tak lupa senyum tipis ia sematkan dibibir indahnya.

__ADS_1


"benarkah boleh senyaman saya?"tanya Raihan memastikan.


"tentu"jawab Jeny diiringi anggukan kepalanya.


"jadi kalau saya nyaman memanggil anda sayang,boleh?"goda Raihan untuk mencairkan suasanan yang begitu canggung diantara mereka.


"APA!"pekik Jeny kaget mendengar perkataan Raihan barusan.


"ha..ha ..ha.."tawa Raihan pecah melihat wajah terkejut Jeny.


Jeny hanya terbengong melihat Raihan tertawa.


Apa yang sedang dia tertawakan bathin Jeny.


"saya hanya bercanda nona kenapa aja tegang begitu!"sloroh Raihan setelah bisa meredakan tawanya.


Tapi doaku ,suatu saat nanti bisa memanggilmu sayang lanjut Raihan didalam hati.


"ah..begitu"ucap Jeny.


"o..ya tadi anda kepemakaman mengunjungi makam siapa Jen?"tanya Raihan.


"makam kedua orangtua saya tuan."jawab Jeny sendu.


"maaf Jen!"ucap Raihan melihat wajah sendu Jeny.


"tidak apa tuan,itu sudah lama berlalu,saya hanya merindukan mereka makanya tadi saya berkunjung"saut Jeny.


"Jen,bisakah tidak memanggilku dengan sebutan tuan,kau bukan pelayakun jadi rasanya aneh jika kau memanggilku seperti itu,bisakah kau memanggilku dengan namaku saja"pinta Raihan.


"oh..baiklah tu..em..Rai.."menuruti keinginan Raiham.


"Rai.."gumam Raihan pelan.

__ADS_1


"anda keberatan saya memanggil anda seperti itu"tanya Jeny yang masih mendengar gumaman Raihan.


"oh..tidak saya suka panggilan itu"jawab Raihan dengan tersenyum.


Selanjutnya mereka terlibat obrolan santai sampai pesanan mereka datang.


Pelayan memgatarkan makanan yang tadi mereka pesan.


Raihan dan Jeny menikmati menu makan yang cukup sederhana itu.


"em..mie kuahnya enak Jen,bagaimana menurut mu?"menanyakan pendapat Jeny tentang makanan yang mereka makan saat ini.


"benar,kuahnya segar"jawab Jeny.


Setelah menghabiskan mie kuahnya,Raihan menyeruput teh hangat miliknya.


"ah..tehnya juga enak"puji Raihan.


Sedang Jeny tampak ragu-ragu meminum teh miliknya.Jeny mencoba mengesampingkan rasa khawatirnya ,kemudian meminum teh miliknya.


"ya..tehnya enak!"saut Jeny yang berhasil menghabiskan separuh teh nya.


Setelah selesai ,Raihan membayar tagihan makanan mereka.


Sekarang mereka telah berada dimobil mewah milik Jeny yang dikemudikan oleh Raihan.Didalam mobil Jeny tampak gelisah seperti menahan sesuatu.Sesekali Jeny menutup mulutnya dengan tangan,terlihat seperti ingin muntah.


"Jen,kamu baik-baik saja!"tanya Raihan yang khawatir melihat wajah Jeny yang tampak gelisah dan sedikit pucat.


"bisakah ,kamu tepikan mobilnya Rai?"tanya Jeny.


Tanpa kata Raihan segera menghentikan mobil yang ia kendarai ke pinggir jalan.


Setelah mobil berhenti Jeny segera keluar dari mobil.

__ADS_1


hoek..hoek...


bersambung


__ADS_2