
"kalian mau pergi"suara bariton memghentikan langkah Jeny dan Luna.
"Rai" Jeny sedikit terkejut melihat Raihan lagi-lagi berada di perusahaannya.
"Hai Ra!"sapa Raihan tersenyum lembut.
"hai juga Rai!"balas Jeny ramah.
"selamat siang sekertaris Luna"tak lupa Raihan juga menyapa orang yang selalu berada sisi sang pujaan hati.
"siang juga Tuan Raihan,kebetulan sekali anda ada disini,bisakah anda menemani nona muda pergi keluar?"tanya Sekertaris Luna.
"kak Lun,aku bisa pergi sendiri!"Jeny menyauti.
"Rara ingin pergi kemana sekertaris Luna?"tanya Raihan,ia mengabaikan perkataan Jeny.
"Rara?siapa Rara?"Tanya Luna bingung bukanya ia sedang membahas nona mudanya Jeny kenapa dokter Raihan malah menyebut nama wanita lain.
"ah..maaf maksudku Rara adalah Jeny,itu panggilan khusus dariku untuknya"menjawab Raihan yang melihat kebingungan sang sekertaris Luna.
"oh.."Luna hanya ber oh ria.
apa hubungan mereka sudah begitu dekat hingga tuan Raihan punya panggilan khusus untuk Jeny.apa ada yang aku lewatkan tentang mereka bathin Luna.
"Rara ingin pergi kemana sekertaris Luna?"pertanyaan Raihan membuyarkan lamunannya.
"Nona muda ingin menemui anak-anak jalanan yang ia temui tadi pagi tuan Raihan,ia tidak mau saya temani dan nona muda juga tudak mau memakai sopir."jawab Sekertaris Luna panjang lebar.
"APA?"pekik Raihan terkejut dibanyangan Raihan anak-anak jalanan yang akan Jeny temui adalah anak-anak jalanan yang punk dan sejenisnya.Jeny sampai terkejut mendengar pekikan Raihan.
__ADS_1
"maka dari itu aku ingin meminta anda untuk menemaninya"ucap Luna.
"baiklah aku akan menemaninya,kebetulan aku memang kesini untuk mengajak Rara makan siang diluar"saut Raihan.
"hei..aku bisa pergi sendiri.aku bukan anak kecil yang kemana-mana harus ditemani,aku hanya akan menemui anak-anak jalanan bukan mafia,kalian tidak perlu khawatir"tolak Jeny
"ya atau tidak sama sekali princes"
"tidak ada bantahan Ra"Ucap Raihan dan Luna bersamaan.
"kalian menyebalkan"saut Jeny.
Jeny dengan kesal melangkah keluar.
"saya titip nona muda Jeny tuan Raihan."ucap Luna.
Raihan pun bergegas menyusul Jeny.Akhirnya Raihan bisa berjalan beriringan dengan jeny.
"kita pergi dengan mobilku Ra"
"hmm"jawab Jeny singkat.
Raihan segera membukakan pintu mobil untuk Jeny.Tak lupa ia pun memasangkan seltbad ke untuk Jeny.
deg..deg..deg..
Suara detak jantung Raihan dan Jeny detak kencang.Raihan dan Jeny sangat gugup dengan posisi mereka yang begitu dekat saat Raihan memasangkan sabuk pengaman ketubuh Jeny.
"kita berangkat sekarang"ucap Raihan setelah mampu menetralkan debar jatungnya.
__ADS_1
"hm"jawab Jeny yang masih belum mampu menguasai debaran didadanya.
Raihan melajukan mobil yang membawa mereka ke tempat anak-anak jalanan yang Jeny temui tadi pagi.Sesaat didalam mobil terjadi keheningan diantara mereka sampai,suara Raihan memecahkan keheningan itu.
"apa kita perlu membeli makanan dulu untuk anak-anak jalanan yang ingin kau temui Ra?"tanya Raihan.
"em tidak usah Rai,aku ingin mengajak mereka ke restauran,apa kau keberatan?"taya Jeny balik.
"tidak,mau kita ajak kerestauran mana?"
"restauran terdekat dari tempat mereka nanti saja"
"baiklah,sesuai keinginanmu sweety"jawab Raihan tanpa sadar.
deg...
Jantung Jeny lagi-lagi berdebar mendengar panggilan Raihan.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat akhirnya mereka sampai ketempat dimana tadi pagi anak-anak jalanan itu berada.
"dimana mereka Ra?"tanya Raihan ,yang memperhatikan tidak ada anak-anak jalanan.
"tadi pagi aku melihat mereka disitu"tunjuk Jeny pada satu titik.
Jeny mengedarkan pandangan kesekitar,dari dalam mobil
"Rai berhenti.."
bersambung...-----
__ADS_1