
Bayi mungil yang ternyata berjenis kelamin laki-laki itu masih tidur terlelap dengan nyaman didalam gendongan Jeny Aurora Wijaya.
"letakan saja bayi ini ,disini nona"ucap Bu Fatimah sambil menujuk box bayi diruangan itu.
"sebentar lagi bu,takut dia nanti akan terganggu dan bangun"tolak Jeny sambil menimang-nimang dan menepuk pelan pantat sang bayi supaya tidurnya semakin lelap.
"nanti anda lelah nona!"saut bu Fatimah.
"tidak bu,o..ya bu siapa nama bayi tampan ini?"tanya Jeny.
"kami belum memberinya nama nona,karna saat ini bayi ini statusnya hanya dititipkan disini sampai polisi menemukan siapa orang yang sudah menaruh bayi ini didepan pintu asuhan.Kami segaja melaporkan penemuan bayi ini kepada pihak yang berwajib,untuk kenyamanan bersama,Kami takut jika kami tidak melaporkannya akan terjadi fitnah pada panti ini"jelas bu Fatimah panjang lebar..
"langkah yang ibu ambil sudah benar,em..apa boleh saya yang memberi nama bayi ini?"tanya Jeny.
__ADS_1
"tentu saja nona"jawab Ibu Fatimah tersenyum.
"bolehkan bayi tampan ini aku panggil King"ucap Jeny dengan memandang wajah mungil tanpa dosa yang tengah terlelap dalam gendongannya.kedua sudut bibirnya terangkat sempurna kala menyebutkan nama panggilan bayi itu.
"nama panggilan yang bagus nona"saut ibu Fatimah.
"nona muda,saatnya kita pergi bukankah anda ada janji dengan Kai dan teman-temanya untuk bertemu dengan bang Jono."panggilan Luna mengalihan perhatian Jeny dari bayi tampan itu.
"jam 11 siang nona"jawab Sekertaris Luna.
"baiklah,aku tidurkan dulu bayi tampan ini"ucap Jeny.
Jeny meletakan dengan sangat pelan-pelan bayi King didalam box bayi supaya bayi tampan itu tidak terbangun.Tapi baru saja Jeny melepas tanganya dari si bayi langsung menangis seolah dia tau akan ditinggal.Dengan sigap Jeny mengendong baby King kembali.
__ADS_1
"cup..cup..sayang jangan menangis,mommy pergi dulu ya,nanti mommy kesini lagi kalau ada waktu hm"ucap Jeny pada baby King dengan terus menimang baby King supaya berhenti menangis.
Seolah mengerti dengan ucapan Jeny bayi kecil nan tampan menurut Jeny lambat laut mulai tenang dan tertidur kembali.Jeny dengan sangat hati-hati meletakan kembali baby King kedalam box bayi dan beruntungnya bayi itu tidak menangis.
"titip baby King ya bu,jika ada berita selanjutnya tentang baby King dari pihak yang berwajib tolong hubungi saya"ucap Jeny pada Bu Fatimah selaku pengurus panti.Sebenarnya ia enggan untuk meninggalkan baby King,entah mengapa saat melihat bayi munggil itu Jeny langsung jatuh cinta pada bayi itu.Mungkin keriduan dirinya untuk menjadi seorang ibu yang membuat dirinya langsung jatuh cinta pada bayi itu.
Selama 3 tahun pernikahannya dengan mantan suaminya Rendy Hutomo dulu ,tuhan belum mempercayaan malaikat kecil tumbuh dirahimnya.Jeny sering menangis sendiriian setiap dirinya mengalami datang bulan yang menandakan lagi-lagi dirinya belum hamil.Tapi rasa sedih itu ia simpan sendiri dan hatinya semakin hancur saat tau mantan suaminya mendua dengan alasan dirinya tak kunjung hamil.
"mari nona muda saatnya kita pergi"ucapan Luna membuyarkan lamunan Jeny tentang masa lalunya.
Dan lagi setiap hal yang Jeny lakukan tadi tak lepas dari pandangan seseorang.
bersambung...
__ADS_1