Terjerat Cinta Janda Ceo

Terjerat Cinta Janda Ceo
Mengadu


__ADS_3

Setelah Rendy keluar dari kamar,Jeny menatap kebawah dilihatnya mobil suaminya keluar dari mansion.


"semoga apa yang aku pikirkan salah mas,semoga apa yang kau katakan tadi benar mas,kau pergi memang untuk bertemu klienmu bukan menemui dia"gumam Jeny lirih.


jika ternyata kau pergi malam ini untuk menemui dia maka aku harus menyerah berdiri sisimu bathin Jeny nelangsa.


"kakak aku merindukanmu"gumam Jeny lagi.


tok..tok..tok..


Mendengar suara pintu diketuk,Jeny pun beranjak dari balkon.


ceklek


"ya bi..."


"makan malam sudah siap nona."


"baiklah saya akan turun.."


"baik nona"


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Malam itu Jeny menikmati makan malamnya sendirian.Ia makan dengan perasannyang entah seperti apa.


"aku sudah selesai ,bereskan semuanya"titah Jeny pada pelayan.


"baik nona"

__ADS_1


Jeny beranjak dari kursi nya menuju kamarnya.Lagi-lagi Jeny hanya termenung sampai suara dering ponselnya menyadarkannya.


"ya.."


"saya mengirimkan kemana Tuan Rendy pergi nona"


"baiklah,aku akan melihatnya."


tut


Setelah sambungan telfonnya berhenti Jeny melihat hasil laporan orang suruhannya tentang suaminya.


deg


Jantung Jeny seakan berhenti berdetak melihat apa yang dikirim orang suruhannya.


*Ternyata benar dugaanku mas.kamu pergi menemuinya.Apa masih belum cukup kemarin beberapa hari bersama?Apakah ini akhirnya mas?Jika memang kau sudah tak menginginkan aku lagi harusnya kamu bilang padaku mas,bukan dengan menyakitiku seperti ini.jika kamu bilang memang sudah tak menginginkanku lagi maka aku akan pergi dengan sendirinya mas.kenapa dengan cara seperti kamu membuat aku berfikir untuk pergi darimu mas.Sekarang pada siapa aku harus mengadu tentang masalahku bathin Jeny perih.


Jeny seketika teringat kakak satu-satunya,seorang kakak yang dulu selalu ada untuknya,kakak yang selalu jadi pelindungnya,kakak yang selalu memanjakanya kakak yang selalu ada untuknya.Tapi saat ini sang kakak yang ia sayangi tengah berjuang untuk hidup.


kakak aku harus bagaimana?rasanya sakit kak!bathin Jeny mengadu.


Merasa membutuhkan kakaknya Jeny memutuskan untuk pergi kerumah sakit meski waktu sudah malam.


Jeny pun berpamitan pada kepala pelayan bahwa ia akan menginap dirumah sakit jika suaminya bertanya meski Jeny tidak yakin suaminya akan pulang malam ini.


DIRUMAH SAKIT


Jeny berjalan dengan lesu keruangan dimana kakaknya dirawat.

__ADS_1


bruk..


pletak


Suara benda jatuh,ternyata ponsel yang Jeny pegang jatuh saat bertabrakan.


"maaf..maaf..saya tidak sengaja"Jeny buru minta maaf dan langsung berjongkok mengambil ponselnya.


"apa anda baik-baik saja nona"tanya orang yang ditabrak Jeny.


Jeny pun mengangkat wajahnya.


Sepasang mata indah itu bersitatap dengan sepasang mata elang milik pria yang ia tabrak.


deg..


Pria bermata elang itu terkesima melihat indahnya kedua mata Jeny,mata yang menyejukan.


"maaf nona saya juga ceroboh tadi."tutur pria tadi.


"ah..iya ,tidak apa-apa,saya juga baik-baik saja permisi"diiringi senyum khas Jeny yang pasti membuat orang yang melihatnya akan terpesona.


senyumnya...indah tapi..kenapa seperti ada sesuatu bathin sang pria.


"ah ya silahan nona"pria itu memberi jalan


Jeny berlalu meninggalkan pria itu.


*Semoga kita bisa bertem*u lagi bathin sang pria yang menatap punggung Jeny yang mulai menjauh.

__ADS_1


"ah..aku lupa aku harus memeriksa pasien khusus itu"ujar sang pria yamg ternyata berprofesi sebagai seorang dokter.


bersambung..


__ADS_2