
Setelah melaju beberapa saat Jeny menemukan Resto terdekata.Ia pun meminta Raihan untuk masuk ke resto itu.
"kita makan disini ya"ucap Jeny pada Kai dan An.
"Ayo turun"ajak Jeny.
Kain dan An masih diam terdiam tak beranjak dari tempatnya.
"Apa tidak apa-apa kak,kami makan disini?tanya Kai
"memang kenapa?"tanya Jeny bingung
"kami takut membuat kakak malu "jawan Kai menunduk.
Yang ada dihadapannya saat ini adalah resto yang cukup mewah untuk mereka.Kai dan An takut membuat Raihan dan Jeny malu.
"kenapa kalian takut?ini tempat umum Kai,semua orang bisa kesini,bukan kah harusnya mereka senang jika makan diresto milik mereka"ucap jeny menenangkan.
"itu jika hanya untuk orang seperti kakak,akan berbeda jika itu kami kak"saut Kai dan diangguki oleh An.
Jeny yang mengerti dari maksud Kai dan teman-temanya pun,hanya nenghela nafas lemah.Jeny yakin bahwa anak-anak ini takut ditolak untuk masuk ke resto iti atau bahkan lebib parah lagi mungkin akaan diusir jika mereka datang sendiri kesitu.Jeny juga mengerti ketakutan mereka yang tidak ingin membuat malu dirinya.Karna begitulah realita kehidupan kadang masih banyak orang yang menilai kehormatan seseorang hanya dari harta saja.
__ADS_1
Jeny segera turun dari mobil,disusul oleh Raihan.Jeny langsung membuka pintu mobil bagian belakang dimana anak-anak itu duduk.
"ayo turun Kai,An,jika memang nanti kita tidak diterima masuk diresto ini kita akan cari tempat lain,sekarang kalian dalam perlindungan kakak mengerti ,jika mereka melarang kalian masuk ,kakak juga tidak akan masuk.Mengerti!"ucap Jeny menenangkan ,diulurkan nya tangan Jeny pada Kai.
"ayo jangan ragu,kami bersama kalian."Raihan menimpali.
Akhirnya mereka pun masuk kedalam resto itu.Meski banyak mata yang memandang kehadiran mereka tapi Jeny dan Raihan tak peduli.Mereka oun mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka dudukki
Seorang pelayan menghampiri tempat mereka duduk.
"silahkan tuan nona"ucap sang pelayan sambil memberikan buku menu kepaa Raihan dan Jeny masing-masing satu.Pelayan itu memandang anak-anak jalanan itu dengan tatapan meremehkan.
"tidak perlu,kenapa saya harus merasa tidak nyaman,mereka datang bersama saya,jadi mereka harus satu meja dengan saya"ucap Jeny tegas.
"saya tau apa yang anda pikirkan nona,dan saya harap anda tidak seperti itu"lanjut Jeny lagi.
Pelayan wanita itu langsung terdiam mendengar perkataan Jeny.
"kamu mau pesan apa Ra?"tanya Raihan lembut memecahkan ketegangan antara pelayan tadi demgan Jeny.
"sama kan saja dengan mu!"jawab Jeny.
__ADS_1
"baiklah,"saut Raihan.
Sedang Jeny juga tengah mebaca buku menu itu untuk memilihkan anak-anak makanan.
"apa diantara kalian ada yang alergi makanan atau minuman tertentu?"tanya Jeny.
"tidak kak"jawab mereka serentak.
"baiklah,apa tidak apa-apa jika kakak yang memilihkan untuk kalian?"tanya Jeny.
Kai dan teman-temannya hanya mengangguk sebagai jawaban.Setelah menentukan pilihan Raihan mengatakan pada pelayanan tentang pesanan mereka.
Saat mereka menunggu pesanan datang.
"bukankah itu Nona Jeny Aurora Wijaya mantan istri dari CEO Hutomo grup"
"jadi benar gosip yamg beredar tentang penyebab perceraian mereka karena ada orang ketiga"
"iya buktinya dia yang lebih dulu terlihat bersama seorang pria,sepertinya pria itu kekasihnya"
bersambung
__ADS_1