
Rumah singgah,saya ingin membuat rumah singgah untuk Kai dan teman-temanya"ucap Jeny tenang tapi penuh penegasan.
Hening..
"APA"pekik Bang Jono kaget mendengarkan perkataan Jeny barusan.
"tolong turunkan nada suara anda Tuan "Sekertaris Luna memperingati ,Luna tidak suka ada seseorang yang bicara dengan nada tinggi pada sang nona muda.
"em..maaf..maafkan saya nona ,saya tidak bermaksud,saya hanya terkejut mendengar perkataan nona Jeny"saut Bang Jono tidak enak karena sempat meninggikan nada suaranya tadi.
"tidak apa-apa sekertaris Luna,"ucap Jeny lembut.
"saya ingin membuat rumah singgah untuk anak-anak,dan saya berharap Bang Jono mau mengelola dan mengurus rumah singgah tersebut."tutur Jeny lagi.
"maaf nona,maksud nona dengan rumah singgah bagaimana?"tanya Bang Jono.
"saya akan menyiapakan satu rumah untuk kalian tempati nanti dan untuk semua hajad hidup kalian akan saya tanggung mulai dari pendidikan anak-anak dan keperluan lainnya."jawab Jeny tenang.
"kenapa nona ingin membuatkan kami rumah singgah,?"tanya Bang Jono dengan nada curiga.
Jeny hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari pengasuh anak-anak jalanan ini.Jeny tau kalau laki-laki dihadapnya ini menaruh curiga akan niat baiknya.
"tidak ada alasan khusus Bang,saya hanya merasa bahwa anak-anak ini layak mendapatkan yang terbaik"jawab Jeny lembut.
__ADS_1
"benarkah,saya rasa pasti anda menginginkan imbalan setelah apa yang anda lakukan untuk kami benar bukan?"selidik Bang Jono.
Lagi-lagi Jeny hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Bang Jono.
"cukup mengabdilah pada Wijaya Grup"potong sekertaris Luna cepat.
Bang Jono semakin bertambah kaget mendengar nama Wijaya grup.Nama salah satu perusahaan terbesar dinegara ini disebutkan.
siapa mereka?apa hubungan mereka dengan Wijaya grup?bathin Bang Jono
"ma..maksud anda apa nona?"tanya Jono sedikit terbata karena terkejut dam tatapan matanya tak lepas dari sekertaris Luna.
"kalian cu.."
"baik nona"saut Jeny patuh.
"ini tidak seperti yang anda fikirkan Bang Jono.Saya tidak bermaksud memanfaatkan anda dan anak-anak.Maksud dari selertaris Luna tadi adalah jika nanti ketika Kai dan teman-temanya besar nanti,saya berharap mereka mau jadi bagian dsri Wijaya Grup lebih tepatnya menjadi penjaga Wijaya grup kedepannya.Saya hanya seorang janda tampa anak Bang,dan saudara laki-laki saya satu-satunya juga tengah terbaring koma dirumah sakit selama 3tahun ini.Saat ini saya tidak punya orang kepercayaan selain ,sekertaris Luna.Saya hanya mengkhawatirkan Wijaya grub kedepannya.Tidak mungkin selamanya saya hidup,saya hanya ingin punya orang kepercayaan kedepannya.Dan melihat anak-anak ini ,entah mengapa hati saya mengatakan bahwa mereka bisa membantu saya kelak mengurus Wijaya grup.Jika nanti Kai dan teman-temanya memilih tidak ikut dalam bagian Wijaya grup dan memilih jalan mereka sendiri itu tidak masalah bagi saya.Asalkan mereka tidak menghianati dan melukai Wijaya grup."jelas Jeny.
"apa anda tidak salah nona,memilih kami nona untuk menjadi bagian dari Wijaya grup.Anda bisa menikah lagi dan memiliki keturunan yang bisa meneruskan Wijaya Grup"tanya bang Jono lagi.
Mendengar pertanyaan itu,Jeny hanya bisa membuang nafas sekarang kasar.
"Bang Jono benar saya memang bisa menikah lagi dan,semoga tuhan mempercayaan seorang anak pada saya.Tapi kelak anak saya juga butuh bantuan ,kelak anak saya juga butuh kaki tangan terpercaya.Makanya tadi saya katakan Kai dan teman-temanya akan jadi pilar untuk Wijaya grup,karena kelak mereka yang akan membatu dan menjadi kaki tangan dari keturunan saya jika tuhan mengijinkan."Jawab Jeny.
__ADS_1
"jadi apa anda setuju Bang,dengan niatan saya?"
Bang Jono nampak terdiam untuk berfikir.
"baik lah nona,saya setuju"jawab Bang Jono.
"benarkan terima kasih,segala sesuatunya akan diurus oleh sekertaris Luna.Nanti berikan alamat tempat tinggal kalian,jadi jika hunian itu sudah siap,Sekertaris Luna akan menjeput kalian.""
"semuanya sudah siap nona muda,jika setelah dari sini mereka bisa langsung menepati rumah singgah itu"saut Luna.
"bebarkah?"
Skertaris Luna hanya menganggukan kepalanya sebagia jawaban.
"apa kalian keberatan jika hari ini langsung pindah?"tanya Jeny pada Bang Jono dan anak-anak.
Sekilah Bang Jono memandang anak-anak asauhnya.Dan anak-anak itu hanya memgangguk tanda mengikuti semua keputusan pengasuhnya.
"baiklah nona,hari ini kami akan pindah"
"syukurlah"ucap Jeny senang.
Tak selang berapa lama makanan yang mereka pesan datang,Jeny dan anak-anak semua menikmati makan siang itu denga senang.
__ADS_1
bersambung...