
Setelah membeli semua kue nenek tadi Jeny segera meninggalkan tempat itu.Luna segera melajukan mobil mewah itu menuju WIJAYA GRUP,tapi belum juga sampai ketempat tujuan,lagi-lagi Jeny mengentikan laju kendaraan yang dibawa Luna.
"kak berhenti lagi"titah Jeny.
"ada apa lagi princes,"Luna menepikan mobil sedan hitam mewah itu.
"aku turun sebentar,aku ingin membagi kue yang aku beli tadi keanak-anak jalanan itu!"ucap Jeny sambil menujuk beberapa anak jalanan yang ada disana.
"baiklah,kakak akan membantumu"Luna baru akan melepas sabuk pengamannya tapi lagi-lagi dihentikan oleh Jeny.
"tidak usah kak Lun,aku sendiri saja tidak apa-apa!"cegah Jeny.
"kamu yakin"tanya Luna ragu ,Luna beralih mengamati anak jalanan yang di maksud oleh Jeny ketika yang ia lihat hanya anak-anak yang sedang mengamen dan loper koran dan sebagian ada yang membawa dagangan tissu dan lain-lain.
Setelah dirasa itu tidak berbahaya Luna mengijikan Jeny untuk turun sendiri.
"baiklah turunlah,berhati-hatilah"
"iya,apa kakak lupa jika aku ini muridmu."menyakinkan Luna bahwa dirinya akan baik-baik saja.Karena memang Luna yang mengajari Jeny ilmu beladiri meskipun kemampuan Jeny masih dibawah Luna tapi kemampuan Jeny sudah cukup untuk menjaga dirinya sendiri.
Karena sebagai salah satu pewaris dari perusahan besar banyak yang ingin mencelakai Jeny,maka ia harus dibekali ilmu perlindungan diri agar tidak mudah dilukai oleh orang lain.
"hmm,turunlah"Luna mengijinkan Jeny untuk turun sendiri.9
Setelah mendapat ijin dari Luna,Jeny segera turun dari mobil mewahnya.Kaki jenjangnya segera melangkah ke arah anak-anak jalanan itu.
__ADS_1
Anak-anak jalanan yang mendapatkan makan gratispun begitu gembira.
"apa kalian suka"tanya Jeny pada anak-anak jalan itu.
"suka kak"jawab serentak anak-anak jalan itu.
"habiskanlah jika kalian suka,apa kalian tidak sekolah?"tanya Jeny lagi.
"bagaimana kami akan kesekolah kak,untuk makan saja kami susah"ucap salah satu anak jalanan itu yang biasa disebut Kai.
"dimana orang tua kalian?"tanya Jeny lagi.
"kami tidak punya orangtua kak,kami hanya ikut bang Jono"lagi-lagi anak yang bernama Kai yang mewakili.
"Siapa namamu anak tampan!"puji Jeny karena memang anak yang bernama Kai itu memiliki wajah yang tampan meski dia masih kecil.Jeny menebak umur anak-anak jalanan ini masih ssekitar 9 sampai 10 tahunan.
"kakak tanya namaku?"tanya balik bocah itu.
"hm,kamu mau memberi tau kakak siapa namamu dan juga nama teman-teman mu!"jawab Jeny lembut.
"nama ku Kaisar sering dipanggil Kai,sedang temanku yang pakai baju biru itu An,yang itu Ali,yang itu.."Bocah yang bernama Kaisar itu memberi tau satu-satu nama teman-temannya pada Jeny.
"Jadi nama mu Kaisar?nama yang bagus"puji Jeny.
"siapa yang memberimu nama itu Kai?"tanya Jeny lagi.
__ADS_1
"Bang Jono!"jawab Kai singkat.
Entah mengapa Jeny begitu tertarik berbicara dengan Kai dan ingin tau lebih tentang kehidupan bocah ini.
"Jadi Bang Jono yang memberimu nama itu?"tanya Jeny.
"iya,tidak hanya aku semua anak-anak disini semua Bang Jono yang memberi nama!"jelas Kai.
"jadi kalian juga bekerja untuk seseorang yang bernama bang Jono?"tanya Jeny lagi.
"iya"jawab anak-anak jalanan itu serempak.
Jeny melihat jam mahal yang melingkar dipergelangan tangan cantiknya.Menyadari waktu masuk kantor sebentar lagi.Jeny memutuskan untuk menyudahi obrolannya pada anak-anak jalanan itu.
"apa setiap pagi kalian disini?"tanya Jeny.
"iya kak,setiap pagi jatah kami disini"jawab Kai mewakili teman-temannya.
"baiklah besok kita bertemu lagi,kakak harus pergi sekarang.sampai jumpa besok anak-anak"pamit Jeny sambil melambaikan tangannya.
Anak-anak jalanan itupun membalas lambaian tangan Jeny dengan suka hati,mereka begitu senang ada yang memperhatikan mereka.Karena selama ini anak-anak jalanan itu sering direndahkan oleh orang-orang.
Jeny pun segera kembali kedalam mobil dimana Luna menunggu disana.Tanpa Jeny sadari ternyata sedari tadi ada yang memperhatikan dirinya saat berinteraksi dengan anak jalanan itu.
bersambung..
__ADS_1