
Setelah Jeny mulai tenang Raihan mengajak Jeny pulang.
Dalam perjalanan pulang,hanya ada kehening diantara keduanya,tapi tangan munggil nan lembut milik Jeny tak lepas dari genggaman Raihan,bahkan saat ini Jeny nampak tenang dalam tidurnya meski didalam mobil.
"ingin rasanya aku langsung membawamu pulang sweety"gumam Raihan.
Akhirnya Raihan tiba dimansion mewah keluarga Wijaya,dengan perlahan Raihan turun terlebih dulu,bahkan Raihan dengan sangat hati-hati membuka pintu mobilnya ,agar tidur wanitanya tidak terganggu.Digendongnya Jeny ala bridal stlye,dan dipintu utama sudah ada Sekertaris Luna yang sudah ada menyambut kedatangan mereka.
"nona muda tertidur?"tanya Sekertaris Luna pelan,takut mengusik tidur sang nona muda.
Raihan hanya menganggu sebagai jawaban.
"tolong bawa nona muda ke kamarnya tuan Raihan"pinta Sekertaris Luna.
Luna berjalan terlebih dulu sebagai pemandu Raihan menuju kamar sang nona muda.Sebenarnya Luna sanggup kalau hanya untuk mengendong sang nona muda,jangan lupakan kekuatan Luna yamg hampir setara dengan laki-laki tapi dirinya takut sang nona muda terbangung jika dirinya mengambil alih sang nona muda dari gendongan Raihan.
ceklek
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai ke dalam kamar Jeny.
"tolong pelan-pelan"pinta Luna pada Raihan saat Raihan akan membaringkan Jeny diranjang milik sang nona muda.
Dengan hati-hati Raihan membaringkan Jeny,bahkan tanpa sadar Raihan menahas nafasnya saat wajah keduanya begitu dekat.
"terimakasih Tuan Raihan,mari ikut saya"titah sekertaris Luna,Sesaat setelah melihat Raihan sudah membaringkan Jeny dan masih betah pada posisi itu.
"ah iya,mari sekertaris Luna"ucap Raihan kikuk saat menyadari bahwa dirinya belum beranjak dari posisinya karena terlalu terpesona dengan wajah cantik nan lembut milik Jeny saat tertidur.
"semua berjalan baik-baik saja Tuan?"
"saya rasa tanpa saya jawab pun anda sudah tau yang terjadi sekertaris Luna?"ucap Raihan santai,Raihan yakin bahwa sekertaris Luna juga mengirim pengawal bayangan untuk Jeny.
Mendengar perkataan Raihan,Sekertaris Luna hanya tersenyum tipis.
"maka berhati-hati lah tuan Raihan,sedikit saja anda melukai nona muda Wijaya,anda pasti tau akibatnya"saut Luna diiringi seringai tipis.
__ADS_1
"aku ingin menikahinya"ucap Raihan pelan tapi tersyirat penuh ketegasan dan keseriusan didalamnya.
Luna sekita menghentikan langkahnya,mendengar ucapan Raihan dirinya seketika berbalik menatap sang tuan muda Adiguna itu,saat sudah dilantai dasar.
"aku memohon ijinmu untuk menikahi Jeny,karena aku tau Jeny sudah tidak memiliki keluarga lagi selain anda sekertaris Luna!"ucap Raihan.
"kenapa anda begitu cepat ingin menikahi nona muda?kalian bahkan belum lama bertemu dan saling mengenal?"tanya Sekertaris Luna denagn nada pelan tapi penuh dengan intimidasi.
"tidak butuh alasan untuk mencintai seseorang dan tidak butuh waktu yang lama untuk menikahi orang yang kita cintai ketika hati sudah memilih!"jawab Raihan pelan tapi tegas.
"lalu kenapa hati Tuan Raihan Adiguna memilih seorang nona mida Jeny Aurora Wijaya yang anda tau bahwa dia adalah seorang Janda?"cecar Luna lagi,ia masih belum puas dengan jawaban dari seorang Raihan Adiguna.
"hatiku tidak butuh alasan untuk mencintai seorang Jeny Aurora Wijaya,hatiku mencintainya tanpa syarat dan alasan!"jawab Raihan dengan penuh keyakinan.
"keputusan sepenuhnya milik Nona muda,aku tidak bisa memutuskannya"ucap Luna.
bersambung..
__ADS_1