Terjerat Cinta Pangeran Kampus

Terjerat Cinta Pangeran Kampus
Bab 41 – Gadis Gigih


__ADS_3

"Hah? Kamu siapa?" Denis tidak mengenali gadis itu. Aura yang berada di samping Denis diam saja, Aura tahu gadis itu adalah artis papan atas dan takjub pada Denis yang ternyata tidak mengenali orang itu.


"Masa kamu lupa denganku Denis, aku Viola Liona tunanganmu." Viola berujar langsung membuat mata Aura membelalak kaget terkejut.


"Oh kau!" Denis baru ingat itu adalah tunangannya yang meninggalkannya dulu ketika masih kecil di saat Denis terpuruk.


"Tunangan apa kita sudah lama berakhir, aku sudah tidak punya tunangan bahkan aku tidak mengenalimu lagi karena sudah terlalu lama dan orang yang berada di sampingku ini adalah calon istriku yang sesungguhnya." Denis merangkul Aura tidak ada yang berani membicarakan tentang Aura lagi karena sepertinya Denis telah melakukan sesuatu yang membuat semua orang bungkam dibuatnya.


"Tapi Denis kamu masih mengingatku..." Ucap wanita itu ingin menyentuh tangan Denis.


"Jangan sentuh aku." Ucapan dingin Denis benar-benar menatap tajam gadis itu marah.


Kemudian Denis membawa Aura pergi bersamanya menjauh.


"Dia cantik." Aura benar-benar takjub bergumam di samping Denis.


"Dan dia adalah mantan tunanganmu. Waah~" Aura heboh sendiri.


"Kamu tidak cemburu Aura?" tanya Denis.


"Kamukan gak ada membuat aku cemburu juga. Tapi, jika kamu coba-coba membuat aku saingan dengan wanita seperti itu, aku akan mundur duluan." Ucap Aura menatap Denis ia berbicara sungguh-sungguh.


"Aku tidak akan melakukan itu Aura, aku tidak akan main-main lagi. Jika kau tidak percaya besok aku akan menikahimu untuk membuktikan perasaanmu padaku."


"Bukan seperti itu Denis, bahkan setelah menikah pun terkadang ada orang yang masih main-main. Terutama orang sepertimu, aku ini apa di matamu, benarkah kamu menginginkanku karena kamu cinta, bagaimana jika perasaan yang kamu gembar-gemborkan itu berubah?" tanya Aura, Denis terdiam mendengar ucapan Aura itu.


"Aku tidak tahu bagaimana perasaanku padamu, tapi yang pasti ketika di dekatmu aku ingin kamu selalu ada di sisiku, aku ingin kamu berada di dekatku dalam waktu yang lama. Entah sampai kapan aku tidak tahu. Aku tidak ingin kamu melirik orang lain selain diriku , dan aku ingin kamu selalu tersenyum padaku. Sampai-sampai aku tidak perduli lagi bagaimanapun perasaanmu padaku."


"Jujur sekali, baiklah aku suka jawabanmu. Tapi aku tetap butuh waktu, aku mau lihat perasaanmu itu akan berubah atau tidak nantinya. Kuharap kamu benar-benar menungguku sampai aku siap nantinya." Aura tersenyum ke arah Denis.

__ADS_1


"Tapi aku ingin secepatnya," Denis menggenggam tangan Aura.


"Sabar ya... Kita masih sekolah." Ujar Aura masih tersenyum ke arah Denis, pria itu hanya mendengus pasrah mengiyakan.


Entah mengapa Denis malah memikirkan rencana agar ia bisa menikahi Aura secepatnya.


.


.


.


Ternyata Viola masuk di kelas yang sama dengan Denis, gadis itu tentu saja dengan tidak tahu malunya mendekati Denis. Tapi, pria itu hanya menanggapinya biasa saja. Sampai akhirnya jam kuliah berakhir.


Aura saat itu baru keluar dari pintu kelasnya berniat menyapa Denis tapi karena melihat Viola yang berbicara di samping Denis, Aura mengurungkan niatnya.


Desta dan Aura hanya berlalu pergi melewati depan kelas Denis, Aura pura-pura tidak melihatnya.


"Hai!" Viola melambai ke arah Aura dan Desta juga. Aura tersenyum ramah pada Viola dan Desta juga tersenyum ramah pada gadis cantik itu.


"Aura, kamu gak cemburu sama gadis itu. Dekat-dekat dengan Denis terus?" bisik Desta pada Aura, meskipun Desta tahu Viola artis terkenal tapi ia tidak menyukai gadis itu.


Aura hanya diam saja, meskipun dia cemburu tapi keputusan untuk memilih siapa yang akan berada di samping Denis itu adalah Denis juga. Aura hanya bisa menerima keputusan akhir pria itu.


"Kamu cemburu?" bisik Denis kali ini, Aura masih diam saja. Kemudian Denis berpindah ke samping kiri Aura menghindari Viola, karena Denis tahu wajah datar Aura itu, sedang tidak senang akan sesuatu. Desta yang peka langsung menyingkir tentu saja. Namun, ketika melihat Viola yang ingin mengikuti Denis yang berpindah membuat Desta tidak jadi pindah dari tempatnya menjaga tempat itu agar ia tidak dekat dengan Denis lagi. Hal itu membuat raut wajah Viola terlihat kesal.


"Senyum dong, jangan diam gitu." Denis membujuk Aura.


"Sebenarnya tujuan kita mau ke mana?" tanya Viola membuka suara.

__ADS_1


"Kantin." Jawab Aura, biarpun merasa tidak enak hati Aura tetap tidak ingin bermusuhan dengan Viola.


"Oke aku ikut." Semangat Viola.


Denis trus duduk di samping Aura, di perjalanan ke kantin ia tidak ada menatap siapa pun kecuali Aura juga. Ia tidak mau melihat Aura yang diam seperti itu.


"Aura mau makan apa?" Denis bertanya.


"Apa ya? Yang ini aja deh." Aura menunjuk menu biasa yang Denis anggap itu kurang menyehatkan untuknya.


"Bibi aku pesan menu spesialnya dua." Ucap Denis membuat Aura langsung memelototinya.


"Aku yang traktir." Ucap Denis pada Aura, Desta sibuk dengan urusannya sendiri setelah bertemu dengan Dimas tadi.


"Yey! Denis yang traktir." Viola yang tidak dianggap oleh Denis dari tadi akhirnya buka suara.


"Kau bayar sendiri." Ketus Denis, membuat wajah Viola langsung cemberut. "Ya, baiklah. Akukan gadis mandiri." Ujar Viola berucap datar juga.


"Kamu kejam juga." Aura berbisik pada Denis.


"Aku tidak perduli dengan orang lain selain dirimu." Ucap Denis santai, tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang.


Aura juga tidak menyangka Viola ada gadis yang segigih itu, ia tidak menyerah meskipun Denis tidak memperdulikannya sama sekali. Aura merasa kasihan, tapi dirinya juga tidak bisa menyerah tentang Denis, karena Aura sadar ia juga menyukai pria itu sekarang.


Sampai di perpustakaan Viola masih mengikuti mereka. "Aku tidak mengajar untuk orang lain." Denis berucap datar saat Viola bertanya padanya. Sudah sangat jelas jika Denis benar-benar tidak memperdulikan gadis itu.


Akhirnya Auralah yang jadi sasaran Viola untuk bertanya, Aura yang sedikit mengerti menjelaskannya dengan seksama. Tapi, kemudian Denis yang merasa tidak dipedulikan angkat suara.


"Sebaiknya kamu belajar dengan benar Aura, orang sepertinya jika mau belajar bisa memanggil guru lesnya sendiri." Ucapan Denis menohok Viola yang memang sengaja melakukan hal itu.

__ADS_1


Aura yang mengerti, akhirnya kembali pada pelajaran yang Denis ajarkan. "Kira-kira untuk bersikap baik pada orang lain Aura, bedakan dan perhatikan orang tulus dengan orang yang hanya memanfaatkanmu saja." Ujar Denis berbisik pada Aura. Saat mereka berbincang kebetulan Viola mencari buku lainnya.


"Aku mengerti kok, tapi aku mau percaya pada Denis. Percaya bahwa kamu adalah orang bisa kupercaya. Denis yang memegang kata-katanya. Karena jika akhirnya kamu menyerah pada perasaanmu padaku, gara-gara gadis itu. Aku akan pergi dengan berusaha untuk tersenyum." Ucap Aura yang berbisik sambil tersenyum menatap Denis yang memandanginya tanpa ekspresi.


__ADS_2