
Agnes Aqqela....
Seorang mahasiswi di kampus X yang berusia 22 tahun yang baru pindah dari kota A ke kota D.
Tidak terlalu pintar untuk bergaul pada orang yang baru di kenalnya.Tatapan mata tajam nya yang membuat orang salah menilai Agnes.
Roy Argantara....
Seorang CEO ternama dan tersukses di kota D dan menjadi tetangga Agnes. Pria yang dingin bertubuh kekar nan sexy membuat para wanita sangat mengaguminya. Dia berusia 29 tahun
"Pagi dunia" sapa Agnes pada kehidupan barunya di tempat tidurnya
Ya itu adalah kebiasaan nya di setiap pagi sebelum dia berangkat ke kampus
Sedangkan di tempat Roy tidak ada satu sapaan pun keluar dari mulut nya maupun mulut orang lain.
Hidup nya terlalu dingin
"Roy, mama kepengen sekali meminang cucu" ucap Santi, Mama nya Roy
Ucapan Santi ternyata membuat nafsu makan Roy tak ad lagi
"Ma, Pa Roy berangkat dulu " pamit Roy sambil mencium pundak tangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Sarapannya kok gak dihabisin sayang?" tanya Santi dengan menatap roti dan susu Roy masih utuh di mejanya
"Udah kenyang Ma"cuek Roy meninggalkan Santi dan Kevin di meja makan nya
Kevin, Papanya Roy yang melihat punggung anaknya itu pun tersenyum, entah apa yang membuat dirinya tersenyum.
"Ma, lain kali gak usah bahas gituan deh sama Roy" ucap Kevin
"Dia kan uda gede, jadi biarkan dia membuat keputusan nya sendiri" tambah Kevin setelah meneguk kopi susu dari cangkir nya
"Ya, mama takut Pa" ucap Santi dengan nada sedih
"Hmmm... masa lalu ma" kata Kevin sambil mengusap air mata Santi yang lolos keluar
"Hmmm ......." helaan panjang yang dikeluarkan Santi menandakan dia pasrah
Di luar gerbang kediaman Roy Argantara tepat nya di dalam mobil Lamborghini, Roy masih memikirkan perkataan Mamanya.
Ya, siapa yang tidak tau dengan Roy Argantara
"Leo, apakah umur ku sudah terlalu tua untuk memulai pernikahan?" tanya Roy dengan tatapan si depan buku
"Ha... tua..? menikah...?" beo Leo setelah mendengarkan ucapan tuan nya itu
__ADS_1
"Hmm..."cuek Roy dengan dingin nya
"Ti-ti-dak tuan" jawab Leo dengan gugup karena takut salah jawab
"Tapi aku pikir semua perempuan sama saja, mendekati ku hanya karena harta. Lagian siapa sih yang tidak mengenali aku" ucap sombong Roy dengan nada dingin
" Tapi kalo memang benar, ada seorang perempuan yang tidak mengenal ku, maka dialah akan ku jadikan sebagai istri" tambah Roy yang hanya dibalas anggukan oleh Leo
"Maaf tuan sebelum nya, kalo Tuan mau mendapatkan nya segera maka Tuan harus mengubah latar belakang Tuan"jelas Leo
"Hmm... menarik"batin Roy dengan menimbulkan senyum di wajahnya
Leo yang melihat Tuan nya dari spion depan tersenyum ikut tersenyum
"Apakah anda sudah tidak normal" ketus Roy yang menangkap Leo sedang tersenyum dengannya
"Aaa..-uuu.. aaaa" jawab Leo dengan penuh ketakutan setelah melihat kilitan mata Roy yang begitu tajam
"Sudah lajukan saja mobil nya"ketus Roy dengan suara penekanan
Keheningan pun tercipta setelah adegan pertengkaran kecil tersebut selesai.
Leo yang fokus melajukan mobilnya nya sedangkan Roy yang sedang berpikir keras bagaimana dia bisa menemukan perempuan yang sama sekali tidak mengetahui asal muasal dirinya.
__ADS_1