
Setelah memakan banyak waktu di perjalanan, akhirnya Agnes dan Vani tiba di rumah mereka masing-masing. Lelah, ya itulah yang mereka rasakan. Salin terbaring satu sama lain di kasur mereka masing-masing.
Saling menutup mata, saling berperan di alam mimpi, dan saling mengorok satu sama lain namun di beda tempat. Cuaca yang dingin sangat mendukung kepulasan tidur mereka berdua. Hujan lebat, angin membara, selimut tebal, dan guling yang empuk yang membuat mereka semakin nyenyak dalam tidur mereka berdua
Sudah berapa lama mereka tertidur, mereka sama-sama tidak mengetahui nya. Agnes yang terbangun karena alarm sejak tadi berdering membuat dia tak bisa melanjutkan perannya di alam mimpinya.
Kringggg....
Kringggg.....
Drtt..........
Drttt.....
Alarm dan dering ponsel Agnes berbunyi secara bersamaan, yang ternyata membuat pagi Agnes semakin tak karuan
"Halo selamat pagi" ucap sang penelepon
"Iya selamat pagi" jawab Agnes
"Apa benar saya berbicara dengan Agnes Aqqela?" tanya sang penelepon
"Ya benar dengan saya sendiri" jawab Agnes
"Baiklah, tak perlu waktu lama, anda besok mulai bekerja di perusahaan kami karena anda merupakan salah satu utusan dari alumni kampus anda" jelas sang penelepon
" Anda siapa?" tanya Agnes bingung
" Saya bagian HRD dari perusahaan ........... calon tempat anda bekerja" jelas sang penelepon
"Ooooo, oke baik. Terimakasih atas informasinya" jawab Agnes
" Baik, kami menunggu kehadiran anda besok" ucap sang penelepon
"Okee" jawab Agnes
Sang penelepon akhirnya memutuskan sambungan telepon tersebut. Sedangkan Agnes, langsung berjoget ria layaknya anak kecil
"Aku mulai kerja........."
"Aku besok anak kantor......"
__ADS_1
ucapnya sambil berjoget-joget. Untuk cuma sendiri nya dirumahnya. Kalo enggak, dia dipikir kayak orang gila. Bahkan sangkin girangnya Agnes, Agnes samle-sampe salto depan.
"Gue harus ngabarin Vani nih" ucap Agnes
Agnes mengotak-atik ponselnya dan mencari kontak Agnes.
.........
........
........
"Sisa pulsa yang anda miliki sebesar 0 rupiah , segera melakukan isi ulang..................." ucap sang Operator
"Jiahhhh ........ Agnes gak punya pulsa, malu dong" ledek Agnes pada dirinya sendiri
"Kalo gaya, mau jadi karyawan kantoran, pulsa aja gak ada. Gak mu Nes......." olok Agnes lagi pada dirinya
"Ohhhh tenang, kan ada aplikasi WhatsApp, kan bisa dari situ nelpon. Memang Lo yan nes, benar-benar goblokkkkk" ledeknya lagi pada dirinya sendiri
Akhirnya Agnes menghubungi Vani dari aplikasi WhatsApp. Tiga kali Agnes melakukan panggilan tapi Vani tak kunjung mengangkat nya.
"Ini jam berapa sih?"
"Ohh.... gua lupa, Vani kan pengangguran........" ledek Agnes tentang Vani
"Iya....iya gua lupa, kalo orang pengangguran kan suka-suka dia hidup. Mau jam berapa bangun ya terserah dia" monolog Agnes
Tiba-tiba ponsel Agnes berdering, memunculkan nama Ni di layar ponselnya. Ni siapa??? Ni itu Vani
"Lahh.... cepat banget bangun nya, padahal baru di omongin" ledek Agnes lagi yang masih menatap layar ponselnya tapi tak mau mengangkat telpon dari sahabat nya itu
Sekali lagi ponsel Agnes berbunyi, nama yang sama muncul dari layar ponselnya, dengan nada sok di males-malesin Agnes pun mengangkat nya
"Apa?" tanya Agnes dengan nada malas
"Apa? seharusnya gua yang bilang itu, bukan Lo" ucap Vani
"Lo terganggu" pancing Agnes
"Terganggu? Ya iyalah Lo ganggu gua" balas Vani
__ADS_1
"Iya, ya secara kan Lo pengangguran, jadi gua ganggu jadwal tidur Lo" ledek Agnes
"Pengangguran...... pengangguran....... emang Lo Uda kerja ha?" tanya Vani
"Uda dong" jawab Agnes bangga
"Kerja apa?" tanya Vani
"Gangguin Lo" balas Agnes
"Taik lo ya" balas Vani
"Lo ngapain tadi, kok lama ngangkat telpon gua?" tanya Agnes penuh curiga
"Gua habis mandi" jawab Vani
"Lo mandi? emang Lo mau ke mana ha kembang sepatu?" tanya Agnes
"Kembang sepatu..... kembang sepatu.... bunga dong gua" jawab Vani
"Gua gak peduli, yang gua tanya Lo mau ke mana tumben mandi" tanya Agnes lagi
"Gak ke mana-mana, emang gua kayak Lo kalau mau pergi baru mandi" ledek Vani
"Ya bodo amat, dari pada Lo mandi dua kali sehari mengotori baju aja" ucap Agnes
"Baju-baju gua kok lintang sewot sih" sinis Vani
"Gua kasihan" ucap Agnes
"Gak usah kasihani gua" jawab Vani santai
"Yang ngasihani Lo siapa juga" ucap Agnes
"Ya Ello la paok" jawab Vani
"Idih najis, gua kasihan itu sama semua pakaian lu" jawab Agnes
"Kok sama pakaian gua?" tanya Vani yang memegang bajunya
"Iyalah, tiap hari Lo ganti, apa gak makin tipis itu baju Lo semua" ucap Agnes
__ADS_1
"Gue yang seharusnya kasihan sama lu, badan ku gak pernah ku cuci, mana banyak lagi daki di badan Lo itu " balas Vani
"Hahahaha......." tawa Agnes