
"Mamii" teriak seorang anak kecil dalam Mansion besar berwarna gold
"Ada apa sayang, kamu jangan lari-lari gituu. Nanti kamu jatuh sayang " ucap Agnes perhatian.
Setalah tiga tahun kemudian, Agnes memiliki seorang putri yang cantik bernama Aurel. Sudah jelas pasti nya siapa Papa dari Aurel, yaitu Roy.
Kadang hal yang tak terduga bisa menjadi sebuah kenyataan
Kadang juga hal yang ga masuk akal bisa jadi dimengerti
Kadang hal yang paling kita benci, bis menjadi yang hal yang akan kita kerjakan
Semua itu tergantung pada apa yang kita pikirkan dan kita lakukan
ππ
Agnes yang sebatang kara di kota perantauan mendapatkan cinta sejatinya
Agnes yang dulu sangat mengeraskan hatinya untuk seorang lelaki, kini sudah meleleh
Agnes yang sangat tidak percaya dengan arti sebuah ketulusan, kini mengerti dan mempercayai arti ketulusan yang sesungguhnya
Itu semua karena Roy
Roy yang selalu sabar menerima kekerasan kepalanya Agnes
Roy yang paham bagaimana meratukan Agnes
Roy yang percaya bahwa cinta sejati benar adanya, dan selalu meyakinkan Agnes bahwa cinta tidak selalu menyakitkan
ππ
"Hayooo, kamu mau lari ke mana" goda Roy
"Sayang kamu jangan gitu, nanti Aurel nya nangis" elas Agnes
"Ya GPP, siapa suruh jahilin papa nya" goda Roy sambil mencari bagian tubuh Aurel yang ingin digelitiknya
__ADS_1
Sedangkan Aurel, masih tetap mencari tempat persembunyian di belakang Agnes.
"Hayooo, Aurell mau ke mana. hmm?" goda Roy lagi
Roy dan Aurel bagai Tom and Jerry. Ada aja hal yang selalu membuat Mansion itu selalu ramai. Kadang Agnes berpikir bahwa Roy ga sayang lagi sama dirinya. Karena setiap hari Roy sama Aurel yang selalu bermain.
"Uda sayang, daripada kamu di kejar Mulu sama papa kamu, kamu minta maaf sayang" ucap Agnes
"Kan papa yang salah, mi" tentang Aurel
"Ini bukan siapa yang salah atau benar sayang. Ini tentang siapa yang punya hati dan pikiran sayang" ucap Agnes sambil melirik Roy yang masih setia ingin menjahili Aurel
"Ohh, jadi maksud kamu aku ini ga punya pikiran sama hati gitu" ucap Roy
"Ya gimana yaa" ledek Agnes.
"Oo sekarang gitu ya , main nya keroyokan" kata Roy
"Kamu mau aku gelitik juga, hmm?" goda Roy yang siap ingin menerkam dia perempuan yang dia sayang
"Ayo sayang kita kabur" ajak Agnes dengan menarik tangan putri kecilnya untuk berlarian kecil di mansion itu
"Ohhh, kamuuu tunggu ya" balas Roy, berusaha mengejar Agnes dan Aurel dengan sigap
"Papa jelekk.. papa jelekk" ejek Aurel lagi
"Anak Agnes mulai bandel ya"
"Bleeeeeee" ejek Aurel lagi
"Ya, kena " ucap Roy setelah berhasil menangkap dua perempuan yang dia cintai dihadapan nya saat ini
"Ini bibir tadi jahil banget sih" ucap Roy sambil menoel bibir Aurel pelan
"Hahaha, maaf paa"
"Aurel sayangngg papa " ucap Aurel manja
__ADS_1
"Papa ga sayang sama Aurel" goda Roy
"Jadi papa sayang sama siapa?" tanya Aurel polos
"Mama" jawab Roy cepet
"Mama ga sayang tuh sama Papa " balas Agnes cepet
"Jadi kita ga ada saling sayang nih? hm? " tanya Roy
"Kita ga sayang Papaaa " jawab Aurel dan Agnes serentak
"Hahahahaha...." tawa Aurel dan Agnes pecah
"Ya udah Papa cari orang yang sayang Papa" ucap Roy
"Jangannn" larang Aurel
"Kenapa?"
"Kan Aurel sama Mami ga sayang sama Papa, ya udah Papa cari orang yang sayang sama Papa aja" drama Roy
"Enggak..... Aurel sayang kok sama Papa" ucap Aurel
"Papa ga percaya, mana buktinya?" goda Roy
Dengan cepat, Aurel menarik tangan Agnes untuk mencium pipi Roy juga.
Dengan segera, Roy memindahkan Aurel ke tengah.
"Papa juga sayang banget sama Aurel" ucap Roy tulus
T A M A T πΌπ
Good Bye
__ADS_1
I love you, yang sudah membaca cerita saya
β€οΈβ€οΈ