
Agnes hanya diam membisu di kursinya, pasalnya dia tidak tau apa yang harus dia kerjakan. Roy yang melihatnya Agnes diam membisu di kursinya hanya tersenyum. Sedangkan Leo, yang ada di ruangan Roy sejak tadi ikut memperhatikan Agnes yang layaknya seperti orang bodoh.
"Apa saya perlu memberikan dia tugas?" tanya Leo
"Tidak perlu untuk saat ini" jawab Roy yang masih tetap memandangi Agnes
"Sekarang kamu pergilah, kerjakan tugasmu" titah Roy
"Yaa... baik" ucap Leo dan pergi meninggalkan Roy di ruangan nya
"Kita lihat sejauh mana kamu bertahan dengan kondisi seperti itu, Nona Agnes" monolog Roy yang tetap memerhatikan Agnes
Merasa bosan dengan semua ini, akhirnya Agnes menonton serial drama China kesukaannya di aplikasi Netflix dengan memakai earphone.
Dua jam telah dihabiskan Agnes dengan menonton serial dram China tersebut, sehingga rasa bosan menghampiri nya.
"Aaaaa.............." teriak Agnes lepas sambil peregangan tanpa sadar bagaimana situasi di sekeliling nya
Orang-orang yang ada di sekitarnya hanya hanya menatap sekilas dengan heran, sedangkan Agnes yang ditatap merasa malu dan hanya tersenyum malu. Sedangkan Roy hanya menggelengkan kepalanya setelah mendengar teriakannya Agnes.
"Uda dua jam aku nonton dram China dan total aku ada di kantor ini kurang lebih tiga jam dan aku gak ngapa-ngapain"
__ADS_1
monolog Agnes
"Gak bisa gini, kerjaan ku sebenarnya apa?"
"Aku harus mendatangi si Roy itu CEO di sini" monolog Agnes dan beranjak dari meja nya menuju ruangan Roy
"Berikan dia pelatihan untuk menjadi sekertaris ku" perintah Roy pada Leo yang setia di dalam ruangan Roy tanpa melihat Agnes yang mulai mendekati ruangannya
"Tapi sebentar" ucap Roy setelah melihat Agnes mulai menghampiri ruangan
"Permisi" ucap Agnes tanpa mengetuk pintu kebesaran Roy
Roy dan Leo hanya menatap kedatangan Agnes membuat Agnes berpikir apa kesalahannya.
"Saya sudah duduk kurang lebih tiga jam di kursi saya dan saya sama sekali tidak melakukan apa-apa"
"Sebenarnya saya berguna gak di sini?" marah Agnes pada Roy dan Leo
Mendengar kemarahan Agnes, Leo dan Roy hanya beradu tatapan layak nya saling memberikan kode satu sama lain.
"Apa anda tidak bisa sabar nona" jawab Roy
__ADS_1
"Sabar...... sabar...... kurang sabar apa saya TUAN ROY ARGANTARA"
"Saya sudah duduk di ruangan saya berjam-jam dan anda bilang saya tidak bisa sabar"
"Apa anda tidak punya pikiran ha??" marah Agnes lagi
"Maaf kalau begitu, saya terlalu sibuk tadi sehingga tidak memikirkan anda"
"Ikuti dia, anda akan melakukan masa pelatihan untuk menjadi sekertaris yang handal untuk saya" jelas Roy pada Agnes sambil menunjuk Leo.
"Baik" jawab Agnes ketus dan pergi meninggalkan mereka berdua
"Kenapa gak dari tadi coba" kesal Agnes sendiri sambil menuju ruangannya
"Latih dia sampai dia emosi" ucap Roy pada Leo setelah kepergian Agnes
"Emosi??" tanya Leo heran
" Kenapa gak anda saja TUAN ROY ARGANTARA" ucap Leo dengan penuh tantangan
"Ya saya bisa aja melakukan nya. Tapi apa kamu tidak sayang sama diri kamu" jawab Roy santai dengan nada sedikit mengejek
__ADS_1
Leo yang mengerti ucapan Roy barusan langsung pamit dari ruangan Roy
"Ckk...... untung gua uda kenal lama sama lu, kalau kagak.......... Idih gua ogah bantu Lu" cibir Leo setelah pergi meninggalkan Roy namun masih bisa di dengar oleh Roy