Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Senja


__ADS_3

"Ya udah sini duduk, ntar malam kita pulang kita pulang" jelas Roy sambil menepuk kursi di samping nya agar Agnes duduk


"Kok malam sih" tanya Agnes bingung


"Saya mau melihat senja" jelas Roy


"Senja" antusias Agnes sambil menatap Roy dengan mata membulat, senyum manis di bibir dan kedua tangan mengatup di dadanya


"Iya, kamu suka?" tanya Roy yang melihat respon Agnes


"Suka, suka banget malah" ucap Agnes yang tengah membayangkan betapa indahnya senja


"Tapi kan gak mungkin kita disini saja sampai kita melihat senjanya" tutur Agnes yang membuat Roy bingung


"Iya memang, tapi saya tidak tahu harus membawa kamu ke mana lagi" jelas Roy


"Iya juga ya, saya juga tidak terlalu suka keluar rumah, makanya saya tidak terlalu tau tempat wisata" jelas Agnes


Roy bangkit dari duduknya membuat Agnes bingung, bahkan semakin bingung karena Roy meninggalkan Agnes di kursi panjang itu.


"Mau ke mana?" teriak Agnes yang sedikit berlari mengejar Roy


Roy tidak menjawab pertanyaan Agnes, dia hanya santai berjalan di pinggiran kota tersebut.


Agnes yang berhasil mengejar Roy dan langkah kaki mereka yang telah sama membuat Agnes sedikit lega


"Kok pergi?"

__ADS_1


"Kok gak ngasih tau kalau mau jalan?"


"Kok gak di jawab" kesel Agnes karena dari tadi Agnes ngoceh tapi satu pun tidak di jawab oleh Roy


"Gimana mau jawab, pertanyaan satu belum siap kau bilang, udah kau lontarkan pertanyaan lain. Gimana saya menjawab nya" cerca Roy


"Hehehe" Agnes hanya tertawa mendengar kejujuran Roy


"Saya sengaja jalan, karena saya bosan duduk di situ" jelas Roy


"OOO, terus kita mau kemana?" tanya Agnes


"Nahh itu dia, saya juga tidak tau" jawab Roy


"Lah, gimana sih. Anda jangan macam-macam sama saya ya" tekan Agnes


"Okeyyy" ucap Agnes


Jalan demi jalan mereka telusuri. Ke mana mereka pergi mereka sendiri tidak tahu. Mereka hanya jalan lurus dan sedikit belok jika ada persimpangan.


Kalau di tanya bingung, ya mereka sangat bingung dengan mereka.


Saling bertukar pikiran satu sama lain, melontarkan sedikit candaan membuat perjalanan mereka sedikit lebih rileks.


Membuat Agnes merasakan kenyamanan dalam dirinya


Seperti tidak biasanya.

__ADS_1


Jarum jam yang berputar dengan sempurna, langit yang sudah mulai berubah dan tempat yang mereka pijak saat ini mampu melihat indahnya langit sore yang jingga.


Duduk di kursi baru dengan hidangan es kelapa muda di atas meja dan memandang momen langit jingga di langit. Layaknya sepasang kekasih yang mengingat masa awal pacaran mereka.


"Senja itu indah ya" ucap Agnes memecahkan keheningan mereka


"Indah tapi jahat" ucap Roy yang fokus menikmati keindahan sore hari itu


"Iya jahat, hanya hadir sementara" ucap Agnes yang sama fokus menikmati keindahan sore hari itu


"Namun digantikan oleh awan gelap" tutur Roy


"Hadir dengan sempurna, menghilang juga dengan sempurna tanpa memberi isyarat" tutur Agnes


"Yang mampu menpiduayakan manusia akan keindahan sementara nya" tambah Roy


"Dan yang berhasil membuat manusia begitu jatuh cinta akan momen ini" tambah Agnes lagi


"Padahal hanya sementara" tambah Roy lagi


"Namun rela menunggu hingga terbenam dengan sempurna" tambah Agnes lagi


"Setelah berubah menjadi awan gelap yang di hiasi cahaya rembulan bintang dan bulan mereka seenaknya pergi begitu saja meninggalkan awan yang telah berubah" ucap Roy


.............


Kedua sejoli ini berargumen dengan kata-kata sok puitis mereka masing-masing mengenai senja dan langit

__ADS_1


__ADS_2