
Merasa ada yang menggenggam tangan nya, Roy perlahan membuka matanya. Tak disangka, wanita yang ia rindukan selama ini menjadi manusia yang pertama kali ia lihat setelah membuka matanya.
Dengan perlahan, Roy mengusap rambut Agnes dengan penuh kasih sayang, agar orang yang dia sayang tidak terganggu dari tidurnya.
Usap, usap, usap, sampai membuat yang empunya rambut bergerak. Tak ingin ketahuan, Roy kembali tidur dengan posisi semula.
Sedangkan Agnes, terbangun karena merasakan usapan tangan d kepalanya.
"Hmmmmm" Agnes bergumam dengan suara khas bangun
Melihat Roy yang masih terbaring, Agnes perlahan mengelus kening Roy.
"Lu mimpi apa sih sampe gak bangun gini?"
"Dulu kata nyokap gua, kalo orang yang kelamaan tidur, ntar mata nya berulat loh"
"Ini lu udah tidur tiga bulan lebih, apa gak banyak ulat di mata lu ini sekarang"
"Bagi-bagi dong mimpinya, jangan egois dong"
"Kalo lu gak mau bagi mimpi lu, setidaknya lu bangun dong"
"Egois banget sih jadi cowok"
Ingin tertawa mendengar semua celoteh Agnes tentang dirinya, Roy berniat ingin mengerjai Agnes. Dengan telaten, Roy pura-pura menggerakkan salah satu jarinya dengan perlahan.
Sedangkan Agnes, yang melihat pergerakan itu langsung bangkit.
__ADS_1
"Royyy, kamu sudah sadar?" tanya Agnes tak percaya
Dengan perlahan, Roy membuka matanya dan mulai memainkan aksinya
"Ehhh, maaf anda siapa?" tanya Roy
"Royy, ini aku Agnes" jawab Agnes tak percaya dengan keadaan Roy
"Agnes??" bingung Roy
"Iya Agnes, tunangan kamu. Eh bukan sih, tapi menuju ke situ deh" jelas Agnes
"Agnes? Tunangan?" tanya Roy penuh drama
"Ini gak bisa dibiarin ini"
"Ada apa mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter tersebut
"Ini dok, suami saya, ehhh siapa sihh"
"Iya... iyaa... suami saya masa ga ingat sama saya sih dok?" adu Agnes
Tanpa pikir panjang, si dokter langsung memeriksa keadaan Roy, dan merasa tidak ada yan terjadi dengan Roy. Apalagi sampai amnesia.
Roy yang melihat gerakan si dokter langsung memberikan isyarat kepada si dokter bahwa dia hanya pura-pura.
Siapa sangka, ternyata si dokter langsung paham dengan kode yang diberikan oleh Roy. Merasa ada yang ikut kerja sama dengan akting nya Roy, Roy sangat merasa lega.
__ADS_1
"Gimana dok?" tanya Agnes antusias
"Begini mbak, suami mbak mengalami amnesia ringan yang mungkin bisa jadi sembuh dalam jangka waktu 3 bulan"
"Tapi jangan terlalu dipaksakan untuk mengingat hal yang belum bisa dia ingat" jelas si dokter
"Amnesia dia, benar-benar hilang gitu. Maksud saya siapa pun dia tidak ingat gitu. Siapa nama dia, apa makanan kesukaan dia, tentang diri dia sendiri pun dia gak ingat ya dok?" tanya Agnes beruntun
"Iya mbak. Makanya tadi mbak heran kenapa suami mbak gak kenal sama mbak. Jangankan sama mbak, dirinya saja dia tidak tau mbak" jelas si dokter itu lagi.
"Tapi ada kemungkinan kali dia bisa ingat semuanya kan dok" tanya Agnes
"Iya mbak, asal mbak selalu rutin kasih ingatan sama mas nya tentang kehidupan di masa lalu" jelas si dokter
"Oo, ya udah dok. makasih ya dok" ucap Agnes
"Iya mbak, sama-sama. Mbak harus bisa ngasih ingatan lagi sama suaminya. Kan mbak gak mau jadi janda kan" ledek si dokter
"Hehehehe" tawa sumbang Agnes
Merasa semua sudah terjelaskan, Dokter dan Suster tadi langsung pergi meninggalkan Agnes dan Roy.
"Kin mbik gik mii judi jindi kin"
"Emang lu pikir gua Uda nikah, atau jangan-jangan itu dokter janda ya?" monolog Agnes
Bodo amat dah, mau dia janda, perawan, gadis, wanita, istri orang atau apa kek gua gak peduli. Sekarang urusan gua cuma mengurus curut yang satu ini"
__ADS_1
"Sakit ya sakit aja gak usah pakek amnesia bisa gak sih?" omel Agnes