
Roy yang selesai dimarahi oleh Vani hanya diam membisu
"Yang ngangkat itu pasti gak punya pacar dan gak pernah pacaran" tebak Roy
"Ya iyalah, orang dia gitu" tebak Roy lagi
Di tempat lain, tepat di tempat Vani dan Agnes, Vani masih merasa bingung pada si penelepon. Karena sejatinya Agnes sangat sangat tidak suka orang lain mengetahui no ponselnya.
"Dia siapa sih" tanya Vani
"Ntah" jawab Agnes
"Udah deh Lo gak usah sok gak tau, Lo kan yang ngasih no gue ke orang lain" ucap Agnes curiga pada Vani
"Lah kok gua sih" bela Vani
"Kan biasanya kalo ada orang yang minta no lu, gua slalu izin sama lu" jelas Vani hati-hati
"Iya juga ya" ucap Agnes
"Gak masalah sih, kan tinggal di blok" ucap Agnes santai
Agnes membuka layar ponselnya dan tiba-tiba chat masuk dari no yang sama
Ting
+62xxxxxxx
Jangan pernah blok no saya
"La.....la.....la.....la......(bukan nyanyi ini ya) kok dia bisa tau ya" ucap Agnes bingung setelah melihat isi chat tersebut
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Vani bingung
"Kok dia bisa tau sih" tanya Agnes heran
"Dia....? Tau...? apasih maksudnya?" bingung Vani
"Ini" jawab Agnes sambil menunjuk isi chat yang baru dia baca
"Ya Tuhan, apakah dia salah satu makhluk yang punya indera ke 9? ucap Vani nada terkejut
"Indera ke enam dong" bela Agnes
"Kalo ke enam kan dekat, ini kita sama dia jauh, kok dia bisa tau, dan dia itu siapa........? tanya Vani tercengang-cengang tak percaya
"Sudahlah gak usah dipikirin" ucap Agnes dan langsung memblok no tersebut
Gila gak Agnes itu, main langsung blok aja.
"Ya iyalah, daripada gue capek mikirin dia" jawab Agnes santai
"Waw.... waw.....waw...... Anda sangat luar biasa nona" ucap Vani tak percaya sambil tepuk tangan
"Biasa aja sih menurut gue" ucap Agnes santai dan pergi meninggalkan Vani yang masih setia bertepuk tangan
Sedangkan Roy, yang belum mengetahui bahwa nomor nya sudah di blok oleh Agnes berpikir bahwa dia akan bisa mengetahui dia mana Agnes sekarang berada dengan melacak keberadaan nya melalui nomornya.
Lembar tiap lembar tugas yang dikerjakan Roy membuat dia tidak tahu apa yang terjadi. Jam terus berputar sesuai arahnya, langit telah berganti dari terang menjadi jingga. Lembaran yang tadinya menumpuk kini sudah terselesaikan.
"Haa....... selesai......" ucap Roy lalu meregangkan kedua tangannya ke atas
Sebentar dia memainkan jari jemarinya di atas mejanya sehingga tercipta suara yang tidak menentu.
__ADS_1
"Permisi tuan" ucap Leo tiba-tiba dari balik pintu
"Hmm" Roy hanya berdehem menandakan bahwa Leo diperbolehkan masuk ke ruangannya
"Kamu sudah melacak keberadaan Agnes?" tanya Roy
"Maaf tuan, nomornya tadi tidak saya simpan" jelas Leo
"Eee...... Leo kampret tolot" rungut Roy
"Ya udah ini, pakai hp saya saja" ucap Roy sambil menyodorkan ponsel miliknya
"Baik tuan" jawab Leo sambil menerima ponsel yang diberikan Roy
Selang beberapa menit kemudian, akhirnya Leo memberikan kembali ponsel milik Roy
"Bagaimana?" tanya Roy heran
"Tidak terdeteksi tuan" jawab Leo
"Mengapa?" tanya Roy
" Nomor anda di blok tuan" jelas Leo
"Ahkkk, sial......." geram Roy
"Pakai ponsel mu aja, kau simpan nomor nya di hp mu baru lacak keberadaan nya" kesal Roy
"Ba-ba-baik tuan" ucap Leo ketakutan
"Baik tuan bukan ba-ba-baik tuan" kesal Roy
__ADS_1
"Ya sudah, gak usah di perpanjang, ini segera lakukan apa yang harus nya kau lakukan" perintah Roy sambil memberikan Ponsel nya lagi pada Leo