Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Selamat Istirahat


__ADS_3

Selama di perjalanan, Agnes hanya tertidur di punggung Roy. Roy sih tidak keberatan dengan posisi Agnes. Tapi Agnes tahan gak dengan posisi gitu? Dengan telaten Roy melingkarkan tangan Agnes ke pinggang Roy, agar Agnes tidak terjatuh dan Roy merasa nyaman.


Dengan tancapan gas yang pelan membuat momen tersebut semakin lama di rasakan oleh Roy.


"Kok bisa sih ada cewek yang keras kepala?" batin Roy saat melihat pantulan wajah Agnes dari spion


Setelah sampai di depan rumah Agnes, Roy tak tega membangunkan Agnes tapi mau gimana lagi. Kalo digendong ya susah. Dengan lembut Roy menepuk lutut Agnes untuk membangunkan Agnes.


"Nes........ bangun....... udah nyampe" ucap Roy sambil menepuk lutut Agnes


Bukannya bangun, Agnes malah mencari posisi nyaman nya di punggung Roy dan mempererat pelukannya nya. Merasa gemas dengan perlakuan Agnes, Roy akhirnya mengangkat tubuh Agnes secara perlahan namun pasti sampai akhirnya tubuh Agnes tepat degendongan Roy dengan gaya ala bridal style.


Membaringkan tubuh mungil Agnes di ranjang yang empuk dengan sangat perlahan. Tidak ingin mengganggu acara tidur nya Agnes, dengan segera Roy membalikkan badannya menuju pintu untuk pulang.


Namun entah mengapa, niatnya ia kurung. Ia kembali ke ranjang tempat Agnes berbaring, dan duduk di pinggiran ranjang Agnes. Dengan lembut, Roy merapikan anak rambut Agnes yang menutupi sebagian wajah imutnya.


Siapa sangka, aksi sederhana yang dilakukan Roy membuat dia tersenyum manis dan tulus.


"Selamat malam gadisku dan selamat istirahat" ucap Roy dan mendaratkan sebuah kecupan hangat di pucuk kepalanya.

__ADS_1


Merasa sudah sangat tenang, akhirnya Roy benar-benar meninggalkan Agnes di kamarnya. Menutup pintu dengan perlahan tak lupa mematikan lampu kamarnya sebagai penambah nikmat tidur Agnes.


Berjalan santai menulusuri tiap inci ruangan dalam rumah Agnes membuat Roy semakin tertarik dengan pribadi Agnes yang sederhana ya meskipun sedikit keras kepala.


Tiap lampu yang ada di ruangan itu Roy matikan sehingga membuat rumah mungil itu layak nya tidak berpenghuni. Dengan segera, Roy pergi meninggalkan rumah Agnes dan mendorong motornya. Ya karena rumah Roy dan Agnes hanya berseberangan jalan, makanya di dorong Roy.


Sesampainya di rumahnya, Roy yang benar-benar merasa kelelahan langsung mendaratkan badan kekarnya di atas ranjang. Dengan posisi telungkup, Roy sudah tertidur dengan sangat pulas nya.


06.47


Roy yang sudah bersiap-siap berangkat ke kantor, namun sebelum ke kantor dia harus sarapan dulu dong, tentunya di rumah Agnes. Dengan siulan kebahagiaan, Roy berjalan menuju rumah Agnes dengan memainkan jas kantornya. Dengan pikiran Roy yang sempurna, ia berpikir bahwa Ia dan Agnes akan makan berdua layaknya sepasang suami istri dengan lidahnya ia akan merasakan nikmatnya masakan Agnes.


Berbeda dengan Agnes, ia sekarang lagi kalang kabut. Bukan karena dia lupa akan perjanjiannya dengan Roy. Namun bahan makanan itu sarapan pagi ini tidak ada. Sama sekali tidak ada.


"Dia marah gak ya?"


"Kalo marah gimana?"


muncul beberapa pertanyaan dalam benak Agnes yang membuat dia pusing sendiri

__ADS_1


Sedang asyiknya berperang dengan pikirannya, tiba-tiba pintu rumah Agnes diketuk.


Tokk..... tokk..... tokk


"Silahkan masuk" ujar Roy sendiri dan langsung masuk ke dalam rumah Agnes, sedangkan Agnes yang sudah tiba di pintu langsung terdiam


"Bagaimana dengan sarapan kita sayang" canda Roy yang terus berjalan ke dapur


"Itu.... apa namanya" jawab Agnes sedikit takut


"Apa? Jangan bilang kamu kamu gak masakin sarapan buat kita" tanya Roy yang sebenarnya sudah duduk di kursi dapur dan tidak melihat satupun hidangan makanan yang tertera di meja makan


"Hehe... iya maaf. Habisnya bahan makanan aku sudah habis" jawab Agnes yang menyusul Roy ke dapur.


"Oke, tidak masalah sayang, kita bisa makan di pinggiran jalan dekat kantor" ajak Roy dengan senang hati


"Kamu gak marah" tanya Agnes


"Ya enggaklah, asalkan nanti pulang ngantor, kamu belanja yang banyak buat persediaan makanan kita nantinya" ucap Roy

__ADS_1


"Ohh, okey" jawab Agnes singkat


Tanpa pikir panjang dan tak ingin berdebat, akhirnya Agnes dengan patuh menaiki motor Roy. Sehingga membuat Roy tersenyum bangga pada dirinya sendiri.


__ADS_2