Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Jadi Sekertaris


__ADS_3

Di tempat yang sama, Roy tengah memperhatikan Agnes yang sedang bermain dengan cara duduknya. Simpel tapi itu membuat Roy tersenyum.


"Dia siapa?" tanya Roy pada Leo yang tetap masih memperhatikan tingkah Agnes


"Mungkin karyawan baru tuan" jawab Leo yang juga memperhatikan Agnes


"Ehhh.. itu bukannya Agnes ya" tanya Leo yang sadar siapa wanita yang tengah mereka perhatikan.


"Hmmm." jawab Roy dengan deheman


Selang lima menit, Leo mendapatkan informasi dari tentang Agnes, dan segera memberitahu pada Roy apa yang di dapat. Dengan seksama Roy mendengarkan penjelasan Leo.


"Buat dia jadi sekertaris saya" perintah Roy


"Baik tuan" jawab Leo dan langsung melakukan perintah Roy


Beberapa menit kemudian, wanita lain datang menghampiri Agnes dan melaksanakan perintah Leo


"Dengan Agnes Aqqela?" tanya wanita tersebut


"Ya" jawab Agnes


"Maaf, tempat anda tidak di sini" ucap sang perempuan tersebut


"Maksudnya?" tanya Agnes bingung


"Anda itu bekerja sebagai sekertaris pribadi CEO di tempat ini" jelas sang perempuan itu


"Ooooo....." jawab Agnes tanda mengerti


"Sekarang mari ikuti saya. Saya akan menunjukkan mana ruangan CEO kita dan mana ruangan kerja kamu" jelas sang wanita tersebut


"Baiklah" ucap Agnes patuh


"Nah, ini ruangan kamu dan itu ruangan CEO kita" jelas wanita tersebut

__ADS_1


"Jadi sekarang, kamu menghadap dulu ke bos kita" perintah wanita itu lagi


"Baik, terimakasih atas bantuannya" jawab Agnes tulus


"Iya, sama-sama. Saya permisi" jawab wanita tersebut dengan ramah


Tak perlu memakan waktu yang lama, Agnes segera mengetuk pintu kaca yang megah itu.


"Masuk" perintah Roy


R O Y A R G A N T A R A


Ukiran nama yang tertera dinmeje kekuasaan Roy yang membuat Agnes setengah berpikir


Langkah kaki yang tak terdengar membuat Roy berpikir bahwa Agnes belum masuk.


"Saya bilang mas..........." ucap Roy terpotong saat melihat Agnes telah duduk di bangku hadapan nya


"Roy" batin Agnes


Mendengar itu, Agnes hanya diam dan menatap dingin Roy dan saling adu tatapan selama lima menit.


"Hmmmm....." Roy berdehem menghilangkan rasa malu nya


"Kok bisa?" tanya Roy heran


"Bisa apanya?" tanya Agnes lebih heran


"Suara kaki kamu gak kedengaran" ucap Roy


"Menjadi wanita yang elegan itu dilihat dari langkah kaki nya. Langkah kaki yang diangkat bukan langkah kaki yang di gesek" jelas Agnes


"Oooo...." jawab Roy sambil mengangguk-anggukkan kepalanya


"Oke baik, masalah langkah kaki tidak usah diperpanjang"

__ADS_1


"Agnes Aqqela, lulusan dari universitas X dengan nilai IPK yang tertinggi tahun ini" ucap Roy sambil membaca selembar kertas yang memuat informasi pribadi Agnes


"Menyenangkan" ucap Roy bangga


"Dengan pengetahuan yang tinggi, wawasan yang luas, dan otak yang cermat di usia yang terbilang cukup muda membuat nilai adalah sebagai wanita bertambah 3 dari wanita biasanya"


"Mengapa saya bilang begitu?"


"Ya mungkin karena kamu adalah satu dari sejuta gadis di dunia ini yang berhasil menginjakkan kaki di posisi ini ,yang terbilang cukup membanggakan pada dirinya sendiri" jelas Roy sambil berjalan mengelilingi ruangannya dan berimajinasi


"Mungkin anda sangat bersikap profesional di tempat ini sehingga ada menganggap saya layaknya orang asing. Padahal kita bisa berjumpa setiap waktu" jelas Roy dihadapan Agnes dengan posisi duduk di atas meja


Mendengar penuturan Roy, Agnes hanya diam tak menghiraukan apapun ocehan yang keluar dari mulut Roy


"Okeyy, baik. Anda mungkin sangat bersikap profesional saat ini tapi bukan selamanya. Karena ya, pasti anda tidak akan tahan."


"Status anda di sini sebagai sekertaris CEO, Roy Argantara" jelas Roy sambil memegang papan namanya


"Dan ruangan anda ada di sana" ucap Roy sambil menunjuk ruangan yang ada di sebelah ruangannya


"Selamat bekerja dan semoga anda puas dengan pelayanan kami" ucap Roy sambil mengulurkan tangannya


"Pastinya" jawab Agnes singkat dan menerima uluran tangan Roy


Setelah semua selesai, Agnes pergi meninggalkan Roy dan ruangannya dan menuju ruangan pribadinya yang masih kosong.


Melihat kepergian Agnes, Roy sangat kesal dan hanya bisa memandang punggung kecil milik Agnes


"Ckk.. soal apa hidupnya penuh dengan drama?"


"Dia begitu ahli dalam memainkan peran dan merubah ekspresi dengan begitu cepat"


"Apa semua wanita seperti itu"


monolog Roy

__ADS_1


__ADS_2