
Roy berdecak kesel karena dia tida berhasil menjadikan Agnes sebagai kekasih nya.
"Sialan"umpat Roy diluar rumah
Akhirnya Roy kembali ke rumah nya untuk meratapi kesedihan.
Sedangkan Agnes yang berada di dalam rumah nya merasa bersalah dengan sikap nya pada Roy
"Bodoh...bodoh....." rutuk Agnes pada dirinya
"Dah lah bodo amat" monolog Agnes sambil pergi ke kamar untuk istirahat malam.
Seminggu setelah kejadian tersebut, Agnes tidak pernah melihat batang hidungnya Roy.
Entah ke mana Roy, Agnes sama sekali tidak tahu.
Seperti ada rasa bersalah dalam diri Agnes.
"Kok dia gak pernah nampak ya" monolog Agnes sambil memandang rumah yang ada di depan nya
"Kek aneh gitu kalo dia gak ada" tambah Agnes lagi
"Sudah lah, palingan balek lagi ke sini" tambah Agnes dengan senyum paksa
"Ehhhh....ehhhhh.....kok gua mikirin dia sihhhh" rungut Agnes sendiri
Sedangkan di kota lain Roy sedang mengadakan meeting pada salah satu perusahaan yang terbesar di kota itu
_Flasback On_
Setelah merasa kecewa degan sikap Agnes, Roy langsung memberikan pesan kepada Roy untuk menyetujui kerjasama di luar kota dengan perusahaan terbesar di kota itu.
*Roy
Setujui semua kerjasama kita di berbagai kota-kota besar
__ADS_1
Leo
Baik tuan, besok kita ke kota M
Roy
Atur sebaik mungkin
Leo
Baik tuan*
Demikian lah pesan antara bos dan anak buah tersebut.
"Semoga dengan ini aku bisa melupakan Agnes" monolog Roy sambil memainkan benda pipih di tangan nya
"Tapi kalo gak bisa, gimana" tanya Roy sendiri dengan frustasi.
"Pasti bisa" semangat Roy pada diri sendiri
Keesokan hari nya, Leo datang ke rumah Roy
"Mari Tuan" kata Leo yang melihat Roy sudah bersiap-siap lebih awal
Roy sama sekali tidak menyahut ajakan Leo. Dia hanya masuk ke dalam mobil tanpa mengucap apa-apa.
Di perjalanan Roy hanya memikirkan Agnes, Agnes dan Agnes lagi.
Leo yang melihat kegalauan Roy dari kaca depan merasa bingung.
"Tuan muda tidak seperti nya begini"batin Leo yang tetap memandang Roy
Apakah Agnes telah menghantui Roy???
_Flashback Off_
__ADS_1
Agnes yang tengah asik memperhatikan rumah yang ada di depannya, ternyata dikejutkan dengan suara cempreng sahabatnya, Vani
"Agnesssss........" panggil Vani
Agnes yang merasa tak asik lagi dengan suara itu, sangat malas untuk menjawab apalagi menoleh dari asal suara itu.
"Kok gak di jawab sih"sungut Vani yang duduk di samping Agnes
"Ngapain ke sini?" tanya Agnes malas
"Gua ke sini mau ngerjain tugas praktek kita Cahyonoooo" kesel Vani.
"Tugas praktek?" bingung Agnes
"Iya, yang di kasih dosen Markus" jawab Vani
"Jangan-jangan lo lupa ya" tebak Vani
"Iya, gue tau, Lo dan teman-teman satu kelas Lo gak ada yang suka sama dosen Markus makanya Lo gak ingat sama tugas yang di kasih nya. Atau Jangan-jangan Lo lupa lagi sama Dosen Markus "canda Vani
"Markus?? Dosen ?? Tugas??" canda Agnes seperti orang lupa ingatan
"Dia siapa? aku siapa" tambah Vani yang mengikuti gaya Agnes
"Kamu ??????"
"Kamu??????"
serentak mereka berduka saling menunjuk satu sama lain.
Tiba tiba mereka ngakak bareng, seperti lupa apa maksud Vani datang ke rumah Agnes
"Hahahahahahaha........."
"Hahahahahahaha........."
__ADS_1
tawa mereka girang