Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Pulang


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, saatnya Vani dan dan Agnes kembali ke kota mereka. Meninggalkan Lisa sang Oma sendiri di kampung ini. Rasa haru menyelimuti dua gadis remaja ini. Tangis pecah menyelimuti keadaan rumah sederhana milik Lisa tersebut. Seolah-olah sang Oma sudah mau meninggal saja


"Sudah-sudah........." lerai Lisa sambil melepaskan pelukan dari Vani dan Agnes


Agnes dan Vani melepaskan pelukan mereka dan menghapus sisa tetesan air mata mereka.


"Kok jadi manja gini sini kesayangan Oma" ucap Lisa sambil membantu menghapus air mata kedua sahabat itu


"Aku masih kangen sama Oma" ucap Lisa kemudian memeluk kembali sang Oma


"Agnes juga" ucap Agnes yang diikuti juga memeluk Lisa


"Kan kalo kangen kapan-kapan bisa ke sini lagi" ucap Lisa sambil membelai rambut kedua cucunya itu


Yak ada jawaban dari Vani maupun Agnes, melainkan kedua sejoli ini malah mempererat pelukannya pada sang nenek.


"Kalo gini mah, Oma sesak tau" protes Lisa


"Hehehe" tawa Vani dan Agnes barengan


"Hikss..... Oma................... " Vanibtak kuasa melanjutkan ucapannya karena ada rasa yang begitu menggebu dalam dirinya.


"Halah....... gosah gitu kali lah" ucap Lisa sambil menoyor kepala Vani


"Oma............" ucap Vani dengan wajah cemberut dengan bibir bawah maju kedepan


"Ngapain? ngapain itu muka ditekuk kek gitu ?


"Mau buat muka jelek?


"Kan Uda jelek dari sana nya" canda Lisa


"Ihhhhh Oma mahhhhh........." ngambek Vani

__ADS_1


"Oma, nanti kalo Agnes kangen Oma, Agnes boleh telpon Oma ya" ucap Agnes sambil merangkul Lisa dari samping nya


"Ohhh...... boleh dong sayang" jawab Lisa sambil mengelus pipi mulus Agnes


Tittt.......


Tittt......


Tittt....


Suara klakson mobil memberhentikan kegiatan mereka. Acara nangis-nangis melepaskan kerinduan satu sama lain.


"Dah Oma"


"Dah nek"


Ucap Vani dan Agnes bersamaan


"Dah cucu-cucu Oma" jawab Lisa dan melambai tangan nya pada Vani dan Agnes


Setetes demi setetes air mata itu jatuh membasahi pipi keriput Lisa, bohong kalau Lisa tak bersedih karena kepergian Vani dan Agnes.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang..........." ucap Angel manja pada Roy


"Sayang, kamu tau gak..................."


"D I A M !!!" marah Roy dan membantingkan meja


"Sekarang kamu pergi dari kantor ku!!!" perintah Roy


"Tapi aku kangen sama kamu" manja Angel

__ADS_1


"Cihhh.......... manja" ucap Roy sepele


Sejenak Roy mengambil ponselnya dari saku nya dan menghubungi salah satu kontaknya.


"Gak capek ke sini terus" ucap Leo yang tiba-tiba hadir dari balik pintu


Ya, Leo adalah orang yang dihubungi Roy beberapa menit yang lalu.


"Terserah ku lah, dia kan tunangan ku" jawab Angel manja sambil bergelut di lengan Roy


Roy langsung menepis tangan Angel dari lengannya, dan mendorong tubuh Angel dengan kuat sehingga Angel terjatuh


Leo hanya tertawa melihat aksi itu


"Ngapain ketawa" murka Angel pada Leo


"He....... Uda deh, kalo Uda gak dihargai di sini gak usah seolah-olah kau punya harga di tempat ini" ucap Leo sinis


"Apa kau bilang?!" marah Angel


"Selain murahan kau juga ternyata tuli ya, atau jangan-jangan kamu gak ngerti sama sekali bahasa manusia?!" ejek Leo


Mendengar ejekan Leo, Angel mulai bangkit dari jatuhnya dan membersihkan bokong nya yang kotor


"Upsss....... sepertinya saya tidak ada mengucapkan kata berdiri, kok anda berdiri ya" ejek Leo lagi


"Dasar kurang ajar!!!!!!!" marah Angel dan hampir menampar pipi mulus Leo, namun dengan sigap Ia menahan tangan Angel


"Ini tangan mau menyentuh pipi saya" olok Leo saat memegang tangan Angel


"Mustahil Nona" olok Leo lagi sambil melempar tangan Angel


"Auuuuuu.........." ringis Angel

__ADS_1


"Pergi atau saya seret?!!?!!" bentak Leo


"Cihhh.........." marah Angel, dan pergi meninggalkan Leo dan Roy


__ADS_2