
Setelah melewati masa keheningan di dalam mobil, akhirnya Roy sampai di perusahaan nya, perusahaan SS.
Leo memarkirkan mobil Lamborghini tersebut di tempat yang semestinya dan Roy turun dari mobil tersebut menuju ruangan nya di lantai paling atas.
Mulai memasuki area perkantoran tersebut, semua staff yang melewati Roy sontak langsung membungkukkan badan dengan tangan di bahu- memberikan salam pada sang penguasa
Roy acuh, dia hanya fokus ke depan menuju ruangan nya. Ya itulah Roy kalau di tempat kerjanya
Sementara Leo yang sejak tadi di belakang Roy membalas sapaan para karyawan tersebut dengan senyum manisnya.
Tiba di ruangan Roy, Roy langsung duduk di bangku kuasa nya.
"Adakah jadwal ku hari ini?" tanya Roy sambil membolak-balik map yang ada di meja nya
"Bentar Tuan" jawab Leo dengan memainkan jarinya di layar elektronik nya
"Hmmm.."jawab Roy singkat
"Hari ini ada pertemuan dengan para dosen kampus L yang di depan" jelas Leo pada Roy
"Jam?"tanya Roy singkat
"Saat jadwal makan siang Tuan"jawab Leo dengan jelas
"Baiklah" jawab Roy santai
__ADS_1
Sementara di kampus L, bangunan megah yang di duduki oleh Agnes untuk menempuh pendidikannya sedang berpesta ria.
Karena mereka dipulangkan dengan cepat.
"Nes, habis ini Lo mau ke mana?" tanya Vani, sahabat Agnes
Vani adalah sahabat Agnes dari bangku SMA.
"Entahlah, aku pun gak tau" keluh Agnes sambil mengaduk jus orange di hadapan nya
"Gimana kalo Lo ke rumah gue aja" ajak Vani dengan wajah senduh nya
", Ngapain ke rumah Lo kalau gak ngapa-ngapain* jawab Agnes dingin
"Ehh curut ayam, sebelum nya Lo pengen banget main ke rumah gua, la sekarang kagak pernah" ketus Vani dengan tangan dilipat di dada
"Kalo kehidupan ku kayak dulu, mungkin tiap hari aku akan main ke rumah lu ketombe remaja. Tapi kan sekarang Lo tau gimana kehidupan gua"jelas Agnes dengan sedikit menitikkan air matanya
Vani yang melihat hal tersebut merasa bersalah dengan ke egois nya
"Ya, jangan nangis dong, gua minta maaf" ucap Vani sambil mendudukkan pantatnya di samping Agnes ambil mengusap bahu Agnes
"Hikssss....hiksssss....hikssss.." Agnes berpura -pura menangis agar Vani merasa bersalah
Vani yang mendengar suara itu pun langsung mendongak ke atas melihat wajahnya Agnes
__ADS_1
Agnes tersenyum lebar dan berusaha untuk kabur karena berhasil menipu Vani
"Agnesssssss..........." sungut Vani
"Hahahaha............" ejek Agnes sambil pergi meninggalkan Vani
Saat Agnes lari meninggalkan Vani, tiba-tiba
Brukkkkkkk
"Aduhhhh"ringis Agnes kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya
Agnes pun menoleh siapa yang di tabrak nya
Dia melihat dari ujung kaki sampe wajahnya yang di tabrak nya
"Kalau jalan itu pakai mata dong" kesel Agnes pada pria itu sambil menunjuk pria itu dengan telunjuk nya
Ya, yang ditabrak Agnes adalah seorang pria bertubuh kekar
"Maaf nona, tapi anda tadi yang menabrak tuan muda saya" jawab Leo dari belakang Roy.
Pria yang ditabrak Agnes adalah Roy
Roy yang mendengar jawaban dari Leo langsung memberikan isyarat kepada Leo untuk diam.
__ADS_1
"Tuan muda.....tuan muda......" sungut Agnes sambil melihat Roy dengan tajam
"Siapa pun anda, mau anda terkenal atau tidak, mau anda punya perusahaan atau tidak ataupun mau anda seorang presiden sekalipun, kalau salah tetap salah" jelas Agnes pada Roy dengan cerewet