
Roy dan Agnes pun makan bareng. Roy dan Agnes duduk berhadapan karena meja makannya cukup untuk dua orang saja
"*Gila ni cewek cantik bener" batin Roy sambil menyendok kan nasi ke piring nya
"Cantik sih, tapi kok ga pernah pacaran ya" batin Roy sambil mengambil lauk
"Nih cowok kenapa ngeliatin gue dari tadi" batin Agnes yang mulai memasukkan sesendok nasi ke mulut nya
"Tuan muda? Tuan Roy?, sebenarnya dia siapa batin Agnes lagi sambil memasukkan sesendok nasi lagi ke dalam mulutnya
"Dia mikirin apa sih " bayi Roy yang dari tadi melihat Agnes
Roy dan Agnes saling bercakap dari hati ke hati ya* -_
"Ehem......" Roy berdehem menghilangkan keheningan nya
Sontak, Agnes menghentikan lamunan nya
"Sebenarnya anda siapa"tanya Agnes sambil mengarahkan sendok yang ada di tangan nya
"Uuu santai" jawab Roy dengan sedikit takut
"Nama saya Roy" tambah Roy
"Bukankah Anda adalah orang yang tadi saya temui di kampus saya" tekan Agnes dengan suara mengintimidasi
"Dia ingat juga ternyata"batin Roy memunculkan lekukan di bibir nya
"Gak usah senyum" ucap Agnes sambil melotot
"Iya" jawab Roy santai sambil memasukkan lauk ke dalam mulutnya
__ADS_1
"Iya?, iya anda siapa ?....."
"Kan sudah saya katakan nama saya Roy" potong Roy
"Trus teman saya dan teman anda tadi memanggil anda dengan awalan Tuan" tekan Agnes
"Tapi bedanya teman anda manggil anda Tuan Muda" tambah Agnes dengan memunculkan keriput di kening nya
"Dia benar-benar gak tau atau dia pura-pura gak tau" batin Roy
"Di jawab bukan malah bingung" marah Agnes
"Iya, iya sabar. Makan dulu habis makan baru aku jelaskan" modus Roy dengan menyantap menu makan malam nya hari ini
Entah mengapa hati Roy sangat nyaman jika dekat dengan Agnes
Usai makan malam selesai, mereka duduk di ruang tamu dengan dihidangkan cemilan.
Sebenarnya Agnes gak peduli sih siapa itu Roy, tapi dia penasaran. Kenapa orang yang dipanggil Tuan tinggal di area yang tidak cocok untuk panggilan itu
"Sebenarnya..........."
"Kamu ngapain kepo tentang hidup ku, atau jangan-jangan kamu suka ya sama aku" goda Roy sambil mengedipkan satu matanya
"Saya suka sama anda" unjuk Agnes pada diri nya
Roy mengangguk tanya mengiyakan sambil memakan camilan di atas meja
"Najisssssss" jawab Agnes spontan membuat Roy kekeh kecil
"Ya udah sana gih balik" usir Agnes pada Roy sambil mendorong badan kekar Roy
__ADS_1
"Si anjing ini, orang lagi makan" batin Roy, tapi badannya sudah di luar rumah Agnes
Ya, mau gak mau dia harus balik ke rumahnya
"Menarik dan sedikit tertantang"batin Roy
Roy yang sudah sampai di depan pintu rumah nya pun terlupa sesuatu
"Minum gua kelelawar"ucap Roy sambil menepuk jidatnya
"Kok bisa lupa ya, trus gua minum apa besok pagi, telor dadar" tambah Roy
Roy berbalik badan melihat rumah Agnes, ternyata rumah Agnes sudah gelap gulita seperti tidak berpenghuni.
Yup, Agnes sudah tidur
"Perasaan tadi dia gak ada ngasih tanda-tanda ngantuk" kata Roy saat melihat rumah Agnes gelap
"Apa dia........ ya sudah la" gumam Roy dan masuk ke dalam Rumah
Jam semakin meninggi, para penghuni bumi sudah waktunya tidur. Bulan dan bintang senantiasa menemani penghuninya.
Semakin berputarnya jarum jam maka semakin tinggi lah waktu tersebut.
Sehingga tanpa di sadari matahari telah terbit, seolah-olah memberikan isyarat bahwa waktunya untuk berjuang lagi
Roy yang sudah bangun dari awal dia lebih meningkatkan secangkir kopi hangat di teras rumah.
"Dia udah keluar atau belum bangun" gumam Roy saat menatap rumah Agnes
Sedangkan Agnes, gadis yang biasanya tepat waktu kini terlambat
__ADS_1
"Aaaaaaa..........."pekik Agnes ketakutan