
Kedua tangan yang mengepal, amarah yang memuncak, itulah yang dirasakan oleh orang di pinggir jalan itu.
"Dia siapa?"
"Kok lain sama yang tadi pagi?"
"Kok dia senyum sama yang ini?"
batin Roy secara berurutan
Kok..... dan kok.... lainnya muncul di benak Roy melihat keakraban Agnes dan pria itu.
Ya.., pria yang sedang mengintai Agnes dan Daniel adalah Roy
Seperginya Daniel dari rumah Agnes, Roy langsung menghampiri rumah Agnes sebelum pintunya ditutup oleh sang tuan rumah.
Set, untung belum telat, karena saat Roy sampai ke pintu rumah Agnes, saat itu juga Agnes hendak menutup pintu nya.
"Apa sih kok ada ngeganjel" monolog Agnes yang berusaha menutup pintu
Ya gimana Agnes mau tau, apa alasan pintu nya susah ditutup. Agnes aja nutup pintu gak ngelihat pintu nya.
"Ahhhk taik ayammmm...." kesel Agnes dan segera membalikkan badan ke arah pintu
Ternyata ada sebuah kaki yang berhasil menghalangi pintu Agnes tertutup.
"Dia siapa" singkat Roy setelah Agnes membuka pintu rumah nya lebar-lebar
"Siapa?..siapa?.." bingung Agnes
"Yang tadi "singkat Roy dan pergi menuju ruang tamu
"Yang tadi mana?" tanyaa Agnes lagi
__ADS_1
"He, yang baru selesai makan sama mu" sinis Roy setelah melihat dua piring kotor yang masih ada di atas meja makan Agnes
"Ohhh, yang barusan" ucap Agnes sambil melihat arah mata Roy yang dia tuju
"Nama nya Daniel" singkat Agnes
"Hubungan" dingin Roy
"Hubungan?... hubungan gimana?" kata Agnes bingung
"ada hubungan apa anda sama dia?" tanya Roy dengan nada tak bersahabat
"Teman satu kampus" singkat Agnes sambil merapikan meja makan yang berantakan
"Kok bisa?" tanya Roy
"Ya bisa la bego" jawab Agnes dengan kesel
"Namanya sama-sama kuliah" jelas Agnes
"Makanya kalau ngomong itu jelas, biar si penjelas bisa menjelaskan dengan baik"cerewet Agnes
"Ohh" Roy hanya ber oh ria saja mendengar celotehan Agnes
"Karena dia punya motor" singkat Agnes
"Saya juga punya motor" bela Roy
"Kami satu kampus" ucap Agnes tak mau kalah
"Kita tetangga" bantah Roy
"Kami sebaya" bantah Agnes
__ADS_1
"Jadi maksud anda,saya tua" tanya Roy
"Iya, emang tua" ejek Agnes sambil senyum kemenangan
"Mulai besok dan seterusnya anda dan saya sama-sama berangkat" ucap Roy dingin
"Sama-sama berangkat..... sama sama berangkat" ejek Agnes
"Saya benci penolakan" kata Roy dengan suara berat nya
"Nolak? saya menolak? ucap Agnes sambil menunjuk dirinya
"Ya itu benar, saya menolak kesepakatan anda" bantah Agnes
" Jadi pacarku"singkat Roy
"Pacar...pacar.... pala peang mu itu pacar" kesel Agnes
"Saya saja menolak anda untuk berangkat bareng sama anda apalagi untuk pacaran" kesel Agnes
"Pilih satu diantara nya" dingin Roy
"Pilihan saya..........." kata Agnes sambil memainkan jari telunjuk nya di dagunya
..................
Hening, menunggu jawaban Agnes, yang sebenarnya Agnes sendiri tidak berpikir.
"Oke baik"ucap Agnes yang memecahkan keheningan diantara mereka berdua
"Gua gak ada milih apa-apa, dan sekarang anda pergi dari rumah saya, karena ada tidak punya hak untuk menginjakkan kaki ke rumah saya, paham?" jelas Agnes sambil mendorong badan kekar milik Roy
"Saya tidak akan keluar" elak Roy,padahal badannya sudah hampir keluar dari rumah Agnes
__ADS_1
"Bodo amat"kata Agnes setelah berhasil mendorong badan kekar milik Roy keluar rumahnya
Sesegara mungkin Agnes langsung mengunci rumahnya.