
Roy dan Leo pergi ke kafe G untuk makan siang dan meeting dengan clien yang dimaksud Leo
Sedangkan Agnes di kantin kampusnya bareng Vani sahabat nya.
"Lu jadi ikut apa enggak sih"singgung Vani pada Agnes
"Enggak ah" singkat Agnes
"Kenapa?" tanya Vani bingung
"Gua gak diundang" singkat Agnes
Selang beberapa menit kemudian, orang yang dibicarakan oleh Agnes dan Vani muncul.
"Hai" sapa Daniel
"Hai juga" sapa Agnes dan Vani serempak.
"Nes, hari ini kan gue ultah, gua mau rayain di rumah gue ntar sore Lo ikut ya" ajak Daniel sambil memberikan kartu undangan pada Agnes
"Hmmmmm......" kata Agnes gugup
"Gak menjawab brarti setuju dong" kata Daniel senyum simpul
"Betul " singkat Vani sambil kekeh
"Gue tunggu kehadiran lu ya nes" ucap Daniel sebelum pergi meninggalkan Agnes dan Vani di meja kantin
Di tempat lain, tepatnya di kafe G, tempat Roy dan Leo meeting. Mereka mengalami sedikit kendala.
Waktu yang ditentukan untuk bertemu tidak sesuai dengan kedatangan clien mereka.
"Maaf pak, kami datang telat" ucap clien tersebut
"Tidak apa-apa" jawab Leo singkat
Roy berdecak kesal. Karena dalam hidupnya dia paling tidak suka menunggu.
"Ohh ini tuan muda mu ya, orang yang........." singgung client tersebut
"Ehemmmm......." Roy berdehem mengentikan aksi yang kurang baik baginya
"....................."
__ADS_1
"Terimakasih atas kerjasamanya, saya harap anda lebih profesional lagi dalam kerjasama kita ini" ucap client tersebut setelah mengakhiri meeting mereka
"Baik, saya minta maaf atas kelalaian saya sebelumnya" ucap Roy mengulurkan tangannya
"No problem" singkat client tersebut sambil menerima uluran tangan Roy
Para client pun pergi meninggalkan Roy dan Leo di kafe itu, karena acara mereka telah usai.
Roy yang sudah merasa lelah, ingin sekali rasanya tidur di atas kelelahan nya.
"Apa masih ada jadwal lagi untuk hari ini?" tanya Roy dengan wajah malas
Leo yang melihat wajah Roy begitu sendu langsung mengiyakan pertanyaan Roy dengan sebuah anggukan
"Ha, masih ada........." tanya Roy dengan sedikit frustasi
"Hehe, tidak Tuan. Meeting hari ini telah selesai" kata Leo senyum simpul
"Arghhhh...... dasar ketiak basah" kata Roy sebelum pergi meninggalkan Leo yang senyum sendiri
Roy pun membawa sepeda motor nya ke kampus Agnes, namun sangat di sayangkan kampus tersebut sangat sunyi seperti tidak ada penghuninya.
Yap benar saja 15 menit yang lalu kampus tersebut sudah sepi.
Sementara di tempat lain, Agnes sedang bermalas-malasan karena dia tidak ingin mengikuti acara ulang tahun Daniel.
Sedangkan Vani dari tadi memaksa Agnes untuk ikut acara tersebut.
___ Flashback On___
" Kalo Lo gak ikut, Lo harus traktir gue selama seminggu" kata Vani
" Kalo gue ikut?" tanya Agnes bingung
"Ya Lo gak dapat hukuman la tolol" kata Vani kesel
Taruhan yang diberikan Vani memang tidak sulit, tapi Vani adalah seorang perempuan yang sangat doyan makan.
"Deal" kata Vani sambil memberikan jari kelingking nya
"Deal" kata Agnes menerima hari. kelingking Vani
___ Flashback Off___
__ADS_1
"Pergi atau enggak ya" monolog Agnes di kamar nya
"Pergi, enggak, pergi, enggak, pergi , enggak" kata Agnes sambil menghitung kesepuluh jari tangan nya
Sangking bingung nya, Agnes pun terlelap di kamar nya tanpa mengganti pakaian yang ia kenakan tadi dari kampus.
Terlelap........ terlelap......... terlelap
Hingga akhirnya Agnes terbangun dari mimpinya karena suara dering HP nya.
Ternyata banyak notif pesan yang Agnes dapat dari Vani.
Nes
Nes
Nes
Nes
Lo di mana
Gua udah nyampe ni
Ness
Nes
Acara nya dah mulai ni nes
Nes
Sialan lu bener gak datang ya
Gua sih gak masalah sama
Emang duit lu cukup traktirin gue selam seminggu
Begitulah pesan yang muncul di layar HP nya Agnes dan dua puluh panggilan tak terjawab dari Vani
"Sialan, gue pakek acara ketiduran lagi" gumam Agnes sambil melihat jam di layar Ponsel nya
"Taikkkkkk..... udah jam 10" monolog Agnesss
__ADS_1
"Dahlah, lanjut tidur aja" ucap Agnes lagi