Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Kagett


__ADS_3

"Aku harus nelpon Bunda sama Ayah ini" inisatif Agnes


Segera Agnes merogoh tas kecilnya dan mencari kontak Ayah dan Bunda. Tanpa menunggu lama, pada deringan pertama Bunda langsung menjawab panggilan Agnes


"Halo Bund" sapa Agnes


"Iya sayang kenapa?" tanya Santi


"Roy Uda sadar Bund, tapi"


"Tapi kenapa sayang?"


"Kata dokter, Roy amnesia ringan Bund"


"Amnesia ringan? Hanya kecelakaan gitu bisa amnesia?"


"Nah itu Bund, aku juga bingung"


"Ya udah sabar ya sayang, Bunda ke sana sekarang"


"Oke Bund"


...... .......................


"Agnes" panggil Santi setelah tiba di RS


"Bunda, Ayah" sambut Agnes


"Gimana tadi kamu bilang sayang?" tanya Kevin si Ayah


"Kata dokter, Roy amnesia ringan, Yah" ucap Agnes


"Lah kok bisaaaa ?" tanya Kevin tak percaya


"Nah itu dia, aku juga bingung" jawab Agnes


Sementara orang yang dibicarakan sangat nyaman dalam mimpi nya. Tidak mempedulikan apa yang terjadi.


Merasa sudah lelah dengan mimpinya, Roy perlahan membuka matanya melihat orang-orang disekitar nya.


"Kok rame banget sih" batin Roy


"Sayang kamu udah bangun" ucap Santi setelah melihat pergerakan Roy

__ADS_1


"Kamu ingat mama kan" ucap Santi menunjuk dirinya sendiri


"Ya ingatlah kan lu emak gue Maimunah" batin Roy


Merasa tidak ada jawaban, Santi terus memaksa Roy mengingat tentang dirinya


"Jawab sayang" paksa Santi


Hanya sebuah gelengan kepala kecil dari Roy sebagai tanda jawaban bahwa Ia tidak mengenal Santi


"Ma, sabar ma" kata Kevin menenangkan Santi


"Gimana sabar sih Pa, anak ku masa ga ingat sama ku" rengek Santi


"Iya, nanti dia ingat kok" tenang kan Kevin


Tak habis pikir dengan semua nya ini, Santi dan Agnes meninggalkan Kevin dan Roy di ruangan itu berdua untuk mencari makanan


"Pa, papa mau titip apa nih? Kita mau cari makanan" tanya Santi


"Soto Kambing aja ma" balas Kevin


"Ya udah kami pergi dulu ya" pamit Santi


Setelah kepergiannya Agnes dan Santi. Kevin hanya menatap Roy tak percaya. Tak percaya dengan semua ini. Antara realita atau halusinasi.


"Kok bisa ya" ucap Kevin memecahkan keheningan diantara mereka berdua


"Ya bisa lah" jawab Roy


"Tapi kenapa?" tanya Kevin bingung


"Ya ga tau" jawab Roy santai


"Gila sih lu ya" balas Kevin


"Elu kali gila bapak nya Roy" semprot Roy dengan candaan


"Emang lu kenal sama si Roy?" tanya Kevin santai


"Lah itu kan gua, Kevin Argantara" kesal Roy


"Lah itu elu" tanya Kevin tak percaya

__ADS_1


"Gak, kang siomay jln bahagia tu anak lu" kesal Roy sendiri


"Brarti, lu ingat dong lu siapa" pancing Kevin


"Lu tau nama lu, nama gua juga ku tau, kang siomay di jln bahagia aja ku tau"


"Lu pura-pura hilang ingatan" tebak Kevin


"Iya" jawab Roy santai


"Ngapaiiiiin?" kesal Kevin


"Kepooo" balas Kevin tak kalah santai dari sebelumnya


"Oleh, gpp. Ya palingan gua kasih tau klo lu hmpphh"


"Okeee-okeeeee, gua kasih tau" panik Roy setelah melepas tangannya nya dari mulut Kevin.


"Sebenarnya............"


"Makanan datang" ucap Santi yang tiba-tiba datang dari luar


"*Huuuu, syukur" batin Roy


"Ini cewek kang belati ini. kok cepet bangett sih pulang nya" batin Kevin


"Kan untung si bocah tengil ini nih ga mau bagi rahasia sama papa nya sendiri" batin Kevin lagi sambil menatap mata Roy


"Ya, si tua Bangka kesal hahaha" batin Roy sambil mengejek Kevin


"Ini bocah ingusan,malah meledek lagi" kesal Roy*


"Pa, kok kamu ngeliatin Roy gitu banget sih" ucap Santi, memberhentikan aksi kedua laki-lakinya


"Ahh itu apa ma namanya,hmpp......."


"Hayoo lo, gagap kan lu" batin Roy yang melihat ekspresi Kevin


"Apa?" tanya Santi heran


"Hmmm,, itu apa, papa lapar. Ahhh iya, papa udah lapar nih ma" elak Kevin


"Ah, kamu lapar. Kalo kamu lapar ngapain pakek gagap segala sih" tanya Santi linglung

__ADS_1


"Hehehehe" Kevin hanya memberikan kekehan kecil


__ADS_2