Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Terpuruk


__ADS_3

Setelah menghubungi Mamanya Roy, Agnes mundar-mandir tak karuan menunggu hasil pemeriksaan dokter. Duduk, berdiri, jalan gak jelas itulah yang dilakukan Agnes selama 30 menit. Menunggu, menunggu dan menunggu itulah yang dilakukan Agnes.


"Agnesssss..........." teriak Bunda


"Bundaaaa.........." balas Agnes


Masuk dalam rangkulan sang Bunda, tangis Agnes begitu pecah. Seperti manusia yang tidak pernah menangis. Semua hal yang begitu dia sesali sudah sangat terpecahkan dalam dekapan sang Bunda


"Royy..... Bundd hiksss hiksss" ucap Agnes dalam tangisannya


"Iya sayang, iya" jawab Bunda sambil mengelus pundak Agnes dengan damai


"Kita hanya bisa berdoa sama Tuhan untuk saat ini" tambah Bunda


"A.......a...ku.... yang hikssss..... sa.....sa.....lah ....... Bund....... hikss" isak Agnes


"Husssss, gak boleh gitu sayang" ucap Bunda


"Huaaaaa.......hikssssss" tangis Agnes


"Uda kamu duduk dulu ya" ucap Bunda sambil menenangkan Agnes


Tiga puluh menit sudah Agnes, Bunda dan Ayah menunggu hasil lab Roy.


Dan ternyata yang ditunggu datang


"Dok, bagaimana keadaan putra saya?" tanya Bunda


"Putra bapak, tidak kenapa -kenapa. Tapi keadaan nya cukup mengkhawatirkan" jawab sang dokter


"Maksud dokter gimana sih?" tanya Kevin kebingungan


"Gak kenapa-kenapa tapi mengkhawatirkan. Yang benar yang mana dok?" tanya Agnes frustasi

__ADS_1


"Saat ini Roy belum sadarkan diri. Keadaan nya sangat-sangat kritis" jelas sang dokter


"Apakah kami, sudah bisa menjenguk nya?" tanya Santi


"Boleh saja, asalan kan satu-satu yang menjenguk nya?" jelas dokter


"Baik dok, terimakasih banyak dok" ucap Santi


"Saya permisi" balas Dokter


"Kamu yang masuk pertama yang sayang" ajak Santi pada Agnes


Tanpa pikir panjang, Agnes langsung masuk ke ruangan Roy dengan langkah yang mantap.


"Maaaffffffff" isak Agnes


"Gara-gara gue ku kayak gini" tangis Agnes pada pelukan Roy


"Lu gak boleh egois"


"Lu gak boleh lemah"


"Lu harus kuat"


"Lu harus bangun"


"Royy.............. lu dengar gue gakkk ???"


"Lu harus bangun Royyy....."


"Bangun Royyyy......" tangis Agnes pecah begitu saja sambil mengguncangkan pundak Roy yang tergulai lemah


"Gue bodohhh....." rutuk Agnes pada dirinya sendiri

__ADS_1


"Gara-gara gue, lu begini"


"Gara-gara gue, lu terbaring lemah"


"Gara........ gara gueeee................."


"Semua gara-gara gue"


"Kalo lu sampe gak bangun, gue yang akan mati" ancam Agnes pada Royy


"Bangun Roy............" frustasi Agnesss


Habis sudah tenaga Agnes memarahi dirinya sendiri, keadaan, dan semua yang terjadi pada saat itu yang melukai Roy. Hingga tanpa sadar, Agnes ikut tertidur di lengan Roy dengan titik-titik bulir air mata yang tersisa.


Sedangkan Santi dan Kevin yang masih diluar, langsung masuk ke ruangan ruangan Roy. Melihat keadaan Agnes yang benar-benar terpuruk, Santi dan Kevin sangat prihatin.


"Sayanggg" ucap Santi lembut sambil membelai rambut panjang Agnes


"Udah biarin aja" larang Kevin


"Biarin mereka berdua, kaya gini" ucap Kevin


"Tapi kasih Agnes pa, pasti dia belum makan" kata Santi


"Dia pasti susah di ajak makan ma" jawab Kevin


"Kita tinggal aja mereka berdua di sini " usul Kevin


Tak rela meninggalkan Agnes dan Roy, Santi hanya meninggalkan kecupan hangat di tiap kening dua insan tersebut.


Kevin dan Santi, pergi meninggalkan mereka menuju kantin Rumah Sakit tersebut, untuk mengisi perut yang kosong.


✨yukk follow ig ku @esterr.rrrr

__ADS_1


__ADS_2