
Brakkkkkk........
Dari arah berlawanan, sebuah truk menabrak Roy dengan sanga ganas. Membuat Roy jatuh terspental di aspal jalanan. Kerumunan orang-orang yang disekitar langsung menghampiri Roy
"ROYYYYYYY!!!!" teriak Agnes histeris
Tak peduli dengan keadaan jalanan, Agnes fokus pada tubuh Roy yang tergeletak di jalanan.
"Royy, bangun royyyyy" ucap Agnes histeris disertai dengan air mata kepedihan yang bercucuran
Roy yang mendengar suara Agnes, meskipun samar-samar, berusaha membuka matanya dan tersenyum tipis
"Royyyyy" lirih Agnes, saat melihat Roy membuka matanya kecil
"A-a-ku bi...........sa....." ucap Roy terbata-bata
"Kamu gak usah ngomong" bantah Agnes dengan kepanikan
"Aku tau kamu, kamu gak akan mungkin melakukan itu semuanya" potong Agnes dengan tegas.
Mendengar itu Roy kembali tersenyum dan meraih pipi Agnes dengan tangan nya yang berlumur darah
"Maaaa......kaaaa"
Tiba-tiba
"Royyyyyyyyy" teriak Agnes dengan penuh histeris ketika Roy menutup matanya dan tangannya terjatuh
"Bangun Royyyyy" panik Agnes, sambil mengguncang kan bahu lemas Roy
"Kalian semua disini ngapain ha?" marah Agnes pada kerumunan yang disekitar nya
"Apa kalian gak mau manggil ambulance? ha?" marah Agnes
"Apa kalian mau melihat orang mati secara langsung?! ha?!" marah Agnes lagi
"Jawab!!!" ucap Agnes dengan frustasi, sambil mengguncangkan salah satu bahu pria dewasa di samping nya
"Cepat hubungi ambulance" perintah Agnes dengan tegas
"Ba-ba-ik mba" jawab salah satu orang di sana
__ADS_1
Menunggu ambulance datang, Agnes kembali pada Roy. Memangku badan lemah Roy. Mengusap kepalanya, membersihkan darah yang menempel di kepalanya.
"Berjanji lah padaku bahwa kau akan baik-baik saja" ucap Agnes sambil mengelus kening Roy
"Mbak, ambulance sudah datang" tegur wanita di samping nya
"Tolong, tolong angkat suami saya ke dalam" perintah Agnes pada para lelaki yang masih di sana
Dengan sigap, para lelaki mengangkat tubuh Roy yang tak sadarkan diri masuk kedalam ambulance.
"Terimakasih banyak buat kalian semuanya" ucap Agnes pada semua orang yang masih setia di TKP
"Semoga Tuhan membalas kemurahan hati kalian" tambahnya
"Sama-sama, berhati-hatilah. Semoga suami mu lekas sembuh dan tidak telat mendapatkan pertolongan dari Tuhan mu" ucap salah seorang dari situ
"Saya pamit" balas Agnes sambil memberikan senyuman kepada mereka
"Mari pak" ajak Agnes pada supir ambulance itu
Agnes yang masih setia duduk di samping Roy terus menatap iba Roy. Sambil berdoa dalam hati, meminta keajaiban pada Tuhan, agar Roy segera diselamatkan.
"Bertahanlah, kau pasti akan sembuh" ucap Agnes pada dirinya sendiri dan Roy yang lemah
"Jika kau telat, kita tidak tau apa yang terjadi pada suami saya. Lakukan lagi gas mobil mu" perintah Agnes dengan tegas
"Baik mbak" jawab sang supir
Keheningan menemani mereka, hingga akhirnya mereka tiba di RS
"Susterrrr...... susterrrr......"panggil Agnes dengan kepanikan
Dengan segera beberapa suster datang membawa brankar, dan memindahkan Roy dari dalam ambulance ke brankar tersebut
Dengan langkah yang lihai, para suster segera mendorong Roy ke ruangan ICU untuk melakukan pertolongan.
"Mbak tunggu di sini saja ya" kata salah satu suster
"Baik sus, tapi tolong berikan penangan yang terbaik pada suami saya ya" ucap Agnes
"Kami usahakan" jawab suster itu dan segera masuk kedalam ruangan itu
__ADS_1
Lima menit sudah Agnes mondar-mandir kesana-kemari hanya karena kepanikannya.
"Bunda..., iya bunda. Aku harus telpon bunda" monolog Agnes
Segera Agnes melakukan panggilan suara kepada Bunda, ibunya Roy. Beruntung hanya sekali berdering, Bunda langsung menerima panggilan suara itu
Halo, kenapa sayang?
"Bunddd.......hiks".
'Kamu kenapa sayang?"
"Roy hikssss bund"
"Roy kenapa sayang?"
"Roy kecelakaan bund"
"*Dalam Nama Tuhan Yesus!!!"
"Sekarang kamu ada di mana ini sayang*?"
"A.....ku. "
"*Tenang sayang, kamu jangan panik dulu ya"
"Kamu tarik napas dulu, buang....."
"Kalau Uda, kamu kasih tau Bunda sekarang posisi kamu ada di mana*?"
""Aku ada di RS Kesehatan Bund"
"Oke, kamu jangan kemana-mana yah, Bunda langsung ke sana"
"Oke Bund, Bunda hati-hati ya"
"Iya sayang, kamu jangan panik dulu ya. Kamu berdoa dulu ya sayang"
""Iya Bund"
"Bunda matikan telpon nya ya"
__ADS_1
"Iya Bund"