Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Terungkap II


__ADS_3

"Ini semua karena laki-laki brengsek, bajingan yang udah berhasil nipu gua. Bangsattttttt "


Melihat Agnes yang masih tetap fokus mendengar cerita Angel, Angel langsung paham dengan ketakutan Agnes.


"Tenang, aku sekarang udah ikhlasin Roy kok. Waktu itu aku cium Roy, sebagai tanda perpisahan gua"


"Sebenarnya waktu itu kita sama sekali gak ada janji ketemuan, jumpa aja gitu. Karena gua rasa gua dekat sama dia, ya udah gua izin pamit sam dia"


"Sebenarnya waktu gua minta ciuman terakhir, dia gak mau, benar-benar gak mau. Dia nolak gua, dan hampir marahin gua. Tapi karena situasi nya rame banget di sana, dia ga enak jadi ya, dia nerima"


"Ini semua salah gua, gua benar-benar minta maaf sama lu"


"Kalau boleh tau, emang dalam rangka apa lu minta ciuman terakhir dari Roy?" tanya Agnes


"Sehari setelah kejadian itu, gua pergi dari kehidupan kalian berdua. Ke mana pun gua gak tahu yang penting gua pergi aja dulu dari hidup kalian"


"Masalah nasib, gua udah benar-benar berserah. Karena gua berserah, seminggu kemudian gua nikah sama orang yang sayang sama gua dan nerima gua apa adanya. Yang mau nerima masa lalu gua"


"Gua kembali ke sini, bukan karena Roy. Tenang....

__ADS_1


Gua kembali ke sini, karena suami gua ada kerjaan di sini, dan anehnya perusahaan Suami gua dan perusahaan Roy sedang kerjasama"


"Nah, gua dengan kabar dari suami gua kalo CEO nya masuk rumah sakit, ya akhirnya gua nekat datang ke sini"


"Masalah malu sih, iya gua malu. Tapi kan ada kata maaf yang harus gua ucap buat lu sama Roy"


"Maaf yang sebesar-sebesarnya"


"Dan karena gua udah minta maaf sama lu ,dan sama Roy, ya meskipun Roy ga dengar. Tapi gua harap, lu mau maafin gua ya. Gua udah cerita sama lu semuanya tentang gua dan Roy"


"Gua harap, kedepannya hubungan lu sama Roy baik-baik aja. Saling terbuka satu sama lain, jangan ada yang egois"


"Enggak kan, jadi lu harus benar-benar terbuka sama nya, gimana pun masalah lu,seberat apa pun masalah lu, lu harus benar-benar membawa Roy ke dalam masalah itu"


"Ingat, kita ini perempuan yang harus di jaga laki-laki. Mau sehebat apapun perempuan, dia pasti tetap akan membutuhkan pertolongan laki-laki. Gak ada perempuan hebat yang tidak lepas dari bantuan laki-laki"


"Jadi gua nunggu dari kalian surat pernikahan kalian ya, jangan terlalu di tunda, nanti lu gak dapat berlian"


"Hahahaha, gua becanda"

__ADS_1


"Ya udah gua balik dulu ya, byeee" pamit Angel


Setelah kepergian Angel, Agnes langsung duduk di samping brankar Roy. Menggenggam erat tangan Roy yang dihiasi infus.


"Maaff"


Satu kata itu, keluar begitu saja dari mulut Agnes. Tetesan air mata keluar begitu saja. Seperti sangat bersalah dengan semuanya ini. Seperti dia adalah akar dari masalah ini. Seperti dia tidak bisa dimaafkan oleh siapapun.


"Aku terlalu egois ya ke kamu"


"Sampai aku gak tau, bahwa ternyata masih ada lelaki yang mencintai ku dengan sangat tulus"


"Selamat"


"Kau berhasil "


"Berhasil meruntuhkan tembok keras kepalaku"


Tak mampu berkata apa lagi, Agnes hanya bisa menciumi punggung tangan Roy. Seperti takut kehilangan, tangan Agnes enggan untuk lepas dari tangan Roy

__ADS_1


__ADS_2