Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Prank 2


__ADS_3

Di kafe


"Mbak" ucap Vani melambaikan tangannya tanda memanggil seorang pelayan cantik


"Iya mbak" jawab sang pelayan


"Biasa ya mbak" ucap Vani


"Oke mbak, baik" jawab sang pelayan dan meninggalkan mereka berdua


Vani ingin mencoba menghilangkan semua perkataan absurd dari sahabat nya itu, tapi gak bisa. Pikirannya saat ini benar-benar buntu, karena penuturan Agnes tadi.


Sekilas Vani melirik Agnes yang tengah sibuk bermain ponsel dan senyum-senyum layaknya orang gila. Tak pikir panjang Vani langsung merebut ponsel itu.


"Ngapain senyum-senyum ha? dapat orderan?" tanya Vani kesal


Mendengar pertanyaan Vani, Agnes bukannya marah malah mau mempermainkan Vani lagi.


Agnes hanya mengangguk, tanda mengiyakan ucapan Vani tadi. Dengan tidak sabar Vani langsung melihat ponsel Agnes, dan ternyata aplikasi kamera lah yang di buka Agnes tadi


"Kok kamera sih" ucap Vani tak percaya


"Iya, aku mau ngasih tau keberadaan aku sama dia" pancing Agnes


Agnes langsung membuka aplikasi WhatsApp Agnes, dan ternyata sama sekali tidak ada bukti bahwa Agnes adalah simpanan om-om.


"Di mana?" tanya Vani yang masih setia memainkan ponsel Agnes


"Di mana apanya?" tanya Agnes heran


"Di mana Lo sama para om-om itu komunikasi" tanya Vani


"Ya ampun, kirain apaan. Nih orang gampang banget sih di bodohin" batin Agnes


"Ya di ponsel gua lah" jawab Agnes


"Iya gua tau, tapi di aplikasi mana?" tanya Vani menggebu

__ADS_1


"Kepo banget sih Lo" jawab Agnes dan langsung menarik paksa ponsel nya dari tangan Vani


"Ehhhh............"


"Gua belum siap pakek ponsel lu" ucap Vani kesal


"Bodo amat" jawab Agnes


"Silahkan mbak" ucap pelayan kafe tersebut yang tiba-tiba datang


"Ohh.... makasih mbak" jawab Agnes dan Vani bersamaan


Di sela makan, Agnes melihat satu om-om yang cukup keren dan berpenampilan keren


"Gimana kalo gua ngerjain Vani lagi ya" batin Agnes


Agnes pura-pura merapikan rambutnya dan sikap duduknya yang ternyata berhasil mencuri perhatian Vani.


"Ngapain?" tanya Vani


"Ngapain sok cantik gitu" tanya Vani tak suka


"Lihat itu" ucap Agnes yang menunjuk om-om


Vani langsung melihat orang yang ditunjuk oleh Agnes, dan balik menatap Agnes. Agnes yang ditatap Vani langsung tersenyum.


"Jangan bilang......." ucap Vani


Agnes mengangguk sambil tersenyum manis


"Gila Lo ya......"


Agnes mulai memancing Vani dengan pura-pura berdiri layaknya mau menghampiri om-om yang asing itu. Dengan cepat Vani melarang Agnes untuk berdiri.


"Lu diam di sini!!!" ucap Vani tegas


"Tapi......"

__ADS_1


"Lu diam atau gua bunuh lu" ancam Vani


"Okeyyy" jawab Agnes dan kembali duduk


Dengan langkah cepat, Vani menghampiri om-om yang ditunjuk oleh Agnes. Dengan nafas yang memburu, Vani mulai memarahi om-om tersebut.


"Ommmm....." bentak Vani pada om tersebut yang masih berdiri


"Iya" jawab Om tersebut dengan santai


"Maksud Om apa?" tanya Vani marah


"Maksud saya?" tanya Om tersebut heran


"Halah,nggak usah sok gak tau deh om, om kan yang Uda nyewa teman saya"


"Emang om bayar berapa teman saya supaya nemanim malam om"


"Iyaa......saya tau om punya banya uang, makanya om dengan seenaknya bisa bayar semua wanita di Duni ini untuk menemani malam om"


"Apa om gak habis pikir, bagaimana nanti anak om akan diperlakukan dengan cara yang sama seperti apa yang lakukan saat ini, ha" marah Agnes


"Maksud anda dari tadi apa?"


"Bayar? Menemani malam ku?"


"Gila kau ya" ucap Om tersebut


"Gila...... gila om yang gila" ucap Vani semakin emosi sambil menunjuk Om tersebut


Sedangkan Agnes yang melihat tontonan gratis itu hanya diam


"Ya, anda yang gila, tiba-tiba datang nuduh saya yang enggak-enggak" belah Om tersebut pada dirinya


Karena aksi semakin panas, akhirnya Agnes ingin melerai pertikaian antara om tersebut dan Vani. Meletakkan sejumlah uang di atas meja dan menghampiri kedua orang tersebut


"Om maaf om......." ucap Agnes yang tiba-tiba hadir di antara mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2