Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
-


__ADS_3

" Uuuu....- aaaaa....... halo......" ucap Roy gugup


"U..a....u.....a, anda siapa?" tanya Agnes dari seberang


"Hmmm......" Roy berdehem menghilangkan kegugupan nya


.......


Hening sejenak, tak ada sahutan ataupun pertanyaan dari seberang.


"Halo" ucap Roy memastikan bahwa Agnes masih ada di balik panggilan tersebut.


Merasa tidak ada jawaban apapun dari seberang Roy terus mengatakan" Halo" hingga beberapa kali.


"Shut" umpat Roy, yang ternyata panggilan nya dari tadi sudah tidak tersambung


"Goblok......." rutuk Roy pada dirinya sendiri


Tak mau pikir panjang, Roy akhirnya memberi pesan pada Agnes.


+62xxxxxxx


Ini saya, Roy.


Agnes


Dari mana dapat no hp saya?


+62xxxxxxx


Di mana ?


Agnes


Apanya di mana?


+62xxxxxxx


Anda???


Agnes


Oooooo


Pesan singkat antara Roy dan Agnes yang tak berujung pemberitahuan di mana keberadaan membuat Roy berdecak kesal.


"Kok dia tau no ku sih?" tanya Agnes bingung


"Dia sebenarnya siapa sih?" tanya nya lagi


"Apa jangan-jangan dia TUHAN, yang tau segalanya?" monolog Agnes lagi dan lagi


"Ett.... ett... gak mungkin. Gak mungkin dia TUHAN" ucap Agnes lagi

__ADS_1


"Ya sudahlah bodo amat dah" ucap Agnes tak peduli


Drttttt......


Drtttttt......


Drtttt......


Dering hp Agnes bunyi untuk kesekian kalinya dengan no yang sama. Dengan malas Agnes menjawab telpon dari seberang.


"Anda itu sebenarnya siapa?" tanya Agnes dengan penuh kekesalan


"Saya Roy" jawab dari seberang


"Kamu tidak simpan no saya?" tanya Roy


"Ooooo" jawab Agnes


"Kok cuma o?" bingung Roy


"Lah, trus apa dong" tanya Agne


"Kamu tidak simpan no saya?" tanya Roy lagi


"Tidak" jawab Agnes santai


"Kenapa?" tanya Roy


"Gak penting" jawab Agnes sangat santai


Tuttt.....


Tuttt....


Agnes mematikan telponnya secara sepihak tanpa mengetahui bahwa Roy hendak ingin mengucapkan sesuatu.


"Cih, kok dimatikan sih?" umpat Roy


Drttt.....


Drttt.....


Drtttt....


HP Agnes kembali lagi berdering


"Mau anda.........."


"Kenapa dimatikan?" potong Roy


""Karena Oke" jawab Agnes simpel


"Maksudnya?" tanya Roy bingung

__ADS_1


"Karena jawaban anda tadi oke" jelas Agnes


"Ooooo" jawab Roy


Tiba-tiba Agnes mematikan telponnya lagi secara sepihak membuat Roy mengumpat dirinya.


+62xxxxxxx


"Kenapa di matikan lagi??


Agnesi


"Karena jawaban anda O"


+62xxxxxxx


"Harus jawaban apa yang saya ucapkan supaya kamu tidak mematikan telpon saya?"


Agnes


"Ntah"


+62xxxxxxxx


"Oke"


Vani yang melihat Agnes dari tadi sibuk dengan Ponselnya, langsung menghampiri Agnes.


"Kenapa?" tanya Vani


"Ini ada no yang gak gue kenal nelpon gue mulu" adu Agnes


"Mana, sini coba" ucap Vani


"Ini nihhh" ucap Agnes sambil memberikan Ponsel miliknya yang ternyata sudah dihubungi oleh no yang sama, no Roy


"Hal............"


"Mau Lo apa sih, Lo gak usah ganggu-ganggu sahabat gue ya. Lo mau duit dari dia? gak akan bisa. Karena dia gak ada duit" marah Vani pada sang penelepon


Agnes yang mendengar kekesalan Vani sedikit terkejut tapi apa mau dibuat, ya pasrah saja.


"Kalo gua mau hati sahabat Lo bisa?" tanya Roy


"Hehh...? hati ?? ya gak bisa. Di gak ada hati" oceh Vani sambil melirik Agnes


"Apa yang Lo mau dari sahabat gue, dia gak punya, paham Lo. Kalo Lo gak paham gua gak peduli. Yang penting jangan pernah Lo ganggu lagi sahabat gue. Byeee" ucap Vani dan langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak


Agnes yang melihat tingkah Vani hanya diam saja, mau marah tapi gak mungkin mau senang tapi gak logis cara dia .


"Uda?" tanya Agnes


"Uda dong" bangga Vani sambil mengembalikan HP Agnes

__ADS_1


"Uda malu-maluin aku, ha..?" tanya Agnes kesal


"Heheh.... peace" jawab Vani sambil memberikan dua jari nya berbentuk V


__ADS_2