
Vani langsung menarik tangan Agnes, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan juga. Biasa saja sih. Ya mau gimana lagi, Agnes hanya bisa pasrah, pasrah dan pasrah.
"Kita mau ke mana sih?" tanya Agnes salam mereka masuk ke dalam taksi online mereka
"Makan dunggg" jawab Vani antusias
"Duit gua gak banyak" jawab Agnes
"Bodo amat, yang penting malam ini gua makan banyak" jawab Vani
"Gua pengen makan rendang jamur, cumi goreng, ketoprak anget, hmmm apalagi ya" ucap Vani sambil menepuk-nepuk dagunya dan berimajinasi tentang makanan yang sangat enak
"Ngamen dulu Lo sana baru bisa makan sebanyak itu" jutek Agnes, karena berpikir bahwa Agnes yang akan membayar makanan mereka malam ini
"Gua ngamenn?" tanya Vani sambil menunjuk dirinya
"Haha..... lu ngelawak ya, ngapain juga gua ngamenn kalo lu ada" jawab Vani
"Mau nya Lo yang berkorban sama gua dengan cara.... jual diri contoh nya"
"Aaa... iya secara Lo kan cantik, body Lu ...... huuu... wadidaww..." canda Vani
"Jual diri.......?" jawab Agnes santai
"Sebenarnya............."
"Kenapa?" tanya Vani bingung
"Sebenarnya..... tapi Lo janji gak ngomong sama siapa-siapa ya" bisik Agnes
__ADS_1
"Iya gua janji" ucap Vani sambil memberikan jari kelingking nya pada Agnes
"Oke" jawab Agnes sambil mengkaitkan jari kelingking nya pada kelingking Vani
"Sebenarnya gua Uda jual diri, dan sekarang gua simpanan om-om" canda Agnes sambil nada suara pura-pura sedih
"Apa?!!! Lo serius?!! Lo gak bercanda kan?!!!" tanya Vani tak percaya
"Iya gua sebenernya hikss......hiksss..." ucap Agnes yang berpura-pura menangis layaknya tersakiti
"Demi apa!!! Lo lagi gak ngerjain gua kan......" tebak Vani
"Gua................" ucap Agnes yang sengaja dipotong
"Lo jujur sama gua Ness" ucap Vani frustasi sambil menggoyangkan badan Agnes dengan sedikit kuat
"Maaf" lirih Agnes
"Bapak kenapa berhenti?" tanya Vani dengan wajah yang marah
Melihat aura wajah Vani yang tak bersahabat, sang supir hanya diam dan menjawab dalam hati. Sedangkan Vani yang melihat raut wajah sang supir seperti ketakutan mencoba menenangkan diri.
"Saya minta maaf pak, karena saya bapak terkejut dan memberhentikan mobil" sesal Vani sambil menundukkan kepalanya
"Gak papa mba, lagian saya berhenti bukan karena mbak kok" jawab sang supir
"Lalu?" tanya Vani heran
"Tuu....." jawab sang supir sambil menunjuk arah lampu merah
__ADS_1
"Ohhh... ternyata itu" jawab Vani tanda mengerti
Sedangkan Agnes hanya tersenyum kecil melihat aksi sahabatnya ini.
"*Apalagi ya bahan candaan gue supaya buat dia gini terus" batin Agnes
"Jadi orang kok percaya banget sih"
"Iya kali gua simpanan om-om" batin Agnes yang tak percaya akan ucapan barusan yang ternyata di percayai oleh sahabat nya sendiri*.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Vani yang sadar dilihat
Agnes
"Lo se frustasi itu ya sama kenyataan gue" ucap Agnes dengan nada bersalah
"Uda Lo diam, gua gak mau ngomong sama Lo kalo gua belum menemukan bukti nya. Lo pikir gua akan percaya sama semua omongan lu yang bilang Lo simpanan om-om lah, yang loh Uda jual diri lah, yang bla....bla...bla" ucap Vani ketus sambil mencibirkan bibir nya
"Tapi kalo kenyataan nya gitu ya gimana lagi?" tanya Agnes dengan wajah melemas
"Kenyataan...... kenyataan..... sampah kenyataan" umpat Vani
"Tapi........"
"Lo diam.... diammmm....." ucap Vani kesal dengan menutup kasar bibir Agnes
"Sialan lu, lu mau gua mati" ucap Agnes setelah menepis tangan Vani
"Iya, emang kenapa" ucap Vani kesal
__ADS_1
"Benar-benar gila ni cewek sumpah" batin Agnes