
Lantunan lagu yang dikeluarkan Agnes membuat dia senyum-senyum sendiri layaknya seperti orang gila.
"Dah cantik" gumam Agnes sambil melihat pancaran dirinya di cermin besar
"Waktunya berangkat"tambah Agnes lagi
Agnes berjalan menuju pintu depan sambil menunggu ojek online yang di pesan nya tadi.
Sedangkan Leo yang baru keluar dari rumah nya dengan menaiki motor nya berlalu saja dari hadapan Agnes.
"Tumben gak pecicilan" batin Agnes
Apa jangan-jangan dia marah sama gue karena kemarin" monolog Agnes
Tittt...tittt.... tittttt suara klakson dari seberang membuat Agnes berhenti dari lamunannya.
"Apa benar ini atas nama Agnes Aqelaa" kata orang di sebrang
"Iya"ketus Agnes tapa menoleh asal suara tersebut
"Ya udah naik mbak" kata orang tersebut
"Naik... naik.. anda pikir anda siap............."
"Ehhh kang ojek" kata Agnes setelah melihat kang suara asal tersebut
Ya, itu suara kang ojek pesanan Agnes tadi
"Iya mbak" jawab kang ojek tersebut
"Mau Pakek helm atau tidak mbak" tawar kang ojek itu
"Iya pak"kata Agnes sambil menerima helm dari tangan kang ojek tersebut
Malu... ya malu. Itulah yang dirasakan oleh Agnes setelah naik di atas motor kang ojek tersebut.
Setelah melewati beberapa meter perjalanan, akhirnya Agnes tiba di kampus kebanggaan nya.
__ADS_1
"Sudah sampai mbak" kata kang ojek dengan memberhentikan sepeda motornya nya
Kang ojek yang merasa tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari sang penumpang, akhirnya dia menggoyangkan sepeda motornya
"Gempa..... gempa..." teriak Agnes
"Apanya gempa mbak, ini kita udah sampai" jawab kang ojek
"Nyampe? padahal baru bentar di perjalanan" batin Agnes yang masih setia di tempat duduknya
Ehemmmm....." kang ojek berdehem menyadwrkan Agnes dari lamunannya
"Ohhh hehe, Ini kang" kata Agnes sambil memberi helm dan uang sebagi tanda terima kasih nya
"Makasih mbak" jawab kang ojek tersebut
Agnes berlalu meninggalkan kang ojek yang masih merapikan helm yamg dipakai Agnes tadi
"Cantik-cantik tukang ngelamun" monolog kang ojek tersebut
Agnes yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke arah suara tersebut
"Pagi juga my bestieeeeeeee.........." ucap Agnes panjang dan langsung memeluk Vani
Vani yang menerima pelukan tersebut langsung merasa aneh, karena belum pernah sejarah nya Agnes memeluk dirinya
"Eittttt......eitttt ada apa gerangan" kata Vani sambil melepaskan pelukannya
"Emang salah ya kalo gua meluk bestie gue" cemberut Agnes dengan sedikit memajukan bibir bawahnya
"Basta..... besti......basta......besti......" alay tau gak sih kesel Vani meninggalkan Agnes sendiri
"Ehhhh, entar sore Lo ikut ngumpul di rumah Daniel gak?" tanya Vani setelah Agnes sudah sejajar dengan dirinya
"Ke rumah Daniel?" tanya Agnes
"He'ee" jawab Vani sambil mengangguk
__ADS_1
"Ngapain?" tanya Agnes
"Ngerayain ulang tahunnya " jawab Vani
"Ett...ettt.... Lo lupa ulang tahun Daniel? Secara kan Daniel itu cinta mati sama lo" cerewet Vani
Daniel adalah laki-laki yang dari dulu mencintai Agnes, meskipun sudah ditolak berkali-kali tapi Daniel tetap berusaha.
"Apaan sih ga jelas banget" ucap Agnesss
"A..... cucuittttttt......" kata Vani sambil memberi siulan
Sedangkan di perusahaan Roy, dia tengah sibuk menjalani beberapa meeting dengan clien yang besar
Mau tidak mau dia harus melakukan nya, karena ini memang tanggung jawab nya
Tiga clien sudah mereka tangani dan berhasil menjalankan kontrak kerja sama satu sama lain.
"Habis makan siang gua balik ya" kata Roy saat ruangan meeting selesai
"Maaf Tuan, hal tersebut tidak bisa anda lakukan" kata Leo yang senantiasa berdiri di samping Roy
"Kenapa?" tanya Roy kesel
"Karena sebentar lagi kita akan meeting dengan clien yang cukup besar di kota ini" jawab Leo
"Undurkan saja"dingin Roy sambil beranjak dari duduknya
"Tidak bisa tuan, kita sudah dua kali mengundurkan jadwal meeting kita terhadap beliau. Kalau sampai tiga kali, maka kontrak kerjasama kita tidak ada lagi Tuan" jelas Leo yang berhasil membuat Roy memberhentikan langkah Roy
"Hhhhhhhhh........" napas panjang Roy keluar dengan sangat frustasi
"Jam berapa meeting nya?" tanya Roy sambil duduk di tempat semula nya
" Selesai makan siang Tuan, di kafe G " jelas Leo
"Baiklah" singkat Roy
__ADS_1