
Selesai dari acara sakral tersebut Vani dan Agnes segera pulang dan hangout sebentar di kafe langganan mereka
"Ehhh, Lo mau gak ikut ke kampung nenek gua" ajak Vani
"Boleh" jawab Agnes tanpa pikir panjang
"Yes" senang Vani
"Besok pagi kita berangkat nya, pilihan ada dua, lu tidur di rumah gua atau gua tidur di rumah lu" jelas Vani
"Gua tidur di rumah lu" jawab Agnes cepat
"Oke" selesai dari sini, kita mabok barang-barang Lo" tutur Vani
"Oke boss" ucap Agnes semangat sambil memberi hormat kepada Vani
"He, gosah lebay" canda Vani
"Hehehehe" tawa Agnes
Setelah selesai dari kafe akhirnya kedua sahabat itu meninggalkan kafe tersebut yang mereka duduki tiga puluh menit yang lalu dan bergegas ke rumah Agnes
Sesampainya di rumah Agnes, Agnes yang membersihkan diri terlebih dahulu membuat Vani sedikit kesel. Karena Vani yang akan memasukkan semua pakaian-pakaian Agnes ke tas ransel Agnes selama berlibur nantinya di kampung neneknya.
__ADS_1
Selesai mandi, Agnes yang melihat barang-barangnya telah tersusun rapi membuat dia senyum bangga. Sedangkan Vani terbaring di kasur nya dengan mata yang tertutup tapi buka tertidur
"Berhasil" ucap Agnes pelan yang masih bisa di dengar Vani
"Berhasil....... berhasil......." kesel Vani yang mulai bangkit dari posisi nya
"Ehh, Lo gak tidur?" tanya Agnes heran
"Pala Lo peang" kesal Vani
"Lu sengaja kan langsung mandi supaya gua yang beresin barang-barang lu kan" tebak Vani dengan kesal
"Hehe, nah itu loh tau" ucap Agnes dengan wajah tak berdosa
"Gak akan bisa....., gua di lahir kan untuk picik apalagi kalo sama lu Vani bodoh....." canda Agnes
"Ini dipakek dongg....." kesel Vani sambil menoyor kening Agnes dengan jari telunjuk nya
"Ngapain Dipakek kalo gak ada isinya" jawab Agnes enteng
"Ya isi la o'on" kesel Vani
"Pakak apa?" tanya Agnes lagi dengan enteng
__ADS_1
"Pakek pala lu" kesel Vani
"Ya mana bisa pala isi pala dodol" jawab Agnes enteng
"Bodo amat" kesel Vani kemudian berlalu ke toilet
Agnes tertawa bangga karena bisa menaklukkan Vani. Vani yang sangat mendengar tawa Agnes itu hanya bisa diam.
"Lu ketawa gua bakar kamar mandi Lo ini" teriak Vani dari dalam kamar mandi
"Ya udah bakar aja, palingan Lo ikut kebakar juga. Kan lo di dalam" jawab Agnes yang tak kalah keras teriakannya
Vani yang mendengar jawaban Agnes lagi-lagi diam. Karena gak bisa dipungkir, Vani selalu kalah perdebatan konyol ini pada Agnes. Namum hal itulah yang selalu membuat persahabatan keduanya semakin erat.
Setelah semuanya selesai, kedua sahabat itu langsung ke rumah Vani. Hanya memakan waktu dua puluh menit akhirnya mereka tiba di rumah Vani. Sebelum mereka tidur, mereka terlebih dahulu makan malam bersama.
"Tumben ke sini?" tanya mama Vani pada Agnes
"Iya ma, soalnya aku ngajak dia liburan ke kampung nenek" jelas Vani pada perempuan paruh baya tersebut
"Ohhh, gitu" jawab mamanya Vani
"Iya Tente" ucap Agnes sambil tersenyum
__ADS_1
Keluarga Vani adalah keluarga yang hangat yang dimiliki oleh Agnes. Agnes sudah sangat dianggap sebagai salah satu anggota keluarga tersebut, meskipun Agnes ada rasa sedikit sungkan terhadap mereka. Bukan tidak mau, namun dia merasa risih akan adanya kakak Vani.