Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Sandiwara


__ADS_3

"Iya solanya mama lama makin cantik deh" goda Kevin


"Halah modus. Udah tua, masih aja buat alibi seperti itu. Kamu ada buat kesalahan?" interogasi Santi


"Ahh enggak" jawab Kevin saling sambil menggaruk tekuk nya


"Ahh iya, Agnes mana ma?" tanya Kevin


"Oooh, dia tadi ketemu sama temannya" jelas Santi


"Ohh, teman nya yang cowok itu ya" pancing Kevin


"Teman? Cowok? Sejak kapan Agnes punya teman cowok" batin Roy


"Iya kok papa Tau?" tanya Santi bingung


"Iya tau dong, kan papa....."


"Ya sudah lah kita makan aja deh" ucap Kevin, sengaja ingin memancing Roy


"Si aki tua ini pasti mau mancing aku" batin Roy


"Hayo lohhh, penasaran kan Lo" batin Kevin sambil menatap mantap Roy*


Tiba-tiba orang yang dibicarakan datang. Dan siapa sangka, ternyata Agnes membawa pria itu masuk kedalam ruangan Roy.


"Bunda, Ayah, maafin aku lama" jelas Agnes

__ADS_1


"Ahh iya gpp" balas Santi


Kevin dan Roy hanya saling pandang. Seolah meminta penjelasan satu satu sama lain.


"Ahh iya ini, kenalin namanya Angga. Dia teman SMA aku dulu, dia kesini karena tunangan dia sakit. Dan kebetulan ruangan tunangan dia dekat sama ruangan kita" jelas Agnes


"Ahhh iya, kirain siapa" ucap Santi


"Ahhh Angga, kenalin ini Bunda Santi calon mertua aku, yang itu Ayah Kevin calon mertua ku juga, dan yang itu Roy tunangan aku" ucap Agnes memperkenalkan tiap orang dalam ruangan itu


Bagai disambar kupu-kupu, mendengar penjelasan Agnes tadi Roy tak bisa menahan rasa bangga nya pada gadis itu. Ingin memeluk karena bangga tapi semua sudah seperti ini.


"Roy, kamu kenapa?" tanya Kevin yang melihat ekspresi Roy


"Kenapa? saya kenapa?" tanya Roy bingung karena dia sangat tidak tahu bagaimana mana kondisi wajahnya nya yang sudah seperti tomat


"Are you okay?" tanya Agnes lembut sambil mengusap kening Roy


"Ya ampunnn, bisa ga sihh jangan sampe segini nya. Kan gua lagi dramaa. Tolong lahhh" batin Roy dengan frustasi


"Kamu jangan pernah sentuh saya!!" ujar Roy sambil menghempaskan tabgan Agnes dari kening nya


"Maaf" tutur Agnes dengan raut wajah kesedihan


Melihat perubahan wajah Agnes, Roy jadi merasa sangat bersalah


"Bukan gitu maksud aku" batin Roy

__ADS_1


Dengan sigap, Santi langsung merangkul Agnes


"Sayang, kamu jangan terlalu bawa perasaan ya. Kami harus bisa maklum sama keadaan Roy. Roy kan lagi amnesia, dia mungkin ga ingat kamu, eh bukan maksud Bunda dia Bekum ingat kamu."


"Tapi nanti lambat lain Roy bakal ingat sama kamu kok sayang. Kamu hanya perlu bersabar ya sayang" tutur Santi


Agnes hanya mengangguk paham dengan nasihat Santi. Merasa ada orang asing dalam ruangan ini, Agnes langsung tersadar dan beralih melihat Angga.


"Ga, sorry ya lu harus lihat ini semua" ucap Agnes


"GPP, santai aja. Lu gini kan karena lu takut kehilangan tunangan lu kan"


"Saran gua sih, lu harus selalu ada di samping tunangan lu sampai tunangan lu ingat semuanya" jelas Angga


"Kita doakan aja yang terbaik" jawab Agnes


"Apasih pegang- pegang gitu" rungut Roy


"Ohh, maaf" ucap Angga


Selang beberapa jam kemudian, Angga pamit dari ruangan tersebut untuk kembali ke ruangan tunangan nya, Karin.


"Om, Tante, Nes gua pamit dulu ya. Takutnya Karin nanti sadar ga nemuin gua kan bingung dia" ucap Angga


"Ohh iya Ga, salam ya sama Karin" balas Agnes


"Oke Nes, gua pamit ya, dah" kata Angga lalu berpamitan dengan semuanya di ruangan itu

__ADS_1


__ADS_2