
Roy yang mendengar teriakan itu sontak terkejut dan memuncratkan kopinya keluar.
"Siapa sih yang pagi-pagi bergelut" tanya Roy sendiri
Sedangkan di kamar Agnes, Agnes yang kini kepanikan karena terlambat harus bergerak cepat.
Polesan make up di wajah nya pun sampai tak nampak karena tipis nya. Tapi Agnes tetap terlihat elegan dan cantik
Roy yang melihat pintu Agnes terbuka, buru-buru dia mengambil jaket kulit yang terletak di samping nya
Secepat mungkin Roy mengambil motor nya dan menawarkan jasa pada Agnes
"Gua anterin ya" kata Roy di depan Agnes
Tanpa pikir panjang Agnes pun menerima tawaran Roy, karena kalau di tolak pun dia akan telat ke kampus.
Agnes langsung menaiki motor Roy dan memakai helm yang di beri Roy
Tapi sayang, keadaan tidak berpihak pada Agnes, di tengah jalan, tepatnya nya lampu merah, mereka mengalami kemacetan kurang lebih 15 menit sehingga membuat Agnes panik sendiri.
Sesampainya di kampus, gerbang kampus sudah tertutup rapat dan para satpam sudah tidak ada lagi di pos nya.
Keadaan itu menentukan bahwa Agnes sudah sangat telat
"Aaaaaaaaa........" teriak Agnes pada pintu gerbang kampus nya dan menendang gerbang tersebut
"Auuuu........"pekik Agnes kesakitan
Roy yang melihat tingkah laku Agnes pun hanya tersenyum simpul.
"Jadi mau ke mana nih" tawar Roy
Agnes tidak sadar bahwa masih ada Roy di belakang nya
__ADS_1
"Gua gak tau" pasrah Agnes sambil duduk di pinggir jalan
"Ya udah naik" ajak Roy dengan memberi isyarat supaya naik lagi ke motor nya
"Kita mau me mana" tanya Agnes penuh dengan intimidasi
"Ya udah ayok, gua gak ngapa-ngapain Lo kok" kata Roy dengan sedikit dingin
"Hmmmmm......." Agnes hanya pasrah saja dia mau dibawa ke mana sama Roy
Ditengah jalan angin berhembus tidak terlalu kenceng dan tidak terlalu pelan, biasa aja .
"Jangan balik ke rumah ya, gua bosan di rumah" teriak Agnes pada Roy di telinga Roy supaya kedengaran
Roy tidak menjawab teriakan Agnes, dia hanya fokus pada jalanan yang dia tuju
"Denger gak " teriak Agnes lagi
Agnes yang merasa tidak dipedulikan Roy akhirnya memukul helm yang dipakai Roy
"Auuuuuuuu........ni cewek bar-bar juga ya" batin Roy
Akhirnya tiba lah mereka di tempat makan di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti?" tanya Agnes pada Roy yang sudah meninggalkan Agnes sendiri di atas motor
Agnes lagi-lagi tidak mendapatkan jawaban dari Roy.
Dia lebih baik mengikuti ke mana arah Roy pergi
Agnes duduk di depan Roy
"Lu, itu..............."
__ADS_1
"Gua lapar, gua mau sarapan. Sarapan gua makanan bukan ocehan lu" Potong Roy
"Oooo, gua juga mau dong" ucap Agnes sambil memberikan senyum tulusnya pada Roy
"Gak usah senyum oncom, gua nanti gila gara-gara lu" batin Roy
"Kenapa lihat-lihat?" tanya Agnes sedikit bingung
"Kalau mau ya pesen aja"kata Roy singkat
"Okeyyy" kata Agnes singkat sambil memberi kode oke
Makanan yang dipesan pun telah datang
"Silahkan" ucap penjaga warteg tersebut
"Terimakasih mbak" kata Agnes sambil menerima makanan mereka
"Kita habis ini ke mana?" tanya Agnes dengan mulut masih dipenuhi makanan
"Makan, ya makan aja gak usah banyak cincong" ketus Roy
"Hehehehe........." jawab Agnes sambil menampilkan gigi rata nan putihnya
"Jangan pernah senyum lagi sama gua" ucap Roy dingin
"Kenapa?" tanya Agnes bingung
"Gua bisa jatuh cinta nanti oncom" batin Roy dengan tatapan mata tajam pada Agnes
"Iya, iya gua paham" jawab Agnes dengan tak kalah tajam tatapannya pada Roy
Sarapan mereka pun berjalan dengan keheningan tanpa ada satu kata pun keluar dari mulut mereka masing-masing.
__ADS_1