Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Wisuda


__ADS_3

Hari telah berganti, dan hari ini adalah hari yang sangat dinantikan oleh Agnes, Vani dan teman-teman seangkatannya. Karena hari ini adalah hari di mana mereka akan dinyatakan sebagai alumni kampus mereka dengan acara wisuda.


Wajah telah di rias dengan sedemikian rupa yang menambah tingkat kecantikan setiap wanita dan rambut yabg di tata rapi menjadi nilai plus dari penampilan para wanita, termasuk Agnes.


Dengan memakai jubah wisuda, Agnes sangat bangga. Karena sudah lima tahun dia datang dan pulang ke tempat yang sama hanya untuk mengotori kertas-kertas yang ada di buku dan menambah file-file di memori laptopnya.


Namun semua itu tiada ada artinya dengan pengetahuan yang telah ia dapat dan gelar yang ia peroleh dengan kondisi hidup yang sebatang kara. Ini merupakan hal yang paling sangat dibanggakan orang lain untuk Agnes.


"Gila, lu cantik banget nyet" ucap Vani tak percaya pada penampilan Agnes yang begitu sempurna bak model internasional


"Kan dari dulu" sombong Agnes sambil meletakkan tangannya di pinggang layaknya seperti model


"Idih, secantik-cantiknya Lo lebih cantikan......"


"Ya tetap elo"tutur Vani yang membuat mereka kekeh receh


"Lu cantik juga kok" puji Agnes


"Iya dong, gue"puji Vani pada dirinya sendiri sambil menepuk-nepul dada nya


Tiba-tiba wajah yang tadinya ceria kini berubah menjadi masam, seperti tidak ada kehidupan

__ADS_1


"Ntar kita pisah dong" ucap Agnes sedih


"Iya, gue nantinya masih nyari kerjaan, sedangkan Lo........" ucap Vani sedih


"Gimana kalo Lo kerja juga di tempat kerja gua nantinya?" semangat Agnes


"Kalo diterima." pasrah Vani lesu


"Ya, harus bisa dong" semangatin Agnes


"Hmmm....." pasrah Vani


Tiba-tiba saja dosen berdiri di altar kebangsaan nya dan mengucapkan sepatah dua patah kata, kata-kata motivasi yang memakan waktu empat puluh lima menit.


Haru, bangga, sedih itulah yang dirasakan semua mantan mahasiswa/mahasiswi tersebut.


Vani dan Agnes melepaskan semua perasaan itu dengan memeluk erat satu sama lain dan mengeluarkan tangisan yang pacah.


Tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka dan menyudahi aksi kedua gadis tersebut.


"Hm......" dehem pria itu

__ADS_1


"Pak Roy" ucap Vani tak percaya


Ya, pria yang yang tiba-tiba datang dan memberantakkan adegan haru antara Agnes dan Vani adalah Roy


Roy hanya tersenyum kecil melihat Vani dan beralih memandang Agnes dan memberi selamat kepadanya.


"Selamat" ucap nya pada Agnes sambil mengulurkan tangannya


"Makasih" ucap Agnes sambil menerima uluran tangan Roy


"Selamat juga" ucap Roy pada Vani


"Ma-ma-makasih" ucap nya terbata tak percaya akan hal ini


Lima belas menit mereka berdiri bersama di tanah yang sama, akhirnya Roy undur diri dari mereka berdua


"Saya pergi dulu ya" ucap Roy sambil melihat Vani Dan Agnes secara bergantian


Agnes dan Vani hanya mengangguk dan senyum. Roy pergi meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kantornya


"Gila.....gila.....benar-benar gila"

__ADS_1


"Diaaaaa gantenggggggg buangettttt" ucap Vani tak percaya yang masih setia tersenyum memandang punggung Roy yang hampir menghilang


Agnes yang melihat dan mendengar ucapan Vani hanya diam tak bergeming. Dia hanya menatap kepergian Roy dari kampus nya tanpa membalas ucapan Vani.


__ADS_2