Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Mulai Mendekat


__ADS_3

"Ternyata es yang beku mulai mencair dan batu yang keras sudah mulai lunak" batin Roy di atas motor nya


Sesampai di kantor, Roy dan Agnes langsung menuju kantin untuk sarapan mereka. Berjalan dengan sangat santai membuat mereka sebagai pusat sorotan mata. Bagaimana tidak, outfit mereka tidak sama namun sedana yang berhasil mencuri perhatian semua karyawan.


"Dia siapa?" bisik salah satu karyawati yang sedang sarapan


"Ntahlah, aku juga baru lihat hari ini"


"Apa dia itu kekasih Pak Roy?"


"Kalau kekasih nya, bagaimana dengan tunangannya itu"


"Tunangan?! Bukannya mereka sudah lama membatalkan tunangan mereka"


"Ngapain membahas tunangan Pak Roy, yang kita bahas sekarang ya gadis yang di hadapan Pak Roy itu"


"Cantik. Cocok sih mereka berdua"


Begitulah obrolan ketiga karyawati yang tengah duduk dekat dengan Roy dan Agnes.


"Tunangan?! Apa benar si keset kaki ini udah punya tunangan" batin Agnes yang memang mendengar semua obrolan karyawati itu


"Hey, kenapa melamun?" tanya Roy, yang ternyata tidak di dengar oleh Agnes


"Heyyyyy" ucap Roy lembut sambil melambaikan tangannya

__ADS_1


"Oh.. iya maaf" balas Agnes


"Mikirin apa sih?. Gua kan ada di sini, jadi gak usah capek-capek mikirin gua" ucap Roy sangat PD


"Gua mikirin lu?" ucap Agnes sambil menunjuk dirinya


"Idihhh, PD amat jadi orang." sarkas Agnes


"Ngapain juga mikirin lu, gak penting" bohong Agnes


"Ya...ya....ya, kalau gak mikirin gua, trus mikirin apa?" pancing Roy


"Idihhh.... lu laki tapi kepo banget" canda Agnes dengan mode sok serius


"Biarin. Ya sudahlah tidak usah di bahas" akhiri Roy


Dengan lahap, Agnes menghabiskan sarapannya. Pasalnya menu sarapan nya pagi ini adalah makanan yang dari dulu pengen dia makan, tapi selalu gagal.


"Doyan apa kelaparan nih" canda Roy


"Lu bisa diam gak sih, ngomell mulu" cerca Agnes


"Lu kalau makan tu pelan dikit kenapa?" ucap Roy sambil membersihkan sisa makanan Agnes di sudut bibirnya dengan ujung jempol nya


Dengan kaget, Agnes membulatkan mata nya dengan sempurna, sehingga beradu lah mata mereka dengan sangat intens.

__ADS_1


"Jangan terlalu lama di tatapnya, ntar jatuh cinta lagi" ucap Roy sangat PD sehingga membuat Agnes memalingkan wajahnya.


"Bisa gak sih sekali saja anda tidak terlalu PD" cerca Agnes


"Tidak"


"Karena saya itu mengucapkan apa yang sebenarnya" ucap Roy


"Ya..ya...ya... terserah anda" balas Agnes dengan malas


Selesai sarapan, mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan mereka masing-masing. Tidak ada keributan yang diciptakan satu sama lain, hanya ada dentingan suara sepatu yang beradu


"Hm..... ngomong-ngomong Leo sudah memberitahu kamu bagaimana bekerja sama dengan saya" ucap Roy basa-basi untuk menghilangkan keheningan


"Hm, sudah" jawab Agnes singkat.


Pasalnya, Leo sudah mengirimkan e-mail pada Agnes bagaimana pekerjaan yang akan dilakukan oleh Agnes, sikap Roy terhadap pekerjaan dan lain sebagainya secara detail


"Baiklah, saya harap kamu mampu bertahan di sini" ucap Roy setelah sampai di ruangan Agnes


"Tentunya" jawab Agnes singkat sambil mengulas senyum simpul


"Kalau begitu, saya permisi" ucap Roy sopan sambil meninggalkan Agnes


"Berhati-hatilah Tuan Roy Argantara" canda Agnes dengan meneriaki Roy

__ADS_1


"Anda yang semestinya berhati-hati Nona Agnes Aqqela" balas Roy yang sama meneriaki


__ADS_2