Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku

Tetanggaku Adalah Cinta Pertama Ku
Usaha Yang Gagal


__ADS_3

Roy yang dari tadi duduk diluar memandangi rumah Agnes yang dari tampak gelap gulita


"Dia kemana?"


"Apa dia keluar?"


"Ahkk gak mungkin"


"Dari tadi itu pintu tertutup dan lampu mati"


Monolog Roy sambil menyruput teh hangat di hadapan nya


Langit semakin gelap tidak ada tanda-tanda yang a di dapat Roy tentang tetangga baru nya itu


Mata indah yang dimiliki nya mulai mengalami redap redup menandakan untuk beristirahat karena jam sudah mulai meninggi


"Palingan besok jumpa kok"ucap Roy meninggalkan tempat duduknya semula


Roy kembali ke dalam rumah dan mulai istirahat.


Hari semakin terang, pagi menyambut mentari. Para penghuni dunia mulai beraktivitas. Jam menunjukkan pukul 7.00


Roy yang sudah bersiap-sia mau berangkat ke kantor tiba-tiba saja sakit perut


Di tempat lain, Agnes yang sudah rapi dan menawan tampak lebih sempurna.


"Good" puji Agnes yang melihat pantulan dirinya di cermin


Roy yang baru selesai dari kamar mandi langsung mengambil motor nya untuk berangkat ke kantor nya.


Roy yang melihat Agnes baru keluar dari rumahnya langsung saja menghampiri Agnes tanpa pikir panjang.


"Berangkat bareng" ucap Roy singkat


Agnes tak menjawab, dia hanya melihat dari mana asal suara itu

__ADS_1


"Denger gak" kata Roy singkat


"Kalo................"


Tinn......tinnn....tinnnn


Ucapan Roy terputus mendengar suara klakson sepeda motor yang mendekat pada mereka


Tanpa pikir panjang Agnes langsung menaikkan sepeda motor yang baru datang


"Gue deluan, byeeeeeee" ucap Agnes sebelum kang ojek melajukan motornya


"Siapa dia?" monolog Roy sambil menatap sepeda motor yang sudah mulai menghilang


"Apa dia pacarnya?" tanya Roy sendiri


"Tapi gak mungkin, tapi mungkin juga sih" ucap Roy lagi


"Kalo dia ojek, kenapa gak Pakek helm ojek atau jaket ojek" lagi-lagi Roy bertanya pada diri nya sendiri


Setelah lelah memikirkan tentang Agnes, Roy pun berangkat ke kantornya.


Sedangkan di kampus, Agnes yang bingung dengan Roy pun bertanya dalam dirinya.


"Kesambet apa tadi tu orang mau ngajak gue berangkat bareng?" batin Agnes


"Darr..... Dar......" kagetin Vani melihat Agnes yang melamun


Namun Agnes tidak sedikit pun dengar dengan kejutan nya Vani


"Lo kok gak dateng acara Daniel semalam?"


" Karena Lo gak datang ya Lo harus memenuhi persyaratan kita dong"


"Jadi gua mau nanti sore kita makan di kafe seberang"

__ADS_1


Oceh Vani pada Agnes yang sama sekali gak di dengar oleh Agnes


Melihat Agnes yang tatapannya kosong, Vani geram dengan tingkah nya Agnes


"Ehhhh...... kutu beranak, Lo dengar gua gak" ucap Vani sambil memukul pundak Agnes


"Apa sih?" kesel Agnes


"Apa?.... apa?......" ketus Vani


"Dari tadi gue ngoceh Lo gak dengerin?" tanya Vani kesel


"Ngoceh? Lo dari tadi ngomong sama gue?" tanya Agnes bingung


"Ya ampunnnn, mulut gue dari tadi Uda berbusa karena ngoceh sama lu dan Lo seenaknya gak dengerin ocehan gue?" kesel Vani


"Lo kenapa? Lo sakit? " cerewet Vani yang mulai memeriksa suhu badan Agnes


" Gak tuh, Lo baik-baik saja" ucap Vani setelah selesai memeriksa badan Agnes


"Yang bilang gue sakit siapa?" kesel Agnes


"Gue baik-baik aja" ketus Agnes


"Trus lo kok gak dengerin gue dari tadi?" tanya Vani bingung


"Malas" singkat Agnes dan berlalu pergi meninggalkan Vani sendiri


"Nih orang sering banget sih main tinggal- tinggal" kesel Vani


Vani mulai melangkah cepat menyesuaikan langkah kaki nya dengan Agnes


"Ehhh.... Lo ......................."


"Hai..." ucap seseorang dari sebelah Vani dan Agnes yang membuat ucapan Vani terpotong

__ADS_1


__ADS_2