
"KEBO BANGUNNNNNNNNN" teriak Vani di telinga Agnes
"Hmmm" ucap Agnes dengan suara khas tidur nya dan menghapus nces di dekat bibirnya
"Jorok banget si Lo jadi cewek" rutuk Vani pada Agnes
"Apa sih, bising banget" ucap Agnes setengah sadar
"Laptop...... laptop..... laptop gua mana?" tanya Agnes yang melihat meja sudah tertata rapi
"Ya mana gua tau, tadi gua kebelet, jadi gua gak tau" bohong Vani
"Ya, gimana dong, tugas gua gimana?" panik Agnes
"La, mana gua tau" singkat Vani
"Lo...Lo ada kehilangan?" tanya Agnes panik
"Laptop ada, buku ada,dompet ada, HP ada, semua yang gua bawa dari rumah masih aman" jelas Vani saat melihat isi tasnya
"La gue gimana dong"panik Agnes sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
"Gue .........."
Ucapan Agnes terpotong ketika dia mengambil tas nya di samping. Agnes mulai merogoh isi tas nya, dan laptop nya ternyata masih ada di tas nya
"La kok di sini" bingung Agnes
"Tadi Lo bilang....."
"Oooo Lo bohongin gue" kesel Agnes
"Iya" singkat Vani tanpa ada rasa berdosa
__ADS_1
"Lo Uda ninggalin gue di sini sendiri. Lo enak-enak nya tidak saat gue sibuk ngerjain tugas gue" cerewet Vani
"Hehehe" tawa Agnes tanpa rasa kemanusiaan
"Apa lu hahaha hehehe gitu" kesel Vani
"Dan Lo punya hutang sama gue" ucap Vani
Gue punya utang sama lo?" tanya Agnes heran sambil menunjuk dirinya dan diri Vani secara bergantian
"Iya "singkat Vani
"Utang apa'an? tanya Agnes
"Gue udah ngerjain tugas Lo yang belum kelar Lo siapin"jelas Vani sombong
Agnes yang tak percaya dengan perkataan Vani langsung melihat isi laptop nya, dan benar tugas nya telah selesai
"Karna Lo gak percaya sama omongan gue, hutang Lo jadi dua" ucap Vani
"Siapa suruh gak percaya" kesel Vani
"Ya kan ta............"
"Stttt diam... gak ada kata tapi.... tapi" ucap Vani yang mengatup mulut Agnes
"Ya" ucap Agnes pasrah
Setelah selesai bercekcok akhirnya dua sejoli ini
pergi meninggalkan tempat mereka
"Yok bareng" kata Vani yang melihat mobil nya sudah mendekati mereka
__ADS_1
"Gak seh makasih" jawab Agnes
"Enggak deh makasih" ejek Vani
"Gua tonjok Lo kalo Lo tolak" ancam Vani dan memberikan kode bogeman sama Agnes
"Cihhh, biawak bawal" sarkas Agnes
Mobil melaju santai membawa mereka ke jalan raya.
Kata demi kata mereka keluarkan di dalam mobil.
Pertengkaran kecil, lelucon ngakak, lelucon garing telah mereka lepaskan di mobil Xenia tersebut.
Pak Wahyu, sang supir hanya tersenyum melihat kegirangan dua gadis dewasa bak anak-anak tersebut
Sangking senengnya mereka, mobil Vani telah sampai di rumah kesayangan Agnes
"Pinggir kiri pak" tunjuk Agnes pada Pak Wahyu arah rumah nya
"Yang ini no?" tanya Pak Wahyu setelah memberhentikan mobilnya tepat di rumah Agnes
"Iya pak" jawab Agnes
"Eehhh, biawak kendor, gua deluan ya, makasih tumpangannya" ucap Vani sambil menoyor kepala Vani
"Dasar setan gadungan" ucap Vani sambil mengelus jidat nya belas toyoran Agnes
"Pak, makasih ya pak. Hati-hati di jalan. Hati-hati juga sama yang di belakang Bapak itu, biawak itu pak... Biawak" teriak Agnes
Pak Wahyu yang mendengar celoteh Agnes hanya diam saja tak berkutik
"Dasar setan gadungan" ucap Vani pelan
__ADS_1
"Ayok pak maju, gak usah dengerin ocehan dia itu" ucap Vani yang melirik keberadaan Agnes
"Baik non" jawab Pak Wahju