
Langsung Agnes mendudukkan pantatnya di kursi yang berhadapan dengan Roy. Karena posisi nya kursi hanya tersedia dua saja di ruang dapur tersebut.
Keheningan demi keheninganlah yang menemani waktu sarapan mereka.
"Emmm...... itu" ucap Agnes yang hendak ingin memecahkan keheningan
"Nanti saya jelaskan" ucap Roy yang mengerti maksud perbincangan Agnes
"Selesaikan dulu sarapan ini" tambah Roy dan meneguk segelas susu putih dengan kandas
"Ahhhhhh........." ucap Roy yang merasakan kenikmatan segelas susu putih yang hangat
Sedangkan Agnes, jangankan susu, omeletnya saja belum habis dari pandangan nya. Ia masih memikirkan banyak hal yang menyangkut kejadian semalam yang dia tidak ketahui.
Roy yang melihat kebingungan di wajah Agnes membuat Roy sedikit ingin menggodanya
"Cepat habiskan atau saya tidak akan memberitahu apa yang terjadi semalam" ucap Roy yang berhasil membuat Agnes dengan cepat menyantap omelet dari piringnya
Melihat tingkah Agnes, Roy hanya bisa terdiam dan tersenyum kecil.
"Nanti bila...bla....bla....." ucap Agnes yang masih dalam keadaan mulut masih penuh dengan makanan yang membuat Roy tidak bisa mendengar apapun dengan jelas
Mata dingin yang dimiliki Roy terus menatap Agnes, sehingga membuat Agnes seperti merasa bersalah. Secepat mungkin Agnes mengunyah makanan yang di mulutnya dan menghabiskan segelas susu hangat di gelasnya
"Nikmat........." ucap Agnes setelah selesai minum susu hangat nya
Roy hanya bisa terdiam dan tertegun melihat aksi wanita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
...................
Setelah Roy selesai menceritakan kejadian semalam secara detail tidak ada penambahan dan pengurangan satu kata pun, Agnes hanya manggut-manggut tanda mengerti.
"Uda jelaskan" ucap Roy
"Hehe, sudah. Maaf ya sudah berburuk sangka" sesal Agnes
"Kalo saya tidak punya pikiran, saya pasti akan melakukan apa yang kamu pikirkan tadi malam" ucap Roy dingin
Agnes hanya menunduk mendengar ucapan Roy. Ia merasa menyesal karena menuduh yang tidak-tidak tentang Roy.
Jam berputar semakin meninggi. Roy pamit pulang untuk ke kantor, begitu juga Agnes yang harus siap-siap ke kampus.
Di kantor Roy, Angel yang sudah duduk manis di kekuasaan Roy membuat Leo geram bahkan sangat geram.
"Hei, wanita muka tembok" geram Leo
Angel yang mendengar ucapan Leo hanya tersenyum sinis namun tidak menanggapi.
"Segera keluar dari sini" tambah Leo sambil menunjuk pintu
Lagi dan lagi Angel tidak menghiraukan ucapan Leo. Adu mulut antara Leo dan Angel terhenti karena kehadiran Roy
"Sayangggggg" ucap Angel manja
"Sayang....sayang bayar taksi online aja masih pakai uang orang tua sok panggil sayang" cerca Leo
__ADS_1
"Yang penting gua masih punya orang tua" balas Angel
"Dan berguna" tambah Angel
"Berarti Lo gak berguna dong wanita tembok" ucap Leo
Angel hanya diam.
"Ngapain?" tanya Roy singkat pada Angel
"Kangen.........." ucap Angel manja sambil melingkarkan tangannya di pinggang Roy
"Kangen........." ejek Leo dengan memajukan bibir bawahnya
"Keluar" ucap Roy dingin sambil menepiskan tangan Angel dari pinggang nya
"Tapi kangen............." ucap Angel semakin manja dan bergelut di lengan Roy
Roy yang tak suka dengan sikap Angel langsung menepiskan tangan Angel dari lengan nya dengan keras membuat Angel terjatuh.
"Awww........" ringis Angel sambil membersihkan pantatnya
Leo yang melihat aksi tersebut, hanya kekeh kecil.
"Hmmm" Roy berdehem memberikan isyarat kepada Leo untuk mengusir Angel dari kantor nya
Leo yang mengerti maksud Roy langsung menyeret Angel secara paksa yang masih setia terduduk di lantai sehingga membuat Angel sangat terkejut.
__ADS_1